
Oleh: A. Mahbub Djunaidi, Penulis Buku “Membaca Zaman Menulis Makna”
RADAR KUDUS - Peresmian layanan Cathlab (Cardiac Catheterization Laboratory) dan penguatan layanan CT Scan di RSUD dr. R. Soetijono Blora pada 8 September 2026 patut diapresiasi.
Ini bukan sekadar penambahan fasilitas kesehatan, tetapi sebuah lompatan penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat Blora. Dengan Cathlab, masyarakat kini memiliki akses lebih dekat terhadap diagnosis dan tindakan intervensi penyakit jantung dan pembuluh darah.
Layanan yang tersedia antara lain coronary angiography, PCI atau pemasangan stent, pemeriksaan hemodinamik, intervensi pembuluh darah perifer, bahkan layanan gawat jantung 24 jam.
Peralatan Cathlab tersebut merupakan bantuan Kementerian Kesehatan. Artinya, pasien Blora yang membutuhkan tindakan tertentu tidak selalu harus mencari pelayanan ke luar daerah.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa kesiapan tenaga medis menjadi tantangan serius. Kemenkes bahkan menyebut persoalan tenaga sebagai salah satu masalah terberat setelah alat dipasang. Maka Blora harus belajar dari pengalaman daerah lain.
Jangan sampai alatnya sudah ada, tetapi dokter ahlinya tidak selalu tersedia. Jangan sampai ruang Cathlab sudah siap, tetapi pasien datang terlambat.
Jangan sampai dokter sudah siap, tetapi ambulans dan sistem rujukan belum terintegrasi. Dan jangan sampai semua fasilitas tersedia, tetapi masyarakat belum mampu mengaksesnya karena persoalan pembiayaan.
Karena itu, keberadaan Cathlab seharusnya menjadi momentum untuk membangun Ekosistem Jantung Blora. Sistemnya harus dimulai dari hulu. Puskesmas harus menjadi ujung tombak deteksi dini.
Masyarakat usia produktif dan lanjut usia harus didorong secara rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan dan faktor risiko lainnya. Kemudian ketika ditemukan risiko tinggi, harus ada sistem pemantauan.
