Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isu LPG Langka di Blora Disebut Rekayasa Oknum, Ini Penjelasan Pertamina

A
Penulis: Ali Mustofa❯

KOSONG: LPG di Pangkalan Kaliwangan mengalami kelangkaan stok akibat permintaan meningkat.
KOSONG: LPG di Pangkalan Kaliwangan mengalami kelangkaan stok akibat permintaan meningkat.
BLORA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memberikan klarifikasi terkait kabar kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Blora.


Advertisement

Perusahaan menyebut isu tersebut dipicu oleh ulah oknum yang ingin meraih keuntungan pribadi dengan menciptakan kepanikan di masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di Blora sebenarnya dalam kondisi aman.

Advertisement

Ia menegaskan stok di pangkalan resmi masih mencukupi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, rata-rata setiap pangkalan memiliki sekitar 20 hingga 30 tabung kosong sesuai alokasi yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi LPG subsidi masih berjalan normal.

Advertisement

Taufiq mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram langsung di pangkalan resmi Pertamina yang ditandai dengan plang hijau.

Untuk mengetahui lokasi pangkalan terdekat, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pertamina melalui PTM.id/infoLPG3KG dan mencari titik distribusi sesuai wilayah tempat tinggal.

Ia menjelaskan, kabar kelangkaan LPG 3 kilogram kerap muncul akibat upaya pihak tertentu yang sengaja menciptakan kesan pasokan terbatas agar harga jual meningkat.

Fenomena tersebut disebut sering terjadi di wilayah perbatasan, termasuk Blora dan Rembang.

“Oknum ingin harga LPG naik dengan menciptakan situasi seolah-olah langka, padahal stok di pangkalan sebenarnya tersedia,” ujarnya.

Taufiq menambahkan, seluruh pangkalan LPG 3 kilogram melayani pembelian langsung dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik dan tetap membeli di pangkalan resmi.

Ia menekankan bahwa kepanikan justru dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menaikkan harga di pasaran.

Jika masyarakat tetap bertransaksi di pangkalan resmi, stabilitas harga dapat terjaga.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, serta selalu memastikan pembelian dilakukan melalui jalur distribusi resmi guna menghindari praktik penjualan tidak wajar. (ari)

Advertisement

Artikel Terkait

HUT ke-81, PMI Kudus Gelar Rangkaian Kegiatan Peduli Bergerak Bersama

HUT ke-81, PMI Kudus Gelar Rangkaian Kegiatan Peduli Bergerak Bersama

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus siap meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 dengan sederet agenda sosial dan kemanusiaan.

Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI BO Rembang Hadirkan Apresiasi dan Layanan Sepenuh Hati untuk Nasab

Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI BO Rembang Hadirkan Apresiasi dan Layanan Sepenuh Hati untuk Nasab

Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi BRI BO Rembang untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah.

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 Agustus, Ada yang Rp14.950 per Liter

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 Agustus, Ada yang Rp14.950 per Liter

Harga BBM menjadi salah satu informasi yang cukup penting bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang ingin menghitung kebutuhan bahan bakar sebelum bepergian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer