alexametrics
26.9 C
Kudus
Saturday, January 22, 2022

Wabup Blora Ingin Perajin Batik Gunakan Ikon Lokal

BLORA Puluhan perajin, guru, dan pelajar digembleng pelatihan desain batik di Gedung Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora kemarin. Hal itu untuk meningkatkan keahlian peserta.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati berharap ikon-ikon Blora bisa jadi bahan inspirasi batik Blora. Misal daun jati atau hal lainnya.

Ada 30 peserta yang mengikuti acara itu. Mereka dari perajin batik dan siswa-siswa SMK.

Plt Kepala Dindagkop UKM Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengungkapkan kegiatan ini hasil kerja sama dinasnya dengan Universitas Semarang. Setelah kegiatan ini diharapkan UMKM di Blora bisa naik kelas.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati mengaku Pemerintah Kabupaten Blora berupaya untuk mendukung produk batik-batik dari Blora. Selain sebagai pakaian ASN, kepala daerah turut mempromosikan batik dari Blora ke daerah-daerah lainnya.

“Saya menyambut baik adanya pelatihan ini. Di tengah pandemi ini yang dibutuhkan inovasi. Harapannya, ilmu-ilmu dapat diserap peserta,” terang Wabup.

Harapannya, hasil pelatihan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan skill kompetensi. Khususnya terkait desain batik. Sehingga dapat menjadi bekal ke depannya. ”Pelatihan ini bisa jadi bekal adik-adik siswa sudah lulus. Karena di luar nanti persaingan akan ketat,” tambahnya.

Baca Juga :  Geledah Dindagkop-UKM Blora Tiga Jam, Kejari Bawa Dua Boks Dokumen

Wabup menjelaskan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat, pegawai di Pemkab Blora juga memakai batik. Sementara setiap kegiatan luar kota, juga wajib memakai batik dari produk Kabupaten Blora. ”Kami selalu memakai dan itu menjadi kebanggan kami dan oleh-oleh yang setiap kami berkunjung kami bawakan batik dari Blora,” tambahnya.

Prof Kesi Wijayanti, salah satu narasumber, menjelaskan pelatihan tersebut menghadirkan tim desainer dari Bandung. Mulai workshop pelatihan, simulasi langsung, dan pembelajaran berbasis produksi batik. Termasuk mendorong kreativitas dari perajin maupun para pelajar mengangkat lokalitas Blora dalam desain desain batik. “Harapannya, batik dari Blora semakin dikenal luas dan dapat berkontribusi pada kemajuan para pelaku UMKM,” harapnya. (sub/zen)






Reporter: Subekan

BLORA Puluhan perajin, guru, dan pelajar digembleng pelatihan desain batik di Gedung Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora kemarin. Hal itu untuk meningkatkan keahlian peserta.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati berharap ikon-ikon Blora bisa jadi bahan inspirasi batik Blora. Misal daun jati atau hal lainnya.

Ada 30 peserta yang mengikuti acara itu. Mereka dari perajin batik dan siswa-siswa SMK.

Plt Kepala Dindagkop UKM Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengungkapkan kegiatan ini hasil kerja sama dinasnya dengan Universitas Semarang. Setelah kegiatan ini diharapkan UMKM di Blora bisa naik kelas.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati mengaku Pemerintah Kabupaten Blora berupaya untuk mendukung produk batik-batik dari Blora. Selain sebagai pakaian ASN, kepala daerah turut mempromosikan batik dari Blora ke daerah-daerah lainnya.

“Saya menyambut baik adanya pelatihan ini. Di tengah pandemi ini yang dibutuhkan inovasi. Harapannya, ilmu-ilmu dapat diserap peserta,” terang Wabup.

Harapannya, hasil pelatihan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan skill kompetensi. Khususnya terkait desain batik. Sehingga dapat menjadi bekal ke depannya. ”Pelatihan ini bisa jadi bekal adik-adik siswa sudah lulus. Karena di luar nanti persaingan akan ketat,” tambahnya.

Baca Juga :  Hari (Yang Benar-Benar) Batik

Wabup menjelaskan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat, pegawai di Pemkab Blora juga memakai batik. Sementara setiap kegiatan luar kota, juga wajib memakai batik dari produk Kabupaten Blora. ”Kami selalu memakai dan itu menjadi kebanggan kami dan oleh-oleh yang setiap kami berkunjung kami bawakan batik dari Blora,” tambahnya.

Prof Kesi Wijayanti, salah satu narasumber, menjelaskan pelatihan tersebut menghadirkan tim desainer dari Bandung. Mulai workshop pelatihan, simulasi langsung, dan pembelajaran berbasis produksi batik. Termasuk mendorong kreativitas dari perajin maupun para pelajar mengangkat lokalitas Blora dalam desain desain batik. “Harapannya, batik dari Blora semakin dikenal luas dan dapat berkontribusi pada kemajuan para pelaku UMKM,” harapnya. (sub/zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru