25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Tegas! Bupati Blora Minta “Iuran” Penerima BLT di Desa Keser Dikembalikan

BLORA – Blora kembali digegerkan dengan video pengumpulan “iuran” dari para penerima BLT Dana Desa beberapa waktu lalu. Video yang viral di jagat maya itu sampai juga di Bupati Blora Arief Rohman. Mendengar kabar itu, Bupati langsung turun lapangan ke Desa Keser, Tunjungan, Senin (26/9).

Sesampainya di kantor desa setempat, Bupati langsung memerintahkan untuk mengembalikan iuran yang ditarik tersebut. Tak hanya itu, pihak yang terlibat akan segera dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

“Begitu menerima laporan kejadian di Keser, saya dan rombongan langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti,’’ tegas Bupati


Kepada warga penerima BLT, Bupati Arief menegaskan bahwa iuran dari bantuan langsung tunai tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab, bantuan tersebut adalah hak penerima yang sudah terdata sebelumnya.

“ini adalah hak panjenengan. Ketika ada yang ‘minta’ iuran, arisan atau apapun, itu tidak dibenarkan! Untuk itu, saat ini juga (Senin (26/9), Red) kita minta bisa dikembalikan ke panjenengan semua,” tegas Bupati saat sidak di kantor desa setempat.

Pihaknya juga meninjau proses pengembalian uang hasil iuran yang kepada warga penerima BLT di Balai Desa setempat. Bupati Arief juga mengungkapkan, bahwa Polres Blora melalui Saber Pungli akan tetap meminta keterangan kepada pihak-pihak yang terlibat. Hal itu dimaksudkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Nantinya, lanjut bupati, tim saber pungli polres akan terus berkoordinasi dengan inspektorat, dan kejaksaan.

Baca Juga :  Blora Siap Gelar Pilkades Serentak pada November

“Jadi intinya Pak Kapolres akan tetap panggil untuk mintai keterangan, apakah ada unsur dan sebagainya. Nanti lebih lanjut tim akan bekerja, dan kita minta tim saber pungli untuk proaktif menerima masukan dari masyarakat dan menindaklanjuti kalau ada laporan laporan,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini juga meminta kepada semua pihak untuk melaporkan apabila menemukan hal serupa di lapangan. Khususnya berkaitan dengan pemotongan bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Kompol Christian Chrisye mengatakan, pihak yang terlibat di iuran terhadap penerima BLT di Desa Keser akan dilakukan pendalaman oleh kepolisian. Pihaknya mengingatkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kita akan dalami niatnya seperti apa. Kalau kita dapati nanti niatnya memang untuk pembangunan walaupun istilahnya uangnya sudah dikembalikan, kita akan lakukan pembinaan dengan inspektorat. Pembinaan dalam bentuk mengarahkan para pejabat di desa agar mengetahui aturan-aturannya,” ungkap Wakapolres.

Disampaikannya, bahwa adanya anggaran untuk bantuan tersebut harus sesuai dengan peruntukannya. Ketika tidak sesuai dengan peruntukan, diambil, itu sudah menyelewengkan anggaran. “Nanti bisa masuk pungli atau korupsi,” tegasnya. (adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Blora kembali digegerkan dengan video pengumpulan “iuran” dari para penerima BLT Dana Desa beberapa waktu lalu. Video yang viral di jagat maya itu sampai juga di Bupati Blora Arief Rohman. Mendengar kabar itu, Bupati langsung turun lapangan ke Desa Keser, Tunjungan, Senin (26/9).

Sesampainya di kantor desa setempat, Bupati langsung memerintahkan untuk mengembalikan iuran yang ditarik tersebut. Tak hanya itu, pihak yang terlibat akan segera dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

“Begitu menerima laporan kejadian di Keser, saya dan rombongan langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti,’’ tegas Bupati

Kepada warga penerima BLT, Bupati Arief menegaskan bahwa iuran dari bantuan langsung tunai tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab, bantuan tersebut adalah hak penerima yang sudah terdata sebelumnya.

“ini adalah hak panjenengan. Ketika ada yang ‘minta’ iuran, arisan atau apapun, itu tidak dibenarkan! Untuk itu, saat ini juga (Senin (26/9), Red) kita minta bisa dikembalikan ke panjenengan semua,” tegas Bupati saat sidak di kantor desa setempat.

Pihaknya juga meninjau proses pengembalian uang hasil iuran yang kepada warga penerima BLT di Balai Desa setempat. Bupati Arief juga mengungkapkan, bahwa Polres Blora melalui Saber Pungli akan tetap meminta keterangan kepada pihak-pihak yang terlibat. Hal itu dimaksudkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Nantinya, lanjut bupati, tim saber pungli polres akan terus berkoordinasi dengan inspektorat, dan kejaksaan.

Baca Juga :  Validasi Diperketat, Pasar Rakyat Blok D Sido Makmur Blora Sepi Peminat

“Jadi intinya Pak Kapolres akan tetap panggil untuk mintai keterangan, apakah ada unsur dan sebagainya. Nanti lebih lanjut tim akan bekerja, dan kita minta tim saber pungli untuk proaktif menerima masukan dari masyarakat dan menindaklanjuti kalau ada laporan laporan,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini juga meminta kepada semua pihak untuk melaporkan apabila menemukan hal serupa di lapangan. Khususnya berkaitan dengan pemotongan bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Kompol Christian Chrisye mengatakan, pihak yang terlibat di iuran terhadap penerima BLT di Desa Keser akan dilakukan pendalaman oleh kepolisian. Pihaknya mengingatkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kita akan dalami niatnya seperti apa. Kalau kita dapati nanti niatnya memang untuk pembangunan walaupun istilahnya uangnya sudah dikembalikan, kita akan lakukan pembinaan dengan inspektorat. Pembinaan dalam bentuk mengarahkan para pejabat di desa agar mengetahui aturan-aturannya,” ungkap Wakapolres.

Disampaikannya, bahwa adanya anggaran untuk bantuan tersebut harus sesuai dengan peruntukannya. Ketika tidak sesuai dengan peruntukan, diambil, itu sudah menyelewengkan anggaran. “Nanti bisa masuk pungli atau korupsi,” tegasnya. (adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru

/