Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Hari Jadi Blora, Pemkab Gelar Ritual Jamasan Pusaka Bernilai Sejarah

R

 

DIBERSIHKAN: Bupati Blora Arief Rohman (kanan) menyerahkan pusaka Pemerintah Kabupaten Blora Keris Kiai Bismo kepada panitia penjamasan untuk dijamas kemarin.
DIBERSIHKAN: Bupati Blora Arief Rohman (kanan) menyerahkan pusaka Pemerintah Kabupaten Blora Keris Kiai Bismo kepada panitia penjamasan untuk dijamas kemarin.


Advertisement

BLORA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) kembali melaksanakan prosesi jamasan atau pencucian pusaka milik daerah pada Kamis kemarin.

Dalam tradisi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan Keris Kiai Bismo beserta sejumlah pusaka lainnya kepada panitia untuk dibersihkan.

Sebelum prosesi dimulai, masyarakat dan jajaran pemerintah menggelar selamatan dengan menyajikan tumpeng, aneka jajan pasar, bubur merah, ingkung ayam, dan sayur lodeh sebagai bagian dari rangkaian adat.

Bupati Arief Rohman menjelaskan bahwa jamasan pusaka merupakan tradisi sarat makna yang menjadi bagian penting dari peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora.

“Ritual ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap adat, tetapi juga wujud menjaga dan merawat warisan leluhur serta nilai-nilai sejarah yang telah mengakar di Blora,” ujarnya.

Advertisement

Melalui prosesi ini, ia menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam melestarikan jejak budaya, sebab pusaka-pusaka tersebut menjadi bukti perjalanan panjang Blora dari era kerajaan, masa penjajahan, hingga berdirinya republik.

Menurutnya, merawat pusaka tidak sekadar menjaga benda, tetapi juga merawat identitas, jati diri, serta memperkuat rasa persatuan masyarakat Blora.

Mas Arief—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa tema Hari Jadi Blora tahun ini adalah “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur”, yang mengandung pesan penting tentang persatuan, kerukunan, serta kerja sama dalam membangun daerah agar semakin sejahtera dan berkeadilan.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat—baik generasi muda, tokoh masyarakat, ASN, hingga pelajar—untuk menjadikan momen jamasan ini sebagai pengingat akan perjuangan para pendahulu, sekaligus dorongan untuk memperkuat gotong royong demi kemajuan Blora.

“Semoga dengan perawatan pusaka dan semangat kebersamaan, Kabupaten Blora semakin aman, maju, dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Prosesi pencucian Keris Kiai Bismo serta pusaka lain dilakukan di Pendapa Kabupaten Blora oleh petugas khusus setelah pusaka diambil dari ruang penyimpanan.

Keris Kiai Bismo sendiri merupakan peninggalan bupati-bupati Blora terdahulu yang diwariskan kepada pemimpin berikutnya.

Berbagai perlengkapan jamasan disiapkan, mulai dari bunga setaman yang terdiri atas mawar merah, mawar putih, melati, kenanga, dan kanthil.

Selain itu, digunakan pula minyak wangi berbahan melati atau cendana, jeruk nipis atau belimbing wuluh, nampan, dupa, kelapa, kain mori, tikar, serta sikat gigi baru.

Usai dibersihkan, pusaka kemudian dijemur dalam waktu tertentu sebelum dikembalikan ke tempat penyimpanan. (tos)

 

Advertisement

Artikel Terkait

High Level Meeting, Bupati Grobogan Minta Transaksi Pemkab Tak Lagi Manual

High Level Meeting, Bupati Grobogan Minta Transaksi Pemkab Tak Lagi Manual

HLM, Bupati Grobogan Minta Transaksi Pemkab Tak Lagi Manual

Bupati Kudus Sam’ani: Usut Tuntas Pelaku Pembacokan Siswa SMK

Bupati Kudus Sam’ani: Usut Tuntas Pelaku Pembacokan Siswa SMK

Korban pembacokan siswa SMK berinisial M, masih dalam perawatan intensif di ruang PICU-NICU RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Benyamin S Award diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah. Memasuki tahun kedua pada 2026, sebanyak 52 kelurahan mengikuti seleksi hingga terpilih 10 finalis yang menjalani penjurian akhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer