Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerugian Akibat Bencana Alam di Blora Capai Rp 25 Miliar

A

 


Advertisement

BENCANA: Banjir yang terjadi pasca hujan berhari-hari di Kabupaten Blora dan kecamatan terdampak di Kecamatan Kunduran dan Ngawen pertengahan tahun lalu.
BENCANA: Banjir yang terjadi pasca hujan berhari-hari di Kabupaten Blora dan kecamatan terdampak di Kecamatan Kunduran dan Ngawen pertengahan tahun lalu.

BLORA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat selama kurang lebih satu tahun, bencana yang terjadi mengakibatkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah. Periode bencana tersebut dimulai Oktober hingga November.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyowati menyampaikan, perkembangan kejadian bencana selama satu tahun terakhir. Berdasarkan data sejak Oktober 2024 hingga November 2025.

Advertisement

“Bencana itu meliputi banjir 10 kejadian, angin kencang 39 kejadian, tanah longsor 24 kejadian, kerugian ditaksir mencapai Rp24,932 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut, ‎Mulyowati menyebut bahwa terjadi peningkatan baik jumlah kejadian maupun dampak dibanding periode musim hujan sebelumnya. Umumnya, kejadian yang terjadi baru-baru ini, seperti bencana angin puting beliung yang sempat terjadi di Kecamatan Jati.

"Kemarin baru-baru saja terjadi kan bencana angin puting beliung yang ada di Jati.

Advertisement

Dengan rumah-rumah yang luar biasa terdampak, kerugian sampai angka Rp 15 miliar, itu yang terbanyak kemarin,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumah-rumah yang terkena angin puting beliung kemarin itu Oktober hanya di Kecamatan Jati itu. Oleh karena itu, Mulyowati meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, lantaran saat ini memasuki puncak musim penghujan.

“Kami imbau, agar masyarakat lebih waspada. Karena hujan biasanya disertai dengan angin kencang.Kalau ada kedaruratan bencana segera hubungi kami," paparnya.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, kepada seluruh jajaran lintas sektoral baik BPBD,Polri dan TNI untuk saling membantu dan mengantisipasi adanya bencana. Hal-hal kecil seperti membersihkan sungai, gorong-gorong dibersihkan, dan pohon yang sudah tua harus dibersihkan.

“Kami harus mengantisipasi lereng-lereng tebing yang berpotensi longsor,” ungkapnya. (ari)

Advertisement

Artikel Terkait

Greenpeace Bentangkan Spanduk Protes di Bundaran HI, Inaya Wahid Ungkap Keterlibatannya

Greenpeace Bentangkan Spanduk Protes di Bundaran HI, Inaya Wahid Ungkap Keterlibatannya

Inayah Wulandari Wahid yang akrab disapa Inaya Wahid, menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat dalam perjuangan kebangsaan.

Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi

Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi

Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Banjir Berulang di Grobogan, Hulu hingga Drainase Disorot

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer