alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Ini Sederet Alasan Setyadji Dipecat Dari Gerindra Blora

BLORA – Teka-teki penyebab pemecatan Setyadji, salah satu pengurus DPC Partai Gerindra oleh DPP Partai Gerindra akhirnya terkuak. Hal itu diungkapkan oleh Jayadi, Ketua DPC Partai Gerindra Blora.

Jayadi mengungkapkan, banyak alasan pemberhentian Setyadji dari partai Gerindra. Mulai dari melanggar AD/ART terkait tindakan indisipliner, tidak mengikuti setiap rangkaian kegiatan Partai yang diadakan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, hingga tidak melaksanakan kewajiban sumbangan penghasilan anggota DPRD selama 13 kali.

”Dia melanggar AD/ART Partai Gerindra dan tidak loyal terhadap Partai. Kalau besaran iurannya Rp 5 juta tiap bulan,” terangnya.


Jayadi menambahkan, Setyadji sebelumnya juga sudah diberi surat peringatan dua kali oleh majlis kehormatan DPP Partai Gerindra. Itu terkait kewajiban membayar sumbangan penghasilan anggota DPRD.

Baca Juga :  Serahkan Laporan Keuangan, Pemkab Capai Sewindu Wajar Tanpa Pengecualian

“Persidangan di DPP Partai Gerindra oleh majelis kehormatan partai dilaksanakan dua kali. Hasilnya, diputuskan untuk dilaksanakan pergantian antar waktu (PAW),” jelasnya.

Karena sudah diberhentikan dari keanggotaan partai, otomatis hak-haknya hilang. Termasuk keanggotaan jadi DPRD. “Ini proses PAW. Sebab kalau sudah dikeluarkan dari partai sudah tidak jadi DPRD. Hak-haknya hilang. Tapi kalau ada gugatan, statusnya tetap masih jadi DPRD. Belum bisa di-PAW sampai proses hukum selesai,” imbuhnya.

Sebelumnya, Setyadji membenarkan pemecatan dirinya dari partai berlambang burung garuda itu. Surat pemecatan telah diterimanya secara langsung. Pihaknya pun dalam waktu dekat akan melakukan upaya hukum.

“Kalau partai tidak menghendaki ya sudah. Intinya Gerindra tidak mau memakai saya,” terangnya.






Reporter: Subekan

BLORA – Teka-teki penyebab pemecatan Setyadji, salah satu pengurus DPC Partai Gerindra oleh DPP Partai Gerindra akhirnya terkuak. Hal itu diungkapkan oleh Jayadi, Ketua DPC Partai Gerindra Blora.

Jayadi mengungkapkan, banyak alasan pemberhentian Setyadji dari partai Gerindra. Mulai dari melanggar AD/ART terkait tindakan indisipliner, tidak mengikuti setiap rangkaian kegiatan Partai yang diadakan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, hingga tidak melaksanakan kewajiban sumbangan penghasilan anggota DPRD selama 13 kali.

”Dia melanggar AD/ART Partai Gerindra dan tidak loyal terhadap Partai. Kalau besaran iurannya Rp 5 juta tiap bulan,” terangnya.

Jayadi menambahkan, Setyadji sebelumnya juga sudah diberi surat peringatan dua kali oleh majlis kehormatan DPP Partai Gerindra. Itu terkait kewajiban membayar sumbangan penghasilan anggota DPRD.

Baca Juga :  Ketua Ormas PP Blora Bantah Premanisme meski Sudah Ada Tersangka

“Persidangan di DPP Partai Gerindra oleh majelis kehormatan partai dilaksanakan dua kali. Hasilnya, diputuskan untuk dilaksanakan pergantian antar waktu (PAW),” jelasnya.

Karena sudah diberhentikan dari keanggotaan partai, otomatis hak-haknya hilang. Termasuk keanggotaan jadi DPRD. “Ini proses PAW. Sebab kalau sudah dikeluarkan dari partai sudah tidak jadi DPRD. Hak-haknya hilang. Tapi kalau ada gugatan, statusnya tetap masih jadi DPRD. Belum bisa di-PAW sampai proses hukum selesai,” imbuhnya.

Sebelumnya, Setyadji membenarkan pemecatan dirinya dari partai berlambang burung garuda itu. Surat pemecatan telah diterimanya secara langsung. Pihaknya pun dalam waktu dekat akan melakukan upaya hukum.

“Kalau partai tidak menghendaki ya sudah. Intinya Gerindra tidak mau memakai saya,” terangnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/