alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Sering Hujan, Pembangunan TPA Temurejo di Blora Terkendala

BLORA – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temurejo, Kabupaten Blora terus dikebut. Hingga kemarin, progresnya mencapai 48 persen. Kendalanya, hujan sering turun.

Pembangunan sendiri berupa zona landfill, pembangunan kolam IPL, bangunan perkantoran, jembatan timbang, jalan operasional dan sarana prasarana penunjang lainnya itu bersumber dari APBN. Nilainya Rp 11,9 Miliar. Dikerjakan oleh  PT. Ardi Tekindo Persoda yang beralamat di jalan Gayungsari VII Nomor 12, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Waktu pelaksanaan 240 hari kalender.

Pelaksana Proyek, Syaiful mengaku, pekerjaan masih terkait IPL, drainase, jalan operasional, jembatan timbang, hanggar untuk garasi alat berat.


“Karena cuaca, jadi masih terhalang. Macet tak bisa kerja. Landfill dan pemadatan tidak bisa dikerjakan. Yang berhubungan dengan tanah stagnan,” tambahnya.

Meski begitu, pekerjaan yang bentuknya gali-menggali masih bisa berjalan. Hanya, saat digali, tanah jadi lengket. Akibatnya, pencapaian pekerjaan pada hari itu rendah.

“Kita juga melakukan penambahan tenaga kerja. Orang lokal 5-6 orang. Tenaga dari luar 1 orang. Ini untuk mempercepat pekerjaan. Nanti juga akan mendatangkan tenaga skil 4 orang dari kementrian sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Terbang Pakai Citilink: Mudah, Cepat, Nyaman

Pihaknya pun berharap tidak turun hujan terlebih dahulu. Atau, saat hujan di sekitar TPA saja. Sehingga pekerjaan bisa lancar dan tidak terkendala cuaca.

“Untuk material, tenaga kerja masih aman dan lancar,” tambahnya.

Targetnya, dua bulan kedepan projek pekerjaan mencapai 70 persen. Supaya persiapan finishing tidak terhambat.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengungkapkan, pembangunan TPA Modern dari anggaran Kementrian Pekerjaan umum. Harapannya, dengan menjadi pengolahan TPA yang lebih modern seluruh jenis sampah bisa diolah semua. Tidak ada yang terbuang, termasuk jadi pupuk kompos dan lainnya.

“Kita ingin TPA ini jadi tempat wisata edukasi untuk anak-anak kita. Belajar sampah, belajar pupuk kompos dan lainnya bisa disaksikan disini. Untuk itu tahun ini dibangun,” tegasnya. (zen)






Reporter: Subekan

BLORA – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temurejo, Kabupaten Blora terus dikebut. Hingga kemarin, progresnya mencapai 48 persen. Kendalanya, hujan sering turun.

Pembangunan sendiri berupa zona landfill, pembangunan kolam IPL, bangunan perkantoran, jembatan timbang, jalan operasional dan sarana prasarana penunjang lainnya itu bersumber dari APBN. Nilainya Rp 11,9 Miliar. Dikerjakan oleh  PT. Ardi Tekindo Persoda yang beralamat di jalan Gayungsari VII Nomor 12, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Waktu pelaksanaan 240 hari kalender.

Pelaksana Proyek, Syaiful mengaku, pekerjaan masih terkait IPL, drainase, jalan operasional, jembatan timbang, hanggar untuk garasi alat berat.

“Karena cuaca, jadi masih terhalang. Macet tak bisa kerja. Landfill dan pemadatan tidak bisa dikerjakan. Yang berhubungan dengan tanah stagnan,” tambahnya.

Meski begitu, pekerjaan yang bentuknya gali-menggali masih bisa berjalan. Hanya, saat digali, tanah jadi lengket. Akibatnya, pencapaian pekerjaan pada hari itu rendah.

“Kita juga melakukan penambahan tenaga kerja. Orang lokal 5-6 orang. Tenaga dari luar 1 orang. Ini untuk mempercepat pekerjaan. Nanti juga akan mendatangkan tenaga skil 4 orang dari kementrian sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  UMK Kabupaten Blora Naik Cuma Rp 11 Ribu

Pihaknya pun berharap tidak turun hujan terlebih dahulu. Atau, saat hujan di sekitar TPA saja. Sehingga pekerjaan bisa lancar dan tidak terkendala cuaca.

“Untuk material, tenaga kerja masih aman dan lancar,” tambahnya.

Targetnya, dua bulan kedepan projek pekerjaan mencapai 70 persen. Supaya persiapan finishing tidak terhambat.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengungkapkan, pembangunan TPA Modern dari anggaran Kementrian Pekerjaan umum. Harapannya, dengan menjadi pengolahan TPA yang lebih modern seluruh jenis sampah bisa diolah semua. Tidak ada yang terbuang, termasuk jadi pupuk kompos dan lainnya.

“Kita ingin TPA ini jadi tempat wisata edukasi untuk anak-anak kita. Belajar sampah, belajar pupuk kompos dan lainnya bisa disaksikan disini. Untuk itu tahun ini dibangun,” tegasnya. (zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/