alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Sambut Hari Anak, Ikatan Wanita Bank Jateng Blora Berbagi Kebahagiaan kepada ABK

BLORA – SLB Ceria Mandiri Blora menerima kunjungan dari ikatan wanita BPD Bank Jateng cabang Blora kemarin (22/7). Kunjungan itu ditujukan untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekaligus sebagai kegiatan untuk menyambut Hari Anak Nasional hari ini.

Ketua ikatan wanita BPD Bank Jateng Noor Fauziati mengaku memilih berbagi kebahagiaan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di SLB ini karena merasa anak-anak ini masih kurang diperhatikan oleh berbagai pihak.

“Kalau anak-anak biasa, atau anak yatim, biasanya sudah ada porsinya,” katanya.


Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus itu juga merupakan amanah dari Allah yang dititipkan kepada orang tuanya. Sehingga pendidikan terhadap anak-anak menurutnya akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat.

“Kita ingin agar anak-anak berkebutuhan khusus, terutama kalau di SLB Ceria Mandiri Blora banyak anak yang berketunaan Autis, namun ada juga ketunaan dengan hambatan yang lain, bisa lebih diperhatikan oleh berbagai pihak.  Ibu-ibu guru di sini dengan sabar mendidik, membersamai, dan berusaha untuk mempola bina dirinya agar terbangun kemandiriannya menjadi anak generasi penerus bangsa yang bisa bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” ungkap perempuan yang bisa disapa dengan Nyonya Aqum Salimi itu.

Sementara itu, Kepala SLB Ceria Mandiri Blora Farida Nursanti mengaku bahagia atas kunjungan dari Ikatan Wanita Bank Jateng itu. Pihaknya berharap, kepedulian terhadap SLB berstatus swasta ini dapat memacu semangat dari berbagai instansi lain untuk lebih memperhatikan SLB.

“Usaha Kita ini adalah upaya membantu pemerintah dalam mendidik anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus yang merupakan putra putri daerah yang ada di kabupaten Blora . Sehingga, tanpa adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, dari berbagai macam pihak atau instansi terkait, kiranya swasta tidak mungkin terdengar,” harap Farida.

Baca Juga :  Duka Mendalam, Pilot Jet Tempur TNI AU yang Jatuh di Blora Tinggalkan Istri dan Anak Balita
AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS

Dia menjelaskan, sekolah yang terletak di Jl. Karang Taruna no.14 Jetis, Blora, itu memberikan dua jenis pelayanan utama. Khususnya untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu.

“Di sini (SLB Ceria Mandiri, Red) itu, intinya mengkolaborasikan antara edukasi dan stimulasi. Jadi Anak-anak terlayani all in dalam satu tempat,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Stimulasi untuk tumbuh kembang ABK terutama Autis menurutnya merupakan kebutuhan utama bagi  autisi. Membangun fokus dan membuang hiperaktif bagi autisi tersebut adalah langkah awal yang sangat penting sebelum kita bangun wicaranya.

“Dalam memberikan instruksi (perintah , Red), harus tegas dan jelas jangan bertele-tele karena itu nanti akan membuat delay dan tidak akan dimengerti sehingga kemampuan wicaranya pun terganggu.jenengan ngomong keras pun tidak bisa, wong dia masih hiperaktif,lari-lari semaunya tanpa tau maksudnya apa. Belum duduk tenang. Belum bisa fokus,” jelas Farida.

Setelah anak bisa tenang dan sudah terbangun kefokusannya, anak-anak tersebut baru diberikan edukasi oleh guru kelas masing-masing. “Stimulasi itu lebih bertujuan menyelaraskan fungsi otak dan anggota gerak tubuh,” imbuhnya.

Dia juga berharap agar sekolah yang dipimpinnya bisa berkiprah dalam memberikan layanan bagi ABK terutama Autis dan membuka minset orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar lebih memahami anaknya . Dalam rangka Hari Anak Nasional saya ingin mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), apalagi jika anak tersebut berusia sekolah.Ortu tidak lagi malu memiliki yang memiliki kemampuan khusus namun akan lebih memperhatikan tumbuh kembangnya.Dengan begitu sekolah dan ortu bisa saling bersinergi dalam perkembangan anak,” lanjutnya. (cha)

BLORA – SLB Ceria Mandiri Blora menerima kunjungan dari ikatan wanita BPD Bank Jateng cabang Blora kemarin (22/7). Kunjungan itu ditujukan untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekaligus sebagai kegiatan untuk menyambut Hari Anak Nasional hari ini.

Ketua ikatan wanita BPD Bank Jateng Noor Fauziati mengaku memilih berbagi kebahagiaan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di SLB ini karena merasa anak-anak ini masih kurang diperhatikan oleh berbagai pihak.

“Kalau anak-anak biasa, atau anak yatim, biasanya sudah ada porsinya,” katanya.

Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus itu juga merupakan amanah dari Allah yang dititipkan kepada orang tuanya. Sehingga pendidikan terhadap anak-anak menurutnya akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat.

“Kita ingin agar anak-anak berkebutuhan khusus, terutama kalau di SLB Ceria Mandiri Blora banyak anak yang berketunaan Autis, namun ada juga ketunaan dengan hambatan yang lain, bisa lebih diperhatikan oleh berbagai pihak.  Ibu-ibu guru di sini dengan sabar mendidik, membersamai, dan berusaha untuk mempola bina dirinya agar terbangun kemandiriannya menjadi anak generasi penerus bangsa yang bisa bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” ungkap perempuan yang bisa disapa dengan Nyonya Aqum Salimi itu.

Sementara itu, Kepala SLB Ceria Mandiri Blora Farida Nursanti mengaku bahagia atas kunjungan dari Ikatan Wanita Bank Jateng itu. Pihaknya berharap, kepedulian terhadap SLB berstatus swasta ini dapat memacu semangat dari berbagai instansi lain untuk lebih memperhatikan SLB.

“Usaha Kita ini adalah upaya membantu pemerintah dalam mendidik anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus yang merupakan putra putri daerah yang ada di kabupaten Blora . Sehingga, tanpa adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, dari berbagai macam pihak atau instansi terkait, kiranya swasta tidak mungkin terdengar,” harap Farida.

Baca Juga :  Pabrik Arang di Ngawen Blora Terbakar, Begini Kronologinya
AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS

Dia menjelaskan, sekolah yang terletak di Jl. Karang Taruna no.14 Jetis, Blora, itu memberikan dua jenis pelayanan utama. Khususnya untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu.

“Di sini (SLB Ceria Mandiri, Red) itu, intinya mengkolaborasikan antara edukasi dan stimulasi. Jadi Anak-anak terlayani all in dalam satu tempat,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Stimulasi untuk tumbuh kembang ABK terutama Autis menurutnya merupakan kebutuhan utama bagi  autisi. Membangun fokus dan membuang hiperaktif bagi autisi tersebut adalah langkah awal yang sangat penting sebelum kita bangun wicaranya.

“Dalam memberikan instruksi (perintah , Red), harus tegas dan jelas jangan bertele-tele karena itu nanti akan membuat delay dan tidak akan dimengerti sehingga kemampuan wicaranya pun terganggu.jenengan ngomong keras pun tidak bisa, wong dia masih hiperaktif,lari-lari semaunya tanpa tau maksudnya apa. Belum duduk tenang. Belum bisa fokus,” jelas Farida.

Setelah anak bisa tenang dan sudah terbangun kefokusannya, anak-anak tersebut baru diberikan edukasi oleh guru kelas masing-masing. “Stimulasi itu lebih bertujuan menyelaraskan fungsi otak dan anggota gerak tubuh,” imbuhnya.

Dia juga berharap agar sekolah yang dipimpinnya bisa berkiprah dalam memberikan layanan bagi ABK terutama Autis dan membuka minset orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar lebih memahami anaknya . Dalam rangka Hari Anak Nasional saya ingin mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), apalagi jika anak tersebut berusia sekolah.Ortu tidak lagi malu memiliki yang memiliki kemampuan khusus namun akan lebih memperhatikan tumbuh kembangnya.Dengan begitu sekolah dan ortu bisa saling bersinergi dalam perkembangan anak,” lanjutnya. (cha)


Most Read

Artikel Terbaru