alexametrics
29.8 C
Kudus
Thursday, June 23, 2022

Sepuluh Tahun Rusak, Warga Banjarejo Blora Perbaiki Jalan Sendiri

BLORA – Sejumlah warga Dukuh Pruntusan, Desa Kebonrejo, Banjarejo, berinisiatif menutup lubang-lubang jalan kabupaten di desanya. Mereka berusaha memperbaiki jalan dengan menutup lubang-lubang besar menggunakan aspal yang masih ada di pinggir jalan.

Baca Juga : Lima Ribu Honorer bakal Dihapus, Pemkab Blora Petakan Data untuk Cari Solusi

Sukirno, salah satu inisiator kerja gotong royong itu mengatakan, mereka melakukan itu karena merasa miris dengan banyak lubang besar di tengah jalan. ”Saya dan teman-teman warga lain kasihan dengan banyak mobil yang menjadi korban. Bahkan, ada yang temangsang (tersangkut) hingga tidak bisa jalan. Saking dalamnya lubang. Mencapai setengah meter mungkin,” jelasnya.


Dia bersama Suparjo dan beberapa masyarakat lain mengaku melakukan pekerjaan itu atas inisiatif bersama. Tanpa adanya perintah dari siapapun. Pekerjaan itu sudah dilakukan selama tiga hari. Sejak Minggu (19/6) hingga Selasa lalu.

”Kami inisiatif mengerjakan tanpa ada yang menyuruh. Tidak ada bayaran juga. Mulai mengerjakan Minggu sampai Selasa (19 Juni hingga 21 Juni, Red). Rabu (22/6) libur dulu. Capek,” ucap Sukirno.

Baca Juga :  Pasutri Oknum Polisi di Blora Korupsi Rp 3 M Dijebloskan ke Penjara

Diketahui, pada ruas Jalan Karangtalun-Kembang memang terdapat banyak lubang besar di tengah jalan. Ukurannya bervariasi. Mulai dari 1 meter hingga 6 meter. Kedalamannya mencapai hampir 50 sentimeter.

Akibat rusaknya jalan itu, Suparjo mengaku banyak orang menjadi korban. Baik kendaraan mobil, truk, atau motor. Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga Desa Banjarejo untuk menuju Kecamatan Tunjungan. Baik untuk sekolah, bekerja, atau untuk aktivitas lain.

”Rencananya akan kami teruskan sampai perempatan Karangtalun. Kemarin mulai dari Kembang. Saat ini baru sampai di depan Kantor Desa Kebonrejo,” ungkap pria yang sering disapa Mbah Bejo itu.

Kepala Dusun Pruntusan Purwanto mengaku, jalan tersebut memang sudah rusak sejak lebih dari 10 tahun lalu. Dia mengapresiasi inisiatif warga-warga tersebut dengan cara menyediakan minuman dan makanan.

”Kami hanya bisa memberi es dan jajanan atau makanan seadanya. Kabarnya sih (jalan) akan dibangun tahun depan,” jelas Purwanto. (cha/lin)

BLORA – Sejumlah warga Dukuh Pruntusan, Desa Kebonrejo, Banjarejo, berinisiatif menutup lubang-lubang jalan kabupaten di desanya. Mereka berusaha memperbaiki jalan dengan menutup lubang-lubang besar menggunakan aspal yang masih ada di pinggir jalan.

Baca Juga : Lima Ribu Honorer bakal Dihapus, Pemkab Blora Petakan Data untuk Cari Solusi

Sukirno, salah satu inisiator kerja gotong royong itu mengatakan, mereka melakukan itu karena merasa miris dengan banyak lubang besar di tengah jalan. ”Saya dan teman-teman warga lain kasihan dengan banyak mobil yang menjadi korban. Bahkan, ada yang temangsang (tersangkut) hingga tidak bisa jalan. Saking dalamnya lubang. Mencapai setengah meter mungkin,” jelasnya.

Dia bersama Suparjo dan beberapa masyarakat lain mengaku melakukan pekerjaan itu atas inisiatif bersama. Tanpa adanya perintah dari siapapun. Pekerjaan itu sudah dilakukan selama tiga hari. Sejak Minggu (19/6) hingga Selasa lalu.

”Kami inisiatif mengerjakan tanpa ada yang menyuruh. Tidak ada bayaran juga. Mulai mengerjakan Minggu sampai Selasa (19 Juni hingga 21 Juni, Red). Rabu (22/6) libur dulu. Capek,” ucap Sukirno.

Baca Juga :  Dorong Potensi Peternakan, Pemkab Latih Milenial Beternak di Bengkel Sapi

Diketahui, pada ruas Jalan Karangtalun-Kembang memang terdapat banyak lubang besar di tengah jalan. Ukurannya bervariasi. Mulai dari 1 meter hingga 6 meter. Kedalamannya mencapai hampir 50 sentimeter.

Akibat rusaknya jalan itu, Suparjo mengaku banyak orang menjadi korban. Baik kendaraan mobil, truk, atau motor. Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga Desa Banjarejo untuk menuju Kecamatan Tunjungan. Baik untuk sekolah, bekerja, atau untuk aktivitas lain.

”Rencananya akan kami teruskan sampai perempatan Karangtalun. Kemarin mulai dari Kembang. Saat ini baru sampai di depan Kantor Desa Kebonrejo,” ungkap pria yang sering disapa Mbah Bejo itu.

Kepala Dusun Pruntusan Purwanto mengaku, jalan tersebut memang sudah rusak sejak lebih dari 10 tahun lalu. Dia mengapresiasi inisiatif warga-warga tersebut dengan cara menyediakan minuman dan makanan.

”Kami hanya bisa memberi es dan jajanan atau makanan seadanya. Kabarnya sih (jalan) akan dibangun tahun depan,” jelas Purwanto. (cha/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/