alexametrics
27.4 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Blora Bakal Kedatangan Investor Asal Amerika Serikat, Butuh Lahan 1.000 Hektare

BLORA – Kabupaten Blora akan kedatangan sejumlah investor. Salah satunya Air Products yang rencana bakal mendirikan industri di Kecamatan Cepu. Diperkirakan, perusahaan pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat ini, membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektare.

Sebagaimana diberitakan baru-baru ini, Air Products telah merealisasikan tahap pertama investasi senilai USD 7 miliar atau setara Rp 102,4 triliun. Investasi tersebut untuk proyek DME metanol di Balongan. Selain itu, juga direncanakan pembangunan industri metanol di Cepu.

Menanggapi terkait hal ini, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, kemungkinan akan ada pertemuan dengan Kementerian Investasi untuk tindaklanjut program tersebut.


Pemkab Blora berkomitmen untuk mendukung dalam hal kemudahan perizinan ataupun analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Investasi dari Amerika Serikat ini, kemungkinan membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektare. Juga akan melibatkan lahan milik Perhutani.

”Kaitannya dengan Pertamina dan Perhutani juga. Karena yang metanol itu, butuh lahan 1.000 sekian hektare. Kemungkiinan nanti juga akan di lahan Perhutani,” ujarnya.

Terkait dengan investasi lain, Arief menjelaskan, saat ini juga ada sejumlah investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Kota Sate. Seperti di sektor kesehatan. Beberapa waktu lalu, telah ada investor dari Klaten untuk membangun rumah sakit. Selain itu, ke depan di Blora juga akan didirikan Rumah Sakit Bhayamgkara. ”Polri akan investasi rumah sakit (RS Bhayamgkara, Red) di Kecamatan Kunduran,”  jelasnya.

Baca Juga :  Kemenkop UKM Turun Gunung Kembangan Koperasi di Blora

Tak hanya itu, di sektor industri, saat ini juga sudah ada investor dari Korea Selatan yang sedang melakukan penjajakan untuk membuka pabrik. Pemkab Blora sedang mendampingi untuk tahapan pembebasan lahan. ”Kami berharap masyarakat punya kesadaran. Jangan harga tanahnya di-up sampai tidak terkendali,” jelasnya.

Arief menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait dengan lahan-lahan yang akan ditetapkan untuk investor. ”Kami mendorong agar investasi di Blora bisa yang bersifat padat karya. Untuk menyerap banyak tenaga kerja, sehingga bisa mengentaskan pengangguran,” harapnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Kabupaten Blora akan kedatangan sejumlah investor. Salah satunya Air Products yang rencana bakal mendirikan industri di Kecamatan Cepu. Diperkirakan, perusahaan pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat ini, membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektare.

Sebagaimana diberitakan baru-baru ini, Air Products telah merealisasikan tahap pertama investasi senilai USD 7 miliar atau setara Rp 102,4 triliun. Investasi tersebut untuk proyek DME metanol di Balongan. Selain itu, juga direncanakan pembangunan industri metanol di Cepu.

Menanggapi terkait hal ini, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, kemungkinan akan ada pertemuan dengan Kementerian Investasi untuk tindaklanjut program tersebut.

Pemkab Blora berkomitmen untuk mendukung dalam hal kemudahan perizinan ataupun analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Investasi dari Amerika Serikat ini, kemungkinan membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektare. Juga akan melibatkan lahan milik Perhutani.

”Kaitannya dengan Pertamina dan Perhutani juga. Karena yang metanol itu, butuh lahan 1.000 sekian hektare. Kemungkiinan nanti juga akan di lahan Perhutani,” ujarnya.

Terkait dengan investasi lain, Arief menjelaskan, saat ini juga ada sejumlah investor yang tertarik untuk menanamkan modal di Kota Sate. Seperti di sektor kesehatan. Beberapa waktu lalu, telah ada investor dari Klaten untuk membangun rumah sakit. Selain itu, ke depan di Blora juga akan didirikan Rumah Sakit Bhayamgkara. ”Polri akan investasi rumah sakit (RS Bhayamgkara, Red) di Kecamatan Kunduran,”  jelasnya.

Baca Juga :  Perbaiki Enam Titik Jalan Kabupaten, Pemkab Blora Gelontorkan Rp 43 Miliar

Tak hanya itu, di sektor industri, saat ini juga sudah ada investor dari Korea Selatan yang sedang melakukan penjajakan untuk membuka pabrik. Pemkab Blora sedang mendampingi untuk tahapan pembebasan lahan. ”Kami berharap masyarakat punya kesadaran. Jangan harga tanahnya di-up sampai tidak terkendali,” jelasnya.

Arief menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait dengan lahan-lahan yang akan ditetapkan untuk investor. ”Kami mendorong agar investasi di Blora bisa yang bersifat padat karya. Untuk menyerap banyak tenaga kerja, sehingga bisa mengentaskan pengangguran,” harapnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/