alexametrics
26.5 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Ramuan Herbal Warga Blora Ini Berhasil Sembuhkan Sapi Terjangkit PMK, Begini Racikannya

BLORA – Tujuh ekor sapi milik Lilik Yuliantoro, warga Desa Jepangrejo, Blora kini telah sembuh dari penyakit mulut dan kuku (PMK) usai diobati dengan ramuan tradisional. Sebelumnya, semua sapi miliknya, terkena penyakit yang saat ini sedang merebak pada hewan ternak tersebut.

Saat terpapar PMK, sapi-sapi milik Lilik hingga tidak bisa berdiri. Nafsu makannya juga berkurang drastis. Bahkan, satu kambingnya mati setelah terjangkit wabah tersebut. ”Satu kambing yang rencananya untuk akikah anak saya malah mati. Belum sampai 24 jam setelah ada tanda-tanda terkena PMK,” keluh Lilik kemarin.

Dia mengaku sempat panik saat kondisi ketujuh sapinya cukup memprihatinkan, karena sakit itu. Dia lalu memberikan minuman dari ramuan tradisional yang dia dapatkan dari orang tua.


Ramuan tersebut terdiri dari daun binahong, mengkudu, yodium, jahe, dan kunyit yang direbus dalam satu wadah. Ramuan tersebut kemudian dicampur dengan vitamin dan diminumkan ke sapi-sapinya dalam kondisi hangat. Dengan cara ditaruh ramuan di ember dan disuguhkan ke sapi yang masih sakit.

Baca Juga :  Desa Pengkoljagong Blora Dipilih Jadi Kampung Pancasila

”Setelah saya rutin meminumkan ramuan itu setiap hari, kini ketujuh sapi itu kembali sehat dan sudah bisa berdiri lagi,” katanya.

Lilik mengaku, sebelumnya telah mengusahakan kesembuhan sapi dengan suntik dan pemberian obat. Namun, usaha tersebut dianggap kurang optimal, karena bertahan hanya beberapa hari.

Setelah dia mengusahakan dengan ramuan tradisional itu, kini nafsu makan ketujuh sapinya sudah kembali normal seperti sediakala. Bahkan, dia mengaku sapinya menjadi lebih gemuk. ”Saya berharap pemerintah segera memberi vaksin. Karena penyebaran penyakit ini (PMK, Red) tergolong cukup cepat,” harapnya. (cha/lin)

BLORA – Tujuh ekor sapi milik Lilik Yuliantoro, warga Desa Jepangrejo, Blora kini telah sembuh dari penyakit mulut dan kuku (PMK) usai diobati dengan ramuan tradisional. Sebelumnya, semua sapi miliknya, terkena penyakit yang saat ini sedang merebak pada hewan ternak tersebut.

Saat terpapar PMK, sapi-sapi milik Lilik hingga tidak bisa berdiri. Nafsu makannya juga berkurang drastis. Bahkan, satu kambingnya mati setelah terjangkit wabah tersebut. ”Satu kambing yang rencananya untuk akikah anak saya malah mati. Belum sampai 24 jam setelah ada tanda-tanda terkena PMK,” keluh Lilik kemarin.

Dia mengaku sempat panik saat kondisi ketujuh sapinya cukup memprihatinkan, karena sakit itu. Dia lalu memberikan minuman dari ramuan tradisional yang dia dapatkan dari orang tua.

Ramuan tersebut terdiri dari daun binahong, mengkudu, yodium, jahe, dan kunyit yang direbus dalam satu wadah. Ramuan tersebut kemudian dicampur dengan vitamin dan diminumkan ke sapi-sapinya dalam kondisi hangat. Dengan cara ditaruh ramuan di ember dan disuguhkan ke sapi yang masih sakit.

Baca Juga :  Tarik Wisatawan, Bupati Blora Siapkan Masterplan Bendungan Randugunting

”Setelah saya rutin meminumkan ramuan itu setiap hari, kini ketujuh sapi itu kembali sehat dan sudah bisa berdiri lagi,” katanya.

Lilik mengaku, sebelumnya telah mengusahakan kesembuhan sapi dengan suntik dan pemberian obat. Namun, usaha tersebut dianggap kurang optimal, karena bertahan hanya beberapa hari.

Setelah dia mengusahakan dengan ramuan tradisional itu, kini nafsu makan ketujuh sapinya sudah kembali normal seperti sediakala. Bahkan, dia mengaku sapinya menjadi lebih gemuk. ”Saya berharap pemerintah segera memberi vaksin. Karena penyebaran penyakit ini (PMK, Red) tergolong cukup cepat,” harapnya. (cha/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/