alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Seribu Posisi Perangkat Desa di Blora Kosong, Kenapa?

BLORA – Seribu lebih jabatan perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora hingga saat ini berlum terisi. Total jumlahnya mencapai 1.033 lowongan. Sementara yang terisi ada 1.742 posisi. Rencananya, pengisian Perades akan dilakukan di akhir tahun 2021 ini

Kepala Dinas PMD Blora, Hariyanto menerangkan, jumlah perades di Kabupaten Blora sebanyak 2.775 orang. Baru terisi 1742. Belum terisi sebanyak 1.033 posisi yang masih kosong. “Ini yang akan kita ajukan pengisiannya,” jelasnya.

Sayangnya, jika langsung diisi semuanya, masih terkendala anggaran. Sehingga akan difokuskan dan diprioritaskan perades yang vital terlebih dahulu.


“Terkait anggaran Siltapnya menjadi kendala. Karena kemampuan APBD Kabupaten sedang difokuskan untuk infrastruktur. Sehingga arahan Pak Bupati untuk digelar menjadi 2 tahapan. Diprioritaskan perades yang vital. Mohon doanya semoga seluruh tahapan berjalan lancar,” terangnya.

Bupati Arief Rohman menegaskan, pihaknya akan mengatur prosesnya dalam juklak juknisnya. Sehingga semuanya sama. Termasuk kemungkinan kerjasama dengan perguruan tinggi yang kredibel untuk seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) layaknya ujian CASN menggandeng PTN atau PTS yang berkompeten atau terakrediasi A.

“Memang beda jika seleksi perades dilakukan dengan sistem CAT. Semuanya bisa langsung dilihat hasil nilainya secara transparan. Maka kita akan mendukung langkah ini, seperti tes CASN yang bulan lalu kita kerjasamakan dengan UNS Solo,” ucapnya.

Bupati juga meminta Kepala Dinas PMD bersama para Camat dalam waktu dekat ini segera memfinalkan jumlah formasi pengisian perades yang akan dilakukan. “Dalam dua hari kedepan, kami minta data pengisian Perades bisa ditetapkan untuk selanjutnya membahas tahapan pelaksanaannya. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran APBD untuk anggaran Penghasilan Tetap (Siltap) peradesnya, maka akan kita bagi menjadi dua tahap. Tahap pertama tolong diprioritaskan Perades yang betul-betul mempunyai fungsi vital. Baru sisanya di tahap kedua,” tegas bupati.

Baca Juga :  Bupati Blora Minta Perangkat Desa Wajib Melek Media

Bupati menegaskan, sengaja mengundang Kapolres dan Kajari untuk memberikan arahannya. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh Kades agar tahapan pengisian perades bisa lancar dan kondusif.

Sementara itu, Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama menekankan bahwa saat ini masih ada proses hukum terkait proses pengisian Perades yang lalu. Pihaknya berharap tahapan yang akan datang ini bisa tertib dan kondusif, serta transparan.

“Yang kami inginkan Blora tetap kondusif. Sedikit apapun celah kecurangan jangan sampai terjadi. Kami minta hal ini bisa menjadi perhatian Pemkab Blora bersama Dinas terkait. Sehingga masing-masing Kades bisa patuh dalam seluruh tahapan,” pinta Kapolres.

Begitu juga dengan Kajari Blora, Yohanes Avilla Agus Awanto. Dia menyatakan kesiapannya untuk mengawal tahapan pengisian Perades ini.

“Pada prinsipnya kami siap mengawal. Saran kami memang sebaiknya seleksi ujiannya dilakukan menggunakan sistem CAT. Saya ingat ketika Bapak Bupati kunjungan di UNY dan UPN Yogyakarta, mereka siap membantu karena punya pengalaman mengawal seleksi ujian beberapa Pemkab. Monggo bisa dibahas bersama, agar seleksinya nanti lancar dan transparan,” ungkap Kajari. (ali)






Reporter: Subekan

BLORA – Seribu lebih jabatan perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora hingga saat ini berlum terisi. Total jumlahnya mencapai 1.033 lowongan. Sementara yang terisi ada 1.742 posisi. Rencananya, pengisian Perades akan dilakukan di akhir tahun 2021 ini

Kepala Dinas PMD Blora, Hariyanto menerangkan, jumlah perades di Kabupaten Blora sebanyak 2.775 orang. Baru terisi 1742. Belum terisi sebanyak 1.033 posisi yang masih kosong. “Ini yang akan kita ajukan pengisiannya,” jelasnya.

Sayangnya, jika langsung diisi semuanya, masih terkendala anggaran. Sehingga akan difokuskan dan diprioritaskan perades yang vital terlebih dahulu.

“Terkait anggaran Siltapnya menjadi kendala. Karena kemampuan APBD Kabupaten sedang difokuskan untuk infrastruktur. Sehingga arahan Pak Bupati untuk digelar menjadi 2 tahapan. Diprioritaskan perades yang vital. Mohon doanya semoga seluruh tahapan berjalan lancar,” terangnya.

Bupati Arief Rohman menegaskan, pihaknya akan mengatur prosesnya dalam juklak juknisnya. Sehingga semuanya sama. Termasuk kemungkinan kerjasama dengan perguruan tinggi yang kredibel untuk seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) layaknya ujian CASN menggandeng PTN atau PTS yang berkompeten atau terakrediasi A.

“Memang beda jika seleksi perades dilakukan dengan sistem CAT. Semuanya bisa langsung dilihat hasil nilainya secara transparan. Maka kita akan mendukung langkah ini, seperti tes CASN yang bulan lalu kita kerjasamakan dengan UNS Solo,” ucapnya.

Bupati juga meminta Kepala Dinas PMD bersama para Camat dalam waktu dekat ini segera memfinalkan jumlah formasi pengisian perades yang akan dilakukan. “Dalam dua hari kedepan, kami minta data pengisian Perades bisa ditetapkan untuk selanjutnya membahas tahapan pelaksanaannya. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran APBD untuk anggaran Penghasilan Tetap (Siltap) peradesnya, maka akan kita bagi menjadi dua tahap. Tahap pertama tolong diprioritaskan Perades yang betul-betul mempunyai fungsi vital. Baru sisanya di tahap kedua,” tegas bupati.

Baca Juga :  Teken NPHD, Bupati Ajukan Bantuan Pembangunan Jalan Ke Bojonegoro

Bupati menegaskan, sengaja mengundang Kapolres dan Kajari untuk memberikan arahannya. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh Kades agar tahapan pengisian perades bisa lancar dan kondusif.

Sementara itu, Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama menekankan bahwa saat ini masih ada proses hukum terkait proses pengisian Perades yang lalu. Pihaknya berharap tahapan yang akan datang ini bisa tertib dan kondusif, serta transparan.

“Yang kami inginkan Blora tetap kondusif. Sedikit apapun celah kecurangan jangan sampai terjadi. Kami minta hal ini bisa menjadi perhatian Pemkab Blora bersama Dinas terkait. Sehingga masing-masing Kades bisa patuh dalam seluruh tahapan,” pinta Kapolres.

Begitu juga dengan Kajari Blora, Yohanes Avilla Agus Awanto. Dia menyatakan kesiapannya untuk mengawal tahapan pengisian Perades ini.

“Pada prinsipnya kami siap mengawal. Saran kami memang sebaiknya seleksi ujiannya dilakukan menggunakan sistem CAT. Saya ingat ketika Bapak Bupati kunjungan di UNY dan UPN Yogyakarta, mereka siap membantu karena punya pengalaman mengawal seleksi ujian beberapa Pemkab. Monggo bisa dibahas bersama, agar seleksinya nanti lancar dan transparan,” ungkap Kajari. (ali)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/