alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Tegas! Ini Tindakan Bupati Blora Terkait Viralnya Video Pungli BLT BBM Rp 20 Ribu

BLORA – Sikap tegas dinyatakan Bupati Blora Arief Rohman terkait viralnya video pungli bantuan langsung tunai (BLT) BBM beberapa waktu lalu. Arief juga akan mengumpulkan kepala desa. Mereka akan diberi arahan agar kejadian itu tak terulang.

Arife mengaku jika hal itu terulang, pihaknya bakal menindak tegas pelaku pungli BLT BBM dan Program Sembako di wilayahnya. Yaitu dengan memberikan peringatan terlebih dahulu, kemudian membawanya ke ranah hukum apabila masih melakukan pungli.

Pihaknya juga mewanti-wanti semua perangkat desa agar tidak melakukan hal serupa.


“Kami akan keluarkan surat edaran untuk semua kepala desa dan Rabu (21/9, hari ini, Red). mereka akan kami kumpulkan untuk diberi arahan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pungutan liar dilakukan oleh oknum keluarga aparat desa di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung. Pascaberedarnya video tentang pungli tersebut, oknum tersebut langsung mengembalikan uang hasil pungutan ke masing-masing KPM.

Mendengar kabar itu, Pemerintah Kabupaten Blora dan kepolisian langsung menerjunkan tim untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan.

”Kami langsung terjunkan tim dan yang bersangkutan (oknum pelaku pungli) juga sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ucap Bupati Blora Arief Rohman kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dalam hal itu, lanjutnya, oknum yang merupakan istri dari aparat desa setempat juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mengenai uang pungli, Arief memastikan sudah dikembalikan lagi ke warga setempat. “Uang (hasil pungutan dari KPM, Red) sudah dikembalikan ke warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  480 Anak Lolos Final Festival Mewarnai

Meski sudah meminta maaf dan mengembalikan uang pungli kepada KPM, kejadian itu juga menjadi catatan penting bagi semua perangkat desa. “Yang bersangkutan kami bina. Kalau dibina tidak bisa ya dibawa ke ranah hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani dan diselesaikan. Pihaknya menyampaikan, bahwa hasil pemeriksaan kepada berbagai pihak di Dukuh Nglego, Sumberejo, menyatakan bahwa uang tersebut merupakan iuran untuk program sosial Posyandu Ceria.

“Benar, pada saat itu ada pencarian BLT. dari pencarian BLT itu, ada sejumlah 44 orang. 40 orang itu diminta iuran senilai Rp 20 ribu per orang oleh istri kepala dusun. Kemudian, begitu kami (pihak kepolisian, Red) konfirmasi, tujuannya adalah untuk melaksanakan bakti sosial dalam rangka posyandu ceria,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan tidak ada biaya apapun dalam pengambilan BLT tersebut. Juga menegaskan bahwa tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada KPM untuk bisa mengambil BLT itu.

“Kalau ada pungutan-pungutan yang disampaikan oleh siapapun, terkait masalah itu (pungutan pada bansos atau BLT BBM, Red) maka itu adalah suatu kebohongan yang bisa juga merugikan yang bersangkutan. Dan silahkan laporkan kepada kami, nanti biar tindaklanjuti,” jelasnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini. (cha/zen)

BLORA – Sikap tegas dinyatakan Bupati Blora Arief Rohman terkait viralnya video pungli bantuan langsung tunai (BLT) BBM beberapa waktu lalu. Arief juga akan mengumpulkan kepala desa. Mereka akan diberi arahan agar kejadian itu tak terulang.

Arife mengaku jika hal itu terulang, pihaknya bakal menindak tegas pelaku pungli BLT BBM dan Program Sembako di wilayahnya. Yaitu dengan memberikan peringatan terlebih dahulu, kemudian membawanya ke ranah hukum apabila masih melakukan pungli.

Pihaknya juga mewanti-wanti semua perangkat desa agar tidak melakukan hal serupa.

“Kami akan keluarkan surat edaran untuk semua kepala desa dan Rabu (21/9, hari ini, Red). mereka akan kami kumpulkan untuk diberi arahan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pungutan liar dilakukan oleh oknum keluarga aparat desa di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung. Pascaberedarnya video tentang pungli tersebut, oknum tersebut langsung mengembalikan uang hasil pungutan ke masing-masing KPM.

Mendengar kabar itu, Pemerintah Kabupaten Blora dan kepolisian langsung menerjunkan tim untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan.

”Kami langsung terjunkan tim dan yang bersangkutan (oknum pelaku pungli) juga sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ucap Bupati Blora Arief Rohman kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dalam hal itu, lanjutnya, oknum yang merupakan istri dari aparat desa setempat juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mengenai uang pungli, Arief memastikan sudah dikembalikan lagi ke warga setempat. “Uang (hasil pungutan dari KPM, Red) sudah dikembalikan ke warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Blora Upayakan Insentif Guru Madin di Blora Jadi Rp 1 Juta

Meski sudah meminta maaf dan mengembalikan uang pungli kepada KPM, kejadian itu juga menjadi catatan penting bagi semua perangkat desa. “Yang bersangkutan kami bina. Kalau dibina tidak bisa ya dibawa ke ranah hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani dan diselesaikan. Pihaknya menyampaikan, bahwa hasil pemeriksaan kepada berbagai pihak di Dukuh Nglego, Sumberejo, menyatakan bahwa uang tersebut merupakan iuran untuk program sosial Posyandu Ceria.

“Benar, pada saat itu ada pencarian BLT. dari pencarian BLT itu, ada sejumlah 44 orang. 40 orang itu diminta iuran senilai Rp 20 ribu per orang oleh istri kepala dusun. Kemudian, begitu kami (pihak kepolisian, Red) konfirmasi, tujuannya adalah untuk melaksanakan bakti sosial dalam rangka posyandu ceria,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan tidak ada biaya apapun dalam pengambilan BLT tersebut. Juga menegaskan bahwa tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada KPM untuk bisa mengambil BLT itu.

“Kalau ada pungutan-pungutan yang disampaikan oleh siapapun, terkait masalah itu (pungutan pada bansos atau BLT BBM, Red) maka itu adalah suatu kebohongan yang bisa juga merugikan yang bersangkutan. Dan silahkan laporkan kepada kami, nanti biar tindaklanjuti,” jelasnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini. (cha/zen)


Most Read

Artikel Terbaru