alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Membangun Semangat Kerja Sama di Sekolah

SEKOLAH sebagai suatu organisasi atau lembaga yang bergerak di bidang pendidikan. Sebagai organisasi, setiap sekolah secara khusus memiliki tujuan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Sekolah secara terus-menerus harus berupaya membangun semangat kerja sama seluruh anggotanya. Kerja sama sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Kebersamaan menjadi modal besar untuk menggapai cita-cita tertinggi dalam organisasi.

Sebagai lembaga pendidikan tempat terjadinya proses pembelajaran. Mengelola organisasi sekolah memerlukan kebijakan manajemen dan kepemimpinan yang dapat memberi ruang bagi tumbuh kembangnya kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mengelola hal tersebut secara efektif untuk dapat menumbuhkan sinergitas dalam organisasi di antara berbagai individu yang terlibat di dalamnya. Kerja sama yang baik dalam organisasi dapat memperkuat ikatan persaudaraan, menumbuhkan persatuan dan kesatuan, menyelesaikan tugas secara lebih cepat efektif dan efisien, dan dalam proses kerja sama bisa membuat tugas lebih ringan dan mudah.

Ada banyak penyebab suatu tim kerja yang telah dibangun tidak memiliki kerja sama yang baik. Penyebab yang paling sering muncul yaitu adanya konflik di dalam tim itu sendiri, tidak saling menghormati, dan tidak saling percaya antara yang satu dengan yang lain.


Kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi pembelajar perlu memiliki pemahaman tentang cara-cara membangun semangat kerja sama di sekolah. Selanjutnya dapat menerapkan cara-cara tersebut sehingga manajemen kepemimpinan berhasil baik. Beberapa cara membangun semangat kerja sama adalah sebagai berikut.

Pertama tentukan tujuan secara jelas. Contoh, sekolah yang telah merumuskan visi dan misi sekolah hendaknya menjadi tujuan bersama. Selain mengetahui tujuan bersama, masing-masing bagian seharusnya mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Kedua, perjelas keahlian dan tanggung jawab anggota. Setiap anggota tim harus menjadi pemain di dalam tim. Masing-masing bertanggung jawab terhadap suatu bidang atau jenis pekerjaan. Di lingkungan sekolah, guru selain melaksanakan proses pembelajaran biasanya mendapatkan tugas tambahan, seperti menjadi wali kelas, pengelola aset, menjadi bendahara, operator sekolah, dan lain-lain. Agar terbentuk kerja sama yang baik, pemberian tugas tambahan harus berdasarkan pada keahlian masing-masing.

Baca Juga :  Breaking News! Oro-oro Kesongo di Blora Meletus Lagi

Ketiga, hindari masalah yang bisa diprediksi. Artinya mengantisipasi masalah yang bisa terjadi.  Seorang pemimpin yang baik harus dapat mengarahkan anak buahnya untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul, bukan sekedar menyelesaikan masalah. Dengan mengantisipasi, apalagi kalau dapat mengenali sumber-sumber masalah, maka organisasi tidak akan disibukkan kemunculan masalah yang silih berganti.

Keempat, saling percaya. Jika kepercayaan antarnggota hilang, sulit bagi tim untuk bekerja bersama. Apalagi jika anggota tim cenderung menjaga jarak, tidak siap berbagi informasi,  tidak terbuka, dan saling curiga. Situasi ini tidak baik bagi tim. Sumber saling ketidakpercayaan di sekolah biasanya berawal dari  kebijakan yang tidak transparan atau konsensus yang dilanggar dan kepala sekolah tidak bertindak apapun.

Kelima, saling memberi penghargaan. Faktor nomor satu yang memotivasi anggota organisasi adalah perasaan bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan dan organisasi. Setelah sebuah pekerjaan besar selesai, kumpulkan anggota tim untuk merayakannya. Penghargaan harus berupa finansial, tetapi dapat berupa ucapan terima kasih atas terselesaikannya suatu pekerjaan. Di sekolah dapat dilakukan sesering mungkin setiap akhir kegiatan besar seperti akhir semester, akhir ujian, dan lain-lain.

Demikian, beberapa cara membangun semangat kerja sama di sekolah. Cara-cara tersebut dapat diterapkaan oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Semoga bermanfaat. (*)

SEKOLAH sebagai suatu organisasi atau lembaga yang bergerak di bidang pendidikan. Sebagai organisasi, setiap sekolah secara khusus memiliki tujuan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Sekolah secara terus-menerus harus berupaya membangun semangat kerja sama seluruh anggotanya. Kerja sama sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Kebersamaan menjadi modal besar untuk menggapai cita-cita tertinggi dalam organisasi.

Sebagai lembaga pendidikan tempat terjadinya proses pembelajaran. Mengelola organisasi sekolah memerlukan kebijakan manajemen dan kepemimpinan yang dapat memberi ruang bagi tumbuh kembangnya kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mengelola hal tersebut secara efektif untuk dapat menumbuhkan sinergitas dalam organisasi di antara berbagai individu yang terlibat di dalamnya. Kerja sama yang baik dalam organisasi dapat memperkuat ikatan persaudaraan, menumbuhkan persatuan dan kesatuan, menyelesaikan tugas secara lebih cepat efektif dan efisien, dan dalam proses kerja sama bisa membuat tugas lebih ringan dan mudah.

Ada banyak penyebab suatu tim kerja yang telah dibangun tidak memiliki kerja sama yang baik. Penyebab yang paling sering muncul yaitu adanya konflik di dalam tim itu sendiri, tidak saling menghormati, dan tidak saling percaya antara yang satu dengan yang lain.

Kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi pembelajar perlu memiliki pemahaman tentang cara-cara membangun semangat kerja sama di sekolah. Selanjutnya dapat menerapkan cara-cara tersebut sehingga manajemen kepemimpinan berhasil baik. Beberapa cara membangun semangat kerja sama adalah sebagai berikut.

Pertama tentukan tujuan secara jelas. Contoh, sekolah yang telah merumuskan visi dan misi sekolah hendaknya menjadi tujuan bersama. Selain mengetahui tujuan bersama, masing-masing bagian seharusnya mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Kedua, perjelas keahlian dan tanggung jawab anggota. Setiap anggota tim harus menjadi pemain di dalam tim. Masing-masing bertanggung jawab terhadap suatu bidang atau jenis pekerjaan. Di lingkungan sekolah, guru selain melaksanakan proses pembelajaran biasanya mendapatkan tugas tambahan, seperti menjadi wali kelas, pengelola aset, menjadi bendahara, operator sekolah, dan lain-lain. Agar terbentuk kerja sama yang baik, pemberian tugas tambahan harus berdasarkan pada keahlian masing-masing.

Baca Juga :  Dorongan Orang Tua Memotivasi Semangat Belajar Siswa

Ketiga, hindari masalah yang bisa diprediksi. Artinya mengantisipasi masalah yang bisa terjadi.  Seorang pemimpin yang baik harus dapat mengarahkan anak buahnya untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul, bukan sekedar menyelesaikan masalah. Dengan mengantisipasi, apalagi kalau dapat mengenali sumber-sumber masalah, maka organisasi tidak akan disibukkan kemunculan masalah yang silih berganti.

Keempat, saling percaya. Jika kepercayaan antarnggota hilang, sulit bagi tim untuk bekerja bersama. Apalagi jika anggota tim cenderung menjaga jarak, tidak siap berbagi informasi,  tidak terbuka, dan saling curiga. Situasi ini tidak baik bagi tim. Sumber saling ketidakpercayaan di sekolah biasanya berawal dari  kebijakan yang tidak transparan atau konsensus yang dilanggar dan kepala sekolah tidak bertindak apapun.

Kelima, saling memberi penghargaan. Faktor nomor satu yang memotivasi anggota organisasi adalah perasaan bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan dan organisasi. Setelah sebuah pekerjaan besar selesai, kumpulkan anggota tim untuk merayakannya. Penghargaan harus berupa finansial, tetapi dapat berupa ucapan terima kasih atas terselesaikannya suatu pekerjaan. Di sekolah dapat dilakukan sesering mungkin setiap akhir kegiatan besar seperti akhir semester, akhir ujian, dan lain-lain.

Demikian, beberapa cara membangun semangat kerja sama di sekolah. Cara-cara tersebut dapat diterapkaan oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Semoga bermanfaat. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/