alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Tak Sesuai Standar, Pekerjaan Jalan Ngumbul-Pelemsengir Dibongkar

BLORA – Paket pekerjaan jalan Ngumbul-Pelemsengir Kecamatan Todanan, turut wilayah Desa Kacangan akhirnya dibongkar kemarin. Sebab Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora menemukan bukti bahwa pekerjaan tidak sesuai. Salah satunya dalam pengecoran diselingi grosok. Selain itu ketebalan yang kurang dari batas minimal.

Diketahui, pekerjaan fisik tresebut menelan anggaran Rp 1,259 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Blora tahun 2021. Volume betonnya, 4,5 meter x 472,3 meter. Dikerjakan oleh CV. Qurata Jaya yang beralamat di Dukuh Sitirejo RT 5 RW 1 Desa Sitirejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Pekerjaan dimulai pada 12 Oktober 2021 dan akan berakhir pada 25 Desember 2021. Sementara konsultan pengawasnya dari CV. Kartika Jaya Consultan.

Direktur CV. Qurata Jaya, Puji Jayanto mengaku, untuk pekerjaan yang dibongkar baru 20 meter. “Info dari warga yang fatal 20 meter. Sebab, yang lainnya ditunggui konsultan,” terangnya.


Saat ini pekerjaan jalan yang sudah dikerjakan baru satu sisi. Yaitu 472,3 meter. Baru satu sisi. Sementara sisi sampingnya belum mulai. “Ke depan tidak akan terulang kembali. Ini kita perbaiki. Jika ke depan ada temuan lagi, baik ketebalan di bawah minimum atau tidak sesuai spesifikasi akan dibongkar. Kalau kurang memenuhi tidak akan dibayar dan dituntut tambah panjang,” bebernya.

Pihaknya juga sudah menegur para pekerja. Selain itu ia meminta maaf atas kelalaian yang sudah terjadi. “Terima kasih kepada masyarakat dan pihak terkait yang sudah mengawasi dan mengingatkan kami,” katanya.

Baca Juga :  Blora Sukses Jadi Tuan Rumah Pelatihan Operator se-Indonesia

Kabid Binamarga 1 Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora Margo mengaku, pihaknya sudah ke lokasi. Melakukan core drill. Hasilnya beberapa titik terbukti tidak sesuai spesifikasi. “Ada beberapa titik disinyalir terdapat grosok. Kebetulan core drill tadi belum maksimal. Ada sedikit trouble. Baru beberapa titik saja. Dan akan dilanjutkan. Kalau tidak Minggu ya Senin,” jelasnya.

Peninjauan itu baru ditemukan di empat titik. Panjangnya baru 20 meter. Satu segmen lima meter. “Kita cek secara acak. Ambil sampel. Kalau ketebalan tidak sesuai juga kita bongkar. Semua seperti itu. Kita tidak ada keistimewaan apapun. Kalau ketebalan tidak sesuai yang disyaratkan ya kita bongkar. Sebab kurang dari toleransi,” tambahnya.

Padahal, menurutnya, DPU Blora termasuk tertib dan ketat untuk kegiatan kontruksi. Untuk itu, ini jadi catatan untuk rekanan yang lain. “Kerjakan pekrejaan sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan sesuai kontrak. Jangan ada iktikat untuk akal-akalan. Ini sudah jaman teknologi, pasti ketahun. Jadi jangan main-main,” jelasnya.

Sebelumnya, dunia jagat maya kembali dibuat heboh. Yaitu pengecoran jalan yang menggunakan tanah grosok. Sontak postingan tersebut dibanjiri komentar miring dari warganet. Bahkan Bupati Blora Arief Rohman langsung memerintahkan kepada DPU untuk mengecek langsung kondisi tersebut. “Tolong cek pelaksana proyeknya pak,” tulis IG Ariefrohman838 yang menandai akun Instagram Kepala DPUPR Blora Sambagutama dan DPU.






Reporter: Subekan

BLORA – Paket pekerjaan jalan Ngumbul-Pelemsengir Kecamatan Todanan, turut wilayah Desa Kacangan akhirnya dibongkar kemarin. Sebab Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora menemukan bukti bahwa pekerjaan tidak sesuai. Salah satunya dalam pengecoran diselingi grosok. Selain itu ketebalan yang kurang dari batas minimal.

Diketahui, pekerjaan fisik tresebut menelan anggaran Rp 1,259 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Blora tahun 2021. Volume betonnya, 4,5 meter x 472,3 meter. Dikerjakan oleh CV. Qurata Jaya yang beralamat di Dukuh Sitirejo RT 5 RW 1 Desa Sitirejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Pekerjaan dimulai pada 12 Oktober 2021 dan akan berakhir pada 25 Desember 2021. Sementara konsultan pengawasnya dari CV. Kartika Jaya Consultan.

Direktur CV. Qurata Jaya, Puji Jayanto mengaku, untuk pekerjaan yang dibongkar baru 20 meter. “Info dari warga yang fatal 20 meter. Sebab, yang lainnya ditunggui konsultan,” terangnya.

Saat ini pekerjaan jalan yang sudah dikerjakan baru satu sisi. Yaitu 472,3 meter. Baru satu sisi. Sementara sisi sampingnya belum mulai. “Ke depan tidak akan terulang kembali. Ini kita perbaiki. Jika ke depan ada temuan lagi, baik ketebalan di bawah minimum atau tidak sesuai spesifikasi akan dibongkar. Kalau kurang memenuhi tidak akan dibayar dan dituntut tambah panjang,” bebernya.

Pihaknya juga sudah menegur para pekerja. Selain itu ia meminta maaf atas kelalaian yang sudah terjadi. “Terima kasih kepada masyarakat dan pihak terkait yang sudah mengawasi dan mengingatkan kami,” katanya.

Baca Juga :  Tak Masuk Daerah Penghasil, Blora Gagal Dapat DBH Migas

Kabid Binamarga 1 Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora Margo mengaku, pihaknya sudah ke lokasi. Melakukan core drill. Hasilnya beberapa titik terbukti tidak sesuai spesifikasi. “Ada beberapa titik disinyalir terdapat grosok. Kebetulan core drill tadi belum maksimal. Ada sedikit trouble. Baru beberapa titik saja. Dan akan dilanjutkan. Kalau tidak Minggu ya Senin,” jelasnya.

Peninjauan itu baru ditemukan di empat titik. Panjangnya baru 20 meter. Satu segmen lima meter. “Kita cek secara acak. Ambil sampel. Kalau ketebalan tidak sesuai juga kita bongkar. Semua seperti itu. Kita tidak ada keistimewaan apapun. Kalau ketebalan tidak sesuai yang disyaratkan ya kita bongkar. Sebab kurang dari toleransi,” tambahnya.

Padahal, menurutnya, DPU Blora termasuk tertib dan ketat untuk kegiatan kontruksi. Untuk itu, ini jadi catatan untuk rekanan yang lain. “Kerjakan pekrejaan sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan sesuai kontrak. Jangan ada iktikat untuk akal-akalan. Ini sudah jaman teknologi, pasti ketahun. Jadi jangan main-main,” jelasnya.

Sebelumnya, dunia jagat maya kembali dibuat heboh. Yaitu pengecoran jalan yang menggunakan tanah grosok. Sontak postingan tersebut dibanjiri komentar miring dari warganet. Bahkan Bupati Blora Arief Rohman langsung memerintahkan kepada DPU untuk mengecek langsung kondisi tersebut. “Tolong cek pelaksana proyeknya pak,” tulis IG Ariefrohman838 yang menandai akun Instagram Kepala DPUPR Blora Sambagutama dan DPU.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/