alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Sempat Viral di Medsos, Pungutan BLT BBM Rp 20 Ribu di Blora Akhirnya Dikembalikan ke KPM

BLORA – Pungutan liar (Pungli) atas penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung, dikembalikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di daerah tersebut.

Pungli sebesar Rp 20 ribu per KPM itu sebelumnya viral di media sosial setelah disebarkan oleh salah satu KPM. Saat itu KPM itu mempertanyakan penggunaan uang tersebut kepada istri Kepala Dusun Nglego berinisial ibu Sepon.

Diberitakan sebelumnya, pemotongan BLT BBM dan program sembako dilakukan istri Kadus Nglego. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, perempuan paruh baya itu menyebut uang sekadar untuk membeli es dan fotokopi berkas.


Kusnan, kepala Desa Sumberejo, Randublatung, Blora, mengatakan pungutan di salah satu dukuh desanya itu sudah dikembalikan ke masing-masing KPM. Uang sebesar Rp 20 ribu per KPM itu dikembalikan keesokan hari setelah penyaluran pada Sabtu (17/9) lalu.

”Barangnya (uang sebesar Rp 20 ribu, Red) sudah langsung dikembalikan semua pada Minggu (18/9) pagi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Bupati Blora Kunjungi Kelenteng, Pastikan Perayaan Imlek Berjalan Lancar

Pascaviralnya video dan pemberitaan mengenai pungli tersebut, Polsek Randublatung dan Polres Blora langsung menindaklanjuti dengan mendatangi pihak-pihak terkait. Baik dari pemungut pungli maupun dari KPM.

”Kemarin (Minggu, 18/9, Red) langsung ditindaklanjuti oleh Polsek dan Polres secara bersamaan. Ditindaklanjuti bagaimana permasalahannya. Karena beredar di media. Mereka langsung terjun. Semua pihak sudah diinterogasi dan dimintai keterangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa uang tersebut telah dikembalikan sebelum pihak kepolisian datang. Hingga berita ini ditulis, pihaknya masih belum mengetahui hasil penelusuran dari pihak kepolisian.

”Semua pihak sudah dimintai keterangan, keputusan nanti dari pihak polres, nanti bagaimana. Saya masih komunikasi,” ungkapnya.

Kapolsek Randublatung AKP Les Pujianto menjelaskan kasus itu sudah ditangani. Hasil pemeriksaan, Polres tak mempermasalah. Karena uang sudah dikembalikan ke masing-masing KPM.

”Bhabin pun tidak tahu kalau adanya kejadian itu. Tahunya setelah viral, akhirnya dicek ke bawah. Dari bu Sepon (istri Kepala Dusun Nglego, Red) sudah mengembalikan ke masing-masing KPM,” paparnya. (cha/zen)

BLORA – Pungutan liar (Pungli) atas penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Randublatung, dikembalikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di daerah tersebut.

Pungli sebesar Rp 20 ribu per KPM itu sebelumnya viral di media sosial setelah disebarkan oleh salah satu KPM. Saat itu KPM itu mempertanyakan penggunaan uang tersebut kepada istri Kepala Dusun Nglego berinisial ibu Sepon.

Diberitakan sebelumnya, pemotongan BLT BBM dan program sembako dilakukan istri Kadus Nglego. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, perempuan paruh baya itu menyebut uang sekadar untuk membeli es dan fotokopi berkas.

Kusnan, kepala Desa Sumberejo, Randublatung, Blora, mengatakan pungutan di salah satu dukuh desanya itu sudah dikembalikan ke masing-masing KPM. Uang sebesar Rp 20 ribu per KPM itu dikembalikan keesokan hari setelah penyaluran pada Sabtu (17/9) lalu.

”Barangnya (uang sebesar Rp 20 ribu, Red) sudah langsung dikembalikan semua pada Minggu (18/9) pagi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Bangun Digital Leadership, Bupati Blora Boyong Bupati Sumedang

Pascaviralnya video dan pemberitaan mengenai pungli tersebut, Polsek Randublatung dan Polres Blora langsung menindaklanjuti dengan mendatangi pihak-pihak terkait. Baik dari pemungut pungli maupun dari KPM.

”Kemarin (Minggu, 18/9, Red) langsung ditindaklanjuti oleh Polsek dan Polres secara bersamaan. Ditindaklanjuti bagaimana permasalahannya. Karena beredar di media. Mereka langsung terjun. Semua pihak sudah diinterogasi dan dimintai keterangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa uang tersebut telah dikembalikan sebelum pihak kepolisian datang. Hingga berita ini ditulis, pihaknya masih belum mengetahui hasil penelusuran dari pihak kepolisian.

”Semua pihak sudah dimintai keterangan, keputusan nanti dari pihak polres, nanti bagaimana. Saya masih komunikasi,” ungkapnya.

Kapolsek Randublatung AKP Les Pujianto menjelaskan kasus itu sudah ditangani. Hasil pemeriksaan, Polres tak mempermasalah. Karena uang sudah dikembalikan ke masing-masing KPM.

”Bhabin pun tidak tahu kalau adanya kejadian itu. Tahunya setelah viral, akhirnya dicek ke bawah. Dari bu Sepon (istri Kepala Dusun Nglego, Red) sudah mengembalikan ke masing-masing KPM,” paparnya. (cha/zen)


Most Read

Artikel Terbaru