alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Dihadiri Bupati Blora, Desa Bangsri Gelar Wisata Petik Semangka Super

BLORA – Desa Bangsri, kembali gelar wisata petik buah semangka super. Mereka panen raya semangka super untuk kedua kalinya setelah menggelar agenda serupa pada 19 Juni hingga 23 Juni lalu.

Bagi warga yang ingin menikmati wisata petik semangka langsung dari kebunnya, bisa langsung datang ke lahan tanaman yang dikelola oleh BUMDesa desa setempat itu. Untuk mendapatkan buah segar dengan kadar air tinggi itu, masyarakat bisa memetik semangka sesuai dengan yang diinginkannya, untuk kemudian ditimbang dan baru dihitung harganya.

Mereka juga bisa melihat bagaimana penyiraman tanaman semangka di Desa Bangsri menggunakan teknologi drone. Bupati Blora Arief Rohman kembali berkesempatan untuk ikut panen buah semangka di desa tersebut bersama petani setempat.


“Senang sekali karena bisa ke Bangsri lagi. Ini sudah kedua kalinya saya ikut panen semangka dengan petani di Bangsri,’’ ungkapnya dengan senyum bahagia.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu menyebut semangka dari Desa Bangsri itu memiliki rasa yang  manis dan segar. Pihaknya juga sekaligus mempromosikan potensi agrowisata di kota sate itu melalui akun sosial media Instagramnya dengan username @ariefrohman838.

Baca Juga :  Wabup Blora Ingin Perajin Batik Gunakan Ikon Lokal

“Semangka dari Desa Bangsri ini top! manis dan segar. Untuk para pecinta buah-buahan dipersilahkan ke Desa Bangsri ada usaha menanam semangka. Hasilnya bagus,” katanya.

Mas Arief pun mengapresiasi Pemerintah Desa Bangsri yang melibatkan petani secara langsung dengan berbagai inovasi. “Kami apresiasi apa yang telah dilakukan Desa Bangsri. Panen raya semangka ini merupakan langkah inovatif yang patut dicontoh. Apalagi proses perawatannya sudah menggunakan peralatan modern seperti drone untuk menyiram dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bangsri Laga Kusuma mengungkapkan,  semangka yang dipanen kali kedua di desanya itu ditanam pada sawah seluas 1 hektare. Lahan yang ditanaminya itu merupakan tanah bengkok desa.

Dijelaskannya, penyiraman kebun semangka di desanya itu menggunakan dua metode. Yaitu melalui program perairan desa dengan wujud sumur bor, serta menggunakan teknologi drone.

“Harapannya kedepan para petani tidak kesusahan air lagi. Sehingga hasil pertanian bisa lebih maksimal,” ungkapnya. (adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Desa Bangsri, kembali gelar wisata petik buah semangka super. Mereka panen raya semangka super untuk kedua kalinya setelah menggelar agenda serupa pada 19 Juni hingga 23 Juni lalu.

Bagi warga yang ingin menikmati wisata petik semangka langsung dari kebunnya, bisa langsung datang ke lahan tanaman yang dikelola oleh BUMDesa desa setempat itu. Untuk mendapatkan buah segar dengan kadar air tinggi itu, masyarakat bisa memetik semangka sesuai dengan yang diinginkannya, untuk kemudian ditimbang dan baru dihitung harganya.

Mereka juga bisa melihat bagaimana penyiraman tanaman semangka di Desa Bangsri menggunakan teknologi drone. Bupati Blora Arief Rohman kembali berkesempatan untuk ikut panen buah semangka di desa tersebut bersama petani setempat.

“Senang sekali karena bisa ke Bangsri lagi. Ini sudah kedua kalinya saya ikut panen semangka dengan petani di Bangsri,’’ ungkapnya dengan senyum bahagia.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu menyebut semangka dari Desa Bangsri itu memiliki rasa yang  manis dan segar. Pihaknya juga sekaligus mempromosikan potensi agrowisata di kota sate itu melalui akun sosial media Instagramnya dengan username @ariefrohman838.

Baca Juga :  Dugaan Pungli, Mantan Kadin Dindagkop Blora Dituntut 4,5 Tahun Penjara

“Semangka dari Desa Bangsri ini top! manis dan segar. Untuk para pecinta buah-buahan dipersilahkan ke Desa Bangsri ada usaha menanam semangka. Hasilnya bagus,” katanya.

Mas Arief pun mengapresiasi Pemerintah Desa Bangsri yang melibatkan petani secara langsung dengan berbagai inovasi. “Kami apresiasi apa yang telah dilakukan Desa Bangsri. Panen raya semangka ini merupakan langkah inovatif yang patut dicontoh. Apalagi proses perawatannya sudah menggunakan peralatan modern seperti drone untuk menyiram dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bangsri Laga Kusuma mengungkapkan,  semangka yang dipanen kali kedua di desanya itu ditanam pada sawah seluas 1 hektare. Lahan yang ditanaminya itu merupakan tanah bengkok desa.

Dijelaskannya, penyiraman kebun semangka di desanya itu menggunakan dua metode. Yaitu melalui program perairan desa dengan wujud sumur bor, serta menggunakan teknologi drone.

“Harapannya kedepan para petani tidak kesusahan air lagi. Sehingga hasil pertanian bisa lebih maksimal,” ungkapnya. (adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru