alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Duka Mendalam, Pilot Jet Tempur TNI AU yang Jatuh di Blora Tinggalkan Istri dan Anak Balita

BLORA – Gugurnya Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi membawa duka mendalam bagi jajaran TNI AU dan TNI. Terutama keluarga perwira penerbang lulusan sekolah penerbang TNI AU tahun 2017 itu. Lettu Allan gugur meninggalkan seorang istri yang baru dinikahinya pada 2021 lalu. Juga satu anak yang masih balita.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, Lettu Allan merupakan lulusan Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi pada 2018 lalu. Kelulusannya pada 27 Oktober 2018 itu, hanya bersama rekannya Lettu Pnb Laksamana Hasnan Tri Pamungkas. Rekannya inilah yang menjadi tandemnya saat latihan terbang malam dengan berakhir insiden jatuhnya pesawat yang dipilotinya itu.

Dia juga sudah memiliki pengalaman puluhan jam terbang bersama pesawat T-50i Golden Eagle, tipe jet tempur yang jatuh di Desa Ngingil, Kradenan, Blora, itu.

Baca Juga :  Astaga... Pesta Handsanitizer di Sel, Tiga Napi di Rutan Blora Tewas

Sementara itu, jenazah Lettu Allan kemarin setelah ditemukan di lokasi kejadian jatuhnya jet tempur T-50i kemudian dibawa ke Lanud Iswahjudi untun penghormatan terakhir secara militer. Acara ini, dihadiri sejumlah pejabat TNI AU, termasuk istri Lettu Allan, Dianka Firsta Brestianti.

”Jenazah kemudian dibawa ke kampung halaman di Bekasi, Jawa Barat. Kemudian dimakamkan di Blok Muslim Pemakaman TNI AU Taman Bahagia sore ini (kemarin sore, Red),” kapa Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. (cha/lin)

BLORA – Gugurnya Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi membawa duka mendalam bagi jajaran TNI AU dan TNI. Terutama keluarga perwira penerbang lulusan sekolah penerbang TNI AU tahun 2017 itu. Lettu Allan gugur meninggalkan seorang istri yang baru dinikahinya pada 2021 lalu. Juga satu anak yang masih balita.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, Lettu Allan merupakan lulusan Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi pada 2018 lalu. Kelulusannya pada 27 Oktober 2018 itu, hanya bersama rekannya Lettu Pnb Laksamana Hasnan Tri Pamungkas. Rekannya inilah yang menjadi tandemnya saat latihan terbang malam dengan berakhir insiden jatuhnya pesawat yang dipilotinya itu.

Dia juga sudah memiliki pengalaman puluhan jam terbang bersama pesawat T-50i Golden Eagle, tipe jet tempur yang jatuh di Desa Ngingil, Kradenan, Blora, itu.

Baca Juga :  Tersangka Pungli di Blora Berdalih hanya Mal Administrasi

Sementara itu, jenazah Lettu Allan kemarin setelah ditemukan di lokasi kejadian jatuhnya jet tempur T-50i kemudian dibawa ke Lanud Iswahjudi untun penghormatan terakhir secara militer. Acara ini, dihadiri sejumlah pejabat TNI AU, termasuk istri Lettu Allan, Dianka Firsta Brestianti.

”Jenazah kemudian dibawa ke kampung halaman di Bekasi, Jawa Barat. Kemudian dimakamkan di Blok Muslim Pemakaman TNI AU Taman Bahagia sore ini (kemarin sore, Red),” kapa Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. (cha/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/