alexametrics
29.8 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Bertambah Lagi, Total 6 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Pasar Cepu Blora

BLORA Enam warga Kecamatan Cepu, Blora, tewas usai pesta miras di Pasar Cepu pada Minggu (16/1) sekitar pukul 11.00. Mereka, Agus alias Singo, Dwi Pramono alias Robot, Diva, Ega, dan Puguh Yuwono. Satu lagi, Teguh Wiyono juga ikut menyusul rekan-rekannya setelah mendapat perawatan medis. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian mereka.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kebenaran informasi dari masyarakat tersebut. ”Ada informasi, bahwa beberapa orang meninggal dunia karena hari sebelumnya mereka mengonsumsi minuman keras. Jenisnya seperti apa, kami masih menyelidiki lebih lanjut,” terang kapolsek usai olah TKP kemarin.

Dia menuturkan, informasi awal ada lima orang yang meninggal di hari yang berlainan. Di tempat yang berlainan juga. Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan beberapa botol yang diduga bekas minuman arak tradisional. Selain itu, ada beberapa botol anggur merah dan dua botol tanggung kapasitas 600 ml.


”Kami mengamankan barang-barang (botol-botol bekas, Red) tersebut. Kira-kira dari mana (minuman keras) masih kami pelajari lebih lanjut. Terkait siapa penjualnya, masih dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, pesta miras jenis arak tradisional itu, diikuti 13 orang. Mereka memang terbiasa melakukan aktivitas tersebut. Usai pesta miras, tak berselang lama sejumlah orang dibawa ke rumah sakit. Kondisi orang yang lain, masih dalam keadaan sehat. Ada juga yang masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Pemkab Blora Gembleng 125 UMKM Melek Pengelolaan Keuangan Digital

Miras tersebut didapat dari lokasi sekitar pasar. Dengan begitu, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap penjual miras itu.

Dia mengimbau, agar masyarakat menjauhi minuman keras. Apalagi mengonsumsi. Sebab, minuman keras seperti arak kandunganya kurang jelas. Bisa berbahaya bagi tubuh. ”Ada contoh seperti ini (tewas akibat miras, Red) tolong jangan menjual (miras). Apalagi mengonsumsi. Nanti kami akan tindaklanjuti. Kami akan lakukan razia untuk tempat yang dipakai menjual miras,” tegasnya.

Kasatreskrim AKP Setyanto mengaku, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang yang terisa dalam TKP. ”Nanti kami akan proses (sisa miras di TKP) di laboratorium,” terangnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada penjual. Juga mencari penyebab pasti kematian enam orang tersebut. ”Saat itu ada 14 orang di lokasi yang digunakan untuk minum miras. Ada 13 orang minum dan ada satu orang yang tidak minum. Yang tidak ikut minum meninggal pada Senin dini hari. Sementara tiga orang lainnya, meninggal jeda dua hari setelah minum. Menurut informasi, mereka memang punya riwayat penyakit,” tambahnya.

Dia menambahkan, saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka. Sebab, masih pendalaman kasus. ”Kami akan melakukan operasi distribusi miras. Selanjutkan akan ada tindakan tegas,” ujarnya. (lin)






Reporter: Subekan

BLORA Enam warga Kecamatan Cepu, Blora, tewas usai pesta miras di Pasar Cepu pada Minggu (16/1) sekitar pukul 11.00. Mereka, Agus alias Singo, Dwi Pramono alias Robot, Diva, Ega, dan Puguh Yuwono. Satu lagi, Teguh Wiyono juga ikut menyusul rekan-rekannya setelah mendapat perawatan medis. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian mereka.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kebenaran informasi dari masyarakat tersebut. ”Ada informasi, bahwa beberapa orang meninggal dunia karena hari sebelumnya mereka mengonsumsi minuman keras. Jenisnya seperti apa, kami masih menyelidiki lebih lanjut,” terang kapolsek usai olah TKP kemarin.

Dia menuturkan, informasi awal ada lima orang yang meninggal di hari yang berlainan. Di tempat yang berlainan juga. Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan beberapa botol yang diduga bekas minuman arak tradisional. Selain itu, ada beberapa botol anggur merah dan dua botol tanggung kapasitas 600 ml.

”Kami mengamankan barang-barang (botol-botol bekas, Red) tersebut. Kira-kira dari mana (minuman keras) masih kami pelajari lebih lanjut. Terkait siapa penjualnya, masih dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, pesta miras jenis arak tradisional itu, diikuti 13 orang. Mereka memang terbiasa melakukan aktivitas tersebut. Usai pesta miras, tak berselang lama sejumlah orang dibawa ke rumah sakit. Kondisi orang yang lain, masih dalam keadaan sehat. Ada juga yang masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Nama Bandara Ngloram Diusulkan Diubah Jadi Abdurrahman Wahid

Miras tersebut didapat dari lokasi sekitar pasar. Dengan begitu, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap penjual miras itu.

Dia mengimbau, agar masyarakat menjauhi minuman keras. Apalagi mengonsumsi. Sebab, minuman keras seperti arak kandunganya kurang jelas. Bisa berbahaya bagi tubuh. ”Ada contoh seperti ini (tewas akibat miras, Red) tolong jangan menjual (miras). Apalagi mengonsumsi. Nanti kami akan tindaklanjuti. Kami akan lakukan razia untuk tempat yang dipakai menjual miras,” tegasnya.

Kasatreskrim AKP Setyanto mengaku, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang yang terisa dalam TKP. ”Nanti kami akan proses (sisa miras di TKP) di laboratorium,” terangnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada penjual. Juga mencari penyebab pasti kematian enam orang tersebut. ”Saat itu ada 14 orang di lokasi yang digunakan untuk minum miras. Ada 13 orang minum dan ada satu orang yang tidak minum. Yang tidak ikut minum meninggal pada Senin dini hari. Sementara tiga orang lainnya, meninggal jeda dua hari setelah minum. Menurut informasi, mereka memang punya riwayat penyakit,” tambahnya.

Dia menambahkan, saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka. Sebab, masih pendalaman kasus. ”Kami akan melakukan operasi distribusi miras. Selanjutkan akan ada tindakan tegas,” ujarnya. (lin)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/