alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Tak Lama Lagi, Blora akan Launching 17 Wisata Geologi

BLORA Dalam waktu dekat Blora bakal me-launching wisata geologi atau geoheritage. Saat ini ada 17 titik geosite. Hal ini setelah dilakukan kajian geopark Kabupaten Blora.

Geoheritage Kabupaten Blora ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu berupa lokasi-lokasi pengamatan singkapan batuan yang memiliki peranan penting dalam sistem minyak bumi (petroleum system) Cekungan Jawa Timur Utara yang selama ini terbukti prolifik menghasilkan migas.

Diketahui, nama Kabupaten Blora berasal dari kata “Belor” yang berarti lumpur. Secara etimologi kata Blora berasal dari kata “Bailorah” yang artinya tanah rendah berair. Hal inilah yang menjadi keunikan tersediri Kabupaten Blora. Secara fisiografis Kabupaten Blora terletak pada zona Antiklinorium Kendeng dan Antiklinorium Rembang (Van Bemmelen, 1949).


Bupati Blora Arief Rohman mengaku, potensi wisata alam yang ada di Blora akan segera di-launching. Namanya Geoheritage. Ada 17 titik yang tersebar di beberapa kluster. Mulai kluster timur laut, barat laut, tenggara, dan barat daya.

Rinciannya, Bukit Pencu (timur laut), Sabrangan Forest Park (timur laut), Bukit Kunci (timur laut), Gunung Manggir (barat laut), Gua Kidang (barat laut), Gua Terawang (barat laut) dan Gua Sentono (tenggara). Beikutnya, Singkapan Batuan Fm (Selorejo), Singkapan Batuan Fm (Ngrayong ), Singkapan Batuan Fm (Ledok), Singkapan Batuan Fm (Mundu) Oro-Oro Kesongo (barat daya), Kracakan Ngloram (tenggara), Situs Ngandong (tenggara), Situs Fosil Gajah Purba (tenggara), Banyu Geni (barat daya) dan Sungai Braholo.

“Kita mau berpadu sama Bojonegoro. Sebagai kota minyak, ini ya keunggulan kita terkait potensi geohetitage,” jelasnya.

Bupati menambahkan, Kabupaten Blora secara tektonik merupakan daerah dengan lapangan- lapangan minyak bumi paling produktif. Hal ini yang membuat Kabupaten Blora memiliki Keragaman Geologi yang kompleks. Yatu sebagai daerah lingkungan pembentukan minyak bumi yang tidak semua daerah yang terdapat Warisan Geologi memilikinya.

Baca Juga :  Sempat Kabur, Pelaku Tabrak Lari di Blora Akhirnya Menyerahkan Diri

“Dari banyaknya keberagaman geologi yang ada di kabupaten Blora, sehingga banyak rekaman peristiwa geologi menarik yang perlu dijadikan sebagai Warisan Geologi. Supaya tetap terjaga kelestariannya dan dapat dijadikan sebagai Warisan Geologi tingkat Nasional maupun tingkat Internasional,” imbuhnya.

Menurutnya, penetapan ini juga sudah melalui proses penelitian. Mulai pengumpulan data sekunder mengenai lokasilokasi yang memiliki potensi sebagai situs warisan geologi (geosite) dengan memperhatikan keunikan dan keragaman geologi (geodiversity), budaya dan bioekologinya. Setelah itu, survei lapangan pada geosite-geosite terpilih dengan memperhatikan aspek keunikan, keragaman dan kelayakan diantaranya akses, pengelolaan, fasilitas dan lainnya.

Beirkutnya dikelompokkan geosite berdasarkan kedekatan lokasi dan keterkaitan tema serta sejarah geologi. Selanjutnya dilakukan pembahasan melalui Focused Group Discussion (FGD) dengan setiap tim kabupaten dan kecamatan dihasilkan usulan geoheritage kabupaten.

Setelah itu, rumusan usulan geoheritage tersebut diajukan kepada Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM) untuk diverifikasi dan ditetapkan menjadi geoheritage Nasional. “Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Dimulai dari pertengahan Agustus tahun 2021 hingga November tahun 2021,” terangnya. (him)






Reporter: Subekan

BLORA Dalam waktu dekat Blora bakal me-launching wisata geologi atau geoheritage. Saat ini ada 17 titik geosite. Hal ini setelah dilakukan kajian geopark Kabupaten Blora.

Geoheritage Kabupaten Blora ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu berupa lokasi-lokasi pengamatan singkapan batuan yang memiliki peranan penting dalam sistem minyak bumi (petroleum system) Cekungan Jawa Timur Utara yang selama ini terbukti prolifik menghasilkan migas.

Diketahui, nama Kabupaten Blora berasal dari kata “Belor” yang berarti lumpur. Secara etimologi kata Blora berasal dari kata “Bailorah” yang artinya tanah rendah berair. Hal inilah yang menjadi keunikan tersediri Kabupaten Blora. Secara fisiografis Kabupaten Blora terletak pada zona Antiklinorium Kendeng dan Antiklinorium Rembang (Van Bemmelen, 1949).

Bupati Blora Arief Rohman mengaku, potensi wisata alam yang ada di Blora akan segera di-launching. Namanya Geoheritage. Ada 17 titik yang tersebar di beberapa kluster. Mulai kluster timur laut, barat laut, tenggara, dan barat daya.

Rinciannya, Bukit Pencu (timur laut), Sabrangan Forest Park (timur laut), Bukit Kunci (timur laut), Gunung Manggir (barat laut), Gua Kidang (barat laut), Gua Terawang (barat laut) dan Gua Sentono (tenggara). Beikutnya, Singkapan Batuan Fm (Selorejo), Singkapan Batuan Fm (Ngrayong ), Singkapan Batuan Fm (Ledok), Singkapan Batuan Fm (Mundu) Oro-Oro Kesongo (barat daya), Kracakan Ngloram (tenggara), Situs Ngandong (tenggara), Situs Fosil Gajah Purba (tenggara), Banyu Geni (barat daya) dan Sungai Braholo.

“Kita mau berpadu sama Bojonegoro. Sebagai kota minyak, ini ya keunggulan kita terkait potensi geohetitage,” jelasnya.

Bupati menambahkan, Kabupaten Blora secara tektonik merupakan daerah dengan lapangan- lapangan minyak bumi paling produktif. Hal ini yang membuat Kabupaten Blora memiliki Keragaman Geologi yang kompleks. Yatu sebagai daerah lingkungan pembentukan minyak bumi yang tidak semua daerah yang terdapat Warisan Geologi memilikinya.

Baca Juga :  Sambut Kapolres Baru, Polres Blora Lakukan Upacara Pedangpora

“Dari banyaknya keberagaman geologi yang ada di kabupaten Blora, sehingga banyak rekaman peristiwa geologi menarik yang perlu dijadikan sebagai Warisan Geologi. Supaya tetap terjaga kelestariannya dan dapat dijadikan sebagai Warisan Geologi tingkat Nasional maupun tingkat Internasional,” imbuhnya.

Menurutnya, penetapan ini juga sudah melalui proses penelitian. Mulai pengumpulan data sekunder mengenai lokasilokasi yang memiliki potensi sebagai situs warisan geologi (geosite) dengan memperhatikan keunikan dan keragaman geologi (geodiversity), budaya dan bioekologinya. Setelah itu, survei lapangan pada geosite-geosite terpilih dengan memperhatikan aspek keunikan, keragaman dan kelayakan diantaranya akses, pengelolaan, fasilitas dan lainnya.

Beirkutnya dikelompokkan geosite berdasarkan kedekatan lokasi dan keterkaitan tema serta sejarah geologi. Selanjutnya dilakukan pembahasan melalui Focused Group Discussion (FGD) dengan setiap tim kabupaten dan kecamatan dihasilkan usulan geoheritage kabupaten.

Setelah itu, rumusan usulan geoheritage tersebut diajukan kepada Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM) untuk diverifikasi dan ditetapkan menjadi geoheritage Nasional. “Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Dimulai dari pertengahan Agustus tahun 2021 hingga November tahun 2021,” terangnya. (him)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/