27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Rumah Warga Terbakar, Aliran Listrik di Kelurahan Kunduran Padam Seharian

BLORA – Listrik di Kelurahan/Kecamatan Kunduran padam seharian pada Kamis (18/1). Pemadaman itu akibat adanya kebakaran rumah milik Edy Mulyono, 65, warga RT 04 RW 01, yang mengakibatkan terputusnya kabel milik PLN. Hingga pukul 16.00, petugas masih mencoba memperbaiki jaringan kelistrikan tersebut.

Jumakir, seorang warga yang bekerja di sekitar lokasi kejadian mengatakan setidaknya ada tiga desa atau kelurahan yang terdampak pemadaman listrik selama seharian itu. Yaitu Desa Beji atau Ketitang, Desa Karang Mojo, serta Kelurahan Kunduran.

Rumah berbentuk Sinom tersebut itu ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30. Kebakaran diketahui pertama kali oleh anak korban, Ardan Putra Wijaya. Saat itu, Ardan sedang tertidur pulas. Lalu Ardan terbangun karena mencium bau seperti benda terbakar.


“Iya betul. Malam hari rumah berbentuk Sinom terbuat dari kayu. gandeng 2 dan 1 gudang bagian depan ludes terbakar,” ungkap Wito, Kasi keamanan dan ketertiban Kecamatan Ngawe, Kamis (18/1).

Rumah berbahan kayu membuat api cepat menjalar, korban dengan cepat lari keluar melarikan diri dan berteriak minta pertolongan warga. Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian mengakibatkan api lebih cepat membesar.

“Anak korban (Ardan) keluar kamar dan melihat api menyala dari kamar tengah bagian timur. Ia kemudian membangunkan ayah dan ibunya untuk keluar rumah,” terang Wito.

Baca Juga :  Bahas Kerjasama Pembangunan, Wakil Bupati Grobogan Sambangi Bupati Blora

Mengetahui api sudah berkobar, korban sempat berusaha memadamkan api. Namun api yang terlalu besar membuatnya memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Korban lalu keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga.

“Mendengar teriakan minta tolong, kemudian warga berdatangan untuk membantu dan menyelamatkan barang-barang,” jelasnya.

Salah seorang tetangga korban bernama Teguh lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Polisi lalu melaporkan kejadian ke Pemadam Kebakaran Ngawen dan turut datang ke lokasi kejadian. Saat petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi, api sudah membakar habis rumah korban.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun tangan kanan dan kiri korban terkena luka bakar saat mencoba menjinakkan api. “Korban jiwa tidak ada. Kerugian belum diketahui, menyusul,” tandasnya.

Wito merinci sejumlah barang yang ikut terbakar. Diantaranya adalah sebuah sepeda motor, kulkas, 2 unit televisi, 6 tempat tidur, 3 lemari, 5 bufet, 7 lemari baju, 3 set meja kursi, perhiasan dan uang, serta surat-surat atau dokumen penting lainnya. (cha/ali)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Listrik di Kelurahan/Kecamatan Kunduran padam seharian pada Kamis (18/1). Pemadaman itu akibat adanya kebakaran rumah milik Edy Mulyono, 65, warga RT 04 RW 01, yang mengakibatkan terputusnya kabel milik PLN. Hingga pukul 16.00, petugas masih mencoba memperbaiki jaringan kelistrikan tersebut.

Jumakir, seorang warga yang bekerja di sekitar lokasi kejadian mengatakan setidaknya ada tiga desa atau kelurahan yang terdampak pemadaman listrik selama seharian itu. Yaitu Desa Beji atau Ketitang, Desa Karang Mojo, serta Kelurahan Kunduran.

Rumah berbentuk Sinom tersebut itu ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.30. Kebakaran diketahui pertama kali oleh anak korban, Ardan Putra Wijaya. Saat itu, Ardan sedang tertidur pulas. Lalu Ardan terbangun karena mencium bau seperti benda terbakar.

“Iya betul. Malam hari rumah berbentuk Sinom terbuat dari kayu. gandeng 2 dan 1 gudang bagian depan ludes terbakar,” ungkap Wito, Kasi keamanan dan ketertiban Kecamatan Ngawe, Kamis (18/1).

Rumah berbahan kayu membuat api cepat menjalar, korban dengan cepat lari keluar melarikan diri dan berteriak minta pertolongan warga. Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian mengakibatkan api lebih cepat membesar.

“Anak korban (Ardan) keluar kamar dan melihat api menyala dari kamar tengah bagian timur. Ia kemudian membangunkan ayah dan ibunya untuk keluar rumah,” terang Wito.

Baca Juga :  Truk Ekspedisi Pembawa Paket Terguling di Blora, Begini Kronologinya

Mengetahui api sudah berkobar, korban sempat berusaha memadamkan api. Namun api yang terlalu besar membuatnya memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Korban lalu keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga.

“Mendengar teriakan minta tolong, kemudian warga berdatangan untuk membantu dan menyelamatkan barang-barang,” jelasnya.

Salah seorang tetangga korban bernama Teguh lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Polisi lalu melaporkan kejadian ke Pemadam Kebakaran Ngawen dan turut datang ke lokasi kejadian. Saat petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi, api sudah membakar habis rumah korban.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun tangan kanan dan kiri korban terkena luka bakar saat mencoba menjinakkan api. “Korban jiwa tidak ada. Kerugian belum diketahui, menyusul,” tandasnya.

Wito merinci sejumlah barang yang ikut terbakar. Diantaranya adalah sebuah sepeda motor, kulkas, 2 unit televisi, 6 tempat tidur, 3 lemari, 5 bufet, 7 lemari baju, 3 set meja kursi, perhiasan dan uang, serta surat-surat atau dokumen penting lainnya. (cha/ali)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru