alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Lampaui Target, Pajak PBB-P2 Blora Naik Rp 200 Juta

BLORA Penerimaan pajak bumi bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB-P2) 2021 berhasil melebihi target. Dari Rp 17,5 miliar menjadi Rp 17,6 miliar. Sehingga diproyeksikan, tahun ini pendapatan naik Rp 200 juta, menjadi Rp 17,7 miliar.

Kepala Badan Pendapatan, Keuangan, dan Anggaran Daerah (BPKAD) Blora Slamet Pamuji mengatakan, selama satu tahun kemarin, pendapatan sektor PBB-P2 melebihi target. Pembayaran pajak dari masyarakat juga cukup baik. Tahun lalu target pendapatan Rp 17,5 miliar dengan nilai realisasi hingga akhir tahun mencapai Rp 17,6 miliar. “Tentu berdampak baik untuk penambahan pendapatan daerah,” terangnya.

Ia menjelaskan, karena pendapatan tahun lalu cenderung meningkat, sehingga target tahun ini dinaikkan menjadi Rp 17,7 miliar. Atau naik Rp 200 juta dari tahun sebelumnya.


Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengupayakan agar warga yang tahun lalu belum taat pajak, diharapkan membayar lebih tertib lagi. Apalagi ini untuk kepentingan bersama. Pembangunan bersama. “Ini untuk pembangunan bersama. Tidak untuk disalahgunakan,” terangnya.

Baca Juga :  Kemewahan Tinggal Kenangan, Kini Hidup Sederhana

Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini juga diproyeksikan naik. Yaitu menjadi Rp 291 Miliar. Salah satunya bersumber dari retribusi.

Sebelumnya, dalam sidang paripurna, Perwakilan Fraksi Partai Demokrat Hanura Kabupaten Blora Iwan Kristiyanto menyarankan agar pemerintah terus meningkatkan PAD Blora 2022. Yaitu bisa menembus anggka Rp 350 miliar. Caranya degan menggali semua potensi yang ada. “Dengan kerja, kerja, dan kerja, agar target tersebut bisa tercapai,” pintanya belum lama ini.

Pihaknya yakin, dengan kepemimpinan Arief Rohman dibantu ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Blora Komang Gede Irawadi, target PAD Blora 2022 yang disarankan Fraksi Demokrat Hanura akan tercapai. (sub/war)

 






Reporter: Subekan

BLORA Penerimaan pajak bumi bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB-P2) 2021 berhasil melebihi target. Dari Rp 17,5 miliar menjadi Rp 17,6 miliar. Sehingga diproyeksikan, tahun ini pendapatan naik Rp 200 juta, menjadi Rp 17,7 miliar.

Kepala Badan Pendapatan, Keuangan, dan Anggaran Daerah (BPKAD) Blora Slamet Pamuji mengatakan, selama satu tahun kemarin, pendapatan sektor PBB-P2 melebihi target. Pembayaran pajak dari masyarakat juga cukup baik. Tahun lalu target pendapatan Rp 17,5 miliar dengan nilai realisasi hingga akhir tahun mencapai Rp 17,6 miliar. “Tentu berdampak baik untuk penambahan pendapatan daerah,” terangnya.

Ia menjelaskan, karena pendapatan tahun lalu cenderung meningkat, sehingga target tahun ini dinaikkan menjadi Rp 17,7 miliar. Atau naik Rp 200 juta dari tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengupayakan agar warga yang tahun lalu belum taat pajak, diharapkan membayar lebih tertib lagi. Apalagi ini untuk kepentingan bersama. Pembangunan bersama. “Ini untuk pembangunan bersama. Tidak untuk disalahgunakan,” terangnya.

Baca Juga :  Genjot Pendidikan, Pemkab Blora Terapkan Program Satu Desa Dua Sarjana

Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini juga diproyeksikan naik. Yaitu menjadi Rp 291 Miliar. Salah satunya bersumber dari retribusi.

Sebelumnya, dalam sidang paripurna, Perwakilan Fraksi Partai Demokrat Hanura Kabupaten Blora Iwan Kristiyanto menyarankan agar pemerintah terus meningkatkan PAD Blora 2022. Yaitu bisa menembus anggka Rp 350 miliar. Caranya degan menggali semua potensi yang ada. “Dengan kerja, kerja, dan kerja, agar target tersebut bisa tercapai,” pintanya belum lama ini.

Pihaknya yakin, dengan kepemimpinan Arief Rohman dibantu ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Blora Komang Gede Irawadi, target PAD Blora 2022 yang disarankan Fraksi Demokrat Hanura akan tercapai. (sub/war)

 






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/