alexametrics
24.4 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Bangun Digital Leadership, Bupati Blora Boyong Bupati Sumedang

BLORA – Pemkab Blora menggelar talkshow Ngobrol Bareng Bupati, Selasa (18/1). Tak main-main, Bupati Sumedang dan Sekda Sumedang diboyong langsung ke Blora untuk menularkan ilmunya di Blora. Selanjutnya, akan diterapkan di Blora terkait Digital Leadership.

Apalagi, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sudah berhasil membangun pemerintahan daerah berbasis data terpadu atau digital government. Sehingga meraih predikat Kabupaten Terinovatif tahun lalu.

Dalam kesempatan kemarin, rombongan dijamu dengan menu kuliner khas Blora. Mulai serabi, kopi santan, sate ayam, sate sapi, asem-asem, soto klethuk dan lainnya.


Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang telah berbagi ilmu dengan Blora. Dirinya berharap Blora ke depan bisa ikut melesat seperti halnya Sumedang.

“Saya atas nama Pemkab Blora, mengucapkan terimakasih kepada senior saya Kang Dony Bupati Sumedang yang sudah berkenan membagi ilmunya di Blora ini. Tadi kita mendapatkan ilmu pencerahan yang luar biasa. Termasuk diberikan hibah e-office dan e- Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang akan kita terapkan di Blora sebagai wujud Digital Leadership. Seperti yang sudah dilakukan Sumedang. Agar Blora bisa semakin maju,” ucap Bupati Arief Rohman.

Menurutnya, berbekal ilmu dan bantuan dari Sumedang ini, dirinya ingin di peringatan satu tahun kepemimpinannya nanti, Blora sudah bisa meresmikan penggunaan e-office dan e-SAKIP sebagai wujud digital leadership dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

“Kita minta semua perangkat daerah bisa ikut berkomitmen tentang ini. Semuanya akan serba digital. Termasuk nanti kita minta Dinkominfo bisa segera mewujudkan Command Center sebagai pusat kendali pemerintahan secara digital. Kita bisa kerja dari mana saja, kapan saja sambil melihat langsung kondisi lapangan,” tambah bupati.

Baca Juga :  PT GMM Bulog Blora Jadi Pabrik Gula Swasembada Nasional

Dalam kesempatan kemarin, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyampaikan materi tentang Transformational Leadership di era digital yang serba cepat perubahannya. Sebab, zaman sudah berubah, kehidupan berubah, tantangan berubah, ekspektasi masyarakat semakin tinggi. Sehingga Pemerintah Daerah juga harus ikut berubah dengan kepemimpinan transformatif, transformational leadership.

“Tadi kita sampaikan best practice yang kami lakukan di Sumedang. Sekaligus sharing dengan apa yang ada di Blora. Semoga ini bisa saling menguatkan untuk maju bersama-sama. Kemudian membahas bersama tentang leadership transformative dan digital transformasi untuk mempermudah urusan masyarakat. Mempercepat capaian pembangunan di tengah kondisi yang saat ini serba cepat berubah,” ungkap Bupati Dony Ahmad Munir.

Untuk diketahui, di awal kepemimpinan Dony Ahmad Munir di Sumedang tahun 2018. Nilai SAKIP-nya hanya 48,58. Namun setelah melakukan inovasi dan komitmen yang kuat, di 2020 SAKIP-nya naik menjadi 71,53.

Sedangkan indeks SPBE yang tadinya 2,48 (2018) menjadi 3,81 (2020). Kemudian angka stunting Sumedang (2018) sebanyak 32 persen bisa ditekan menjadi 17 persen di 2020.

Adapun Sekda Sumedang, Herman Suryatman, menyampaikan materi tentang Disrupsi dan Transformasi Peran ASN di era industri 4.0. Usai acara, Bupati Sumedang diajak ramah tamah di rumah makan tepi Waduk Tempuran. Dilanjutkan berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Blora dan Dekranasda. (sub/war)






Reporter: Subekan

BLORA – Pemkab Blora menggelar talkshow Ngobrol Bareng Bupati, Selasa (18/1). Tak main-main, Bupati Sumedang dan Sekda Sumedang diboyong langsung ke Blora untuk menularkan ilmunya di Blora. Selanjutnya, akan diterapkan di Blora terkait Digital Leadership.

Apalagi, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sudah berhasil membangun pemerintahan daerah berbasis data terpadu atau digital government. Sehingga meraih predikat Kabupaten Terinovatif tahun lalu.

Dalam kesempatan kemarin, rombongan dijamu dengan menu kuliner khas Blora. Mulai serabi, kopi santan, sate ayam, sate sapi, asem-asem, soto klethuk dan lainnya.

Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang telah berbagi ilmu dengan Blora. Dirinya berharap Blora ke depan bisa ikut melesat seperti halnya Sumedang.

“Saya atas nama Pemkab Blora, mengucapkan terimakasih kepada senior saya Kang Dony Bupati Sumedang yang sudah berkenan membagi ilmunya di Blora ini. Tadi kita mendapatkan ilmu pencerahan yang luar biasa. Termasuk diberikan hibah e-office dan e- Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang akan kita terapkan di Blora sebagai wujud Digital Leadership. Seperti yang sudah dilakukan Sumedang. Agar Blora bisa semakin maju,” ucap Bupati Arief Rohman.

Menurutnya, berbekal ilmu dan bantuan dari Sumedang ini, dirinya ingin di peringatan satu tahun kepemimpinannya nanti, Blora sudah bisa meresmikan penggunaan e-office dan e-SAKIP sebagai wujud digital leadership dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

“Kita minta semua perangkat daerah bisa ikut berkomitmen tentang ini. Semuanya akan serba digital. Termasuk nanti kita minta Dinkominfo bisa segera mewujudkan Command Center sebagai pusat kendali pemerintahan secara digital. Kita bisa kerja dari mana saja, kapan saja sambil melihat langsung kondisi lapangan,” tambah bupati.

Baca Juga :  Dinas di Blora Terjunkan 14 Pemeriksa di Pasar Hewan untuk Cegah Wabah PMK

Dalam kesempatan kemarin, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyampaikan materi tentang Transformational Leadership di era digital yang serba cepat perubahannya. Sebab, zaman sudah berubah, kehidupan berubah, tantangan berubah, ekspektasi masyarakat semakin tinggi. Sehingga Pemerintah Daerah juga harus ikut berubah dengan kepemimpinan transformatif, transformational leadership.

“Tadi kita sampaikan best practice yang kami lakukan di Sumedang. Sekaligus sharing dengan apa yang ada di Blora. Semoga ini bisa saling menguatkan untuk maju bersama-sama. Kemudian membahas bersama tentang leadership transformative dan digital transformasi untuk mempermudah urusan masyarakat. Mempercepat capaian pembangunan di tengah kondisi yang saat ini serba cepat berubah,” ungkap Bupati Dony Ahmad Munir.

Untuk diketahui, di awal kepemimpinan Dony Ahmad Munir di Sumedang tahun 2018. Nilai SAKIP-nya hanya 48,58. Namun setelah melakukan inovasi dan komitmen yang kuat, di 2020 SAKIP-nya naik menjadi 71,53.

Sedangkan indeks SPBE yang tadinya 2,48 (2018) menjadi 3,81 (2020). Kemudian angka stunting Sumedang (2018) sebanyak 32 persen bisa ditekan menjadi 17 persen di 2020.

Adapun Sekda Sumedang, Herman Suryatman, menyampaikan materi tentang Disrupsi dan Transformasi Peran ASN di era industri 4.0. Usai acara, Bupati Sumedang diajak ramah tamah di rumah makan tepi Waduk Tempuran. Dilanjutkan berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Blora dan Dekranasda. (sub/war)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/