alexametrics
28 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Sidak Mal di Blora, Dinas Temukan Minyak Goreng Disimpan di Kolong Rak

BLORA – Tim dari Kementerian Perdagangan RI didampingi Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora kembali mengecek kondisi minyak di Blora. Salah satunya di MD Mall Blora. Disana ditemukan minyak disimpan di kolong rak. Sementara raknya stok kosong.

Dalam sidak ini, ketersediaan minyak goreng langsung diserbu oleh para pembeli. Karena ada sidak, stok baru yang ada langsung dikeluarkan dari dalam dus. “Kalau habis diisi lagi, sekarang kita menggunakan Rosebrand. Kami berharap kepada distributor untuk menyediakan ketersediaan minyak goreng kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat terlayani,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi.

Dia menambahkan, untuk kemasan sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disyaratkan dari pemerintah. Termasuk minyak curah juga sudah sesuai.


Luluk mengungkapkan, pengecekan dan monitoring dilakukan terkait dengan kondisi minyak goreng di kabupaten Blora. “Pada umumnya untuk distributor, kita punya dua tempat. Pertama, MD Mall dan Wahyu Prima yang ada di Seso Jepon,” ujarnya.

Saat ini, untuk stok minyak curah, di MD Mall Blora ada 30 ton, Jepon 30 ton dan di Ngawen ada 24 ton. Untuk yang kemasan, penjualan diimbau sesuai dengan peraturan Kementerian Perdagangan. “Kita berharap untuk kemasan tidak melampaui HET. Untuk minyak curah per liter Rp 11.500 , kemasan sederhana Rp 13.500, kemasan premium Rp 14.000. Untuk yang di MD Mall, kita cek untuk kemasan per liter sesuai dengan peraturan Kementerian perdagangan Rp 14.000 per liternya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bangun Seribu Jaringan Pipa, Pemkab Blora Aggarkan Rp 6,7 M

Baca Juga : Melihat Warga Blora Rela Antre Berjam-jam Demi Minyak Goreng Curah

Luluk mengaku, juga sudah mengecek beberapa tempat di Pasar Sido Makmur. “Pedagang masih menjual minyak goreng di harga Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per liter,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat ini, untuk para penjual segera kembali ke HET. Termasuk juga toko-toko modern. “Kondisi hari ini dari pihak distributor juga masih menunggu kiriman dari produsen. Stok, per hari ada 30 ton,” tegasnya.

Sementara itu, Manager MD Mall Blora, Agus mengatakan, memang ada pembatasan untuk pembelian minyak goreng. Maksimal setiap KK 2 liter. “Sesuai info yang kami terima setiap orang dua liter. Satu liter dua pcs. Yang 2 liter revil 1 pcs. Kalau udah kosong langsung kita ambil. Disimpan dalam kolong supaya lebih cepat ambilnya. Kosong selalu diisi kembali,” ucap Agus.

Terkait dengan pembelian menggunakan KTP sebagai syarat, Agus beralasan karena memang diminta sama pabrik. “Ini aja stok lama. Sebenarnya untuk cadangan puasa hingga lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, Junat, salah satu pembeli asal Kelurahan Karangjati menuturkan membeli minyak goreng ini dengan harga Rp 14.000 untuk satu liternya. Bahkan dirinya sempat mendapat tawaran membeli minyak goreng dari tetangganya. “Iya, kemarin nyonyah (istri) juga ditawari dua liter dengan harga Rp 28.000 tapi akhirnya nggak usah,” ucap Junat.

Berbeda dengan Rohmah, dia mengaku kecewa lantara kehabisan minyak. Usai sidak stok sudah tidak ada lagi. Sudah kosong. Sehingga dia terpaksa pulang. “Kosong. Sudah habis,” imbuhnya. (sub/him)






Reporter: Subekan

BLORA – Tim dari Kementerian Perdagangan RI didampingi Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora kembali mengecek kondisi minyak di Blora. Salah satunya di MD Mall Blora. Disana ditemukan minyak disimpan di kolong rak. Sementara raknya stok kosong.

Dalam sidak ini, ketersediaan minyak goreng langsung diserbu oleh para pembeli. Karena ada sidak, stok baru yang ada langsung dikeluarkan dari dalam dus. “Kalau habis diisi lagi, sekarang kita menggunakan Rosebrand. Kami berharap kepada distributor untuk menyediakan ketersediaan minyak goreng kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat terlayani,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi.

Dia menambahkan, untuk kemasan sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disyaratkan dari pemerintah. Termasuk minyak curah juga sudah sesuai.

Luluk mengungkapkan, pengecekan dan monitoring dilakukan terkait dengan kondisi minyak goreng di kabupaten Blora. “Pada umumnya untuk distributor, kita punya dua tempat. Pertama, MD Mall dan Wahyu Prima yang ada di Seso Jepon,” ujarnya.

Saat ini, untuk stok minyak curah, di MD Mall Blora ada 30 ton, Jepon 30 ton dan di Ngawen ada 24 ton. Untuk yang kemasan, penjualan diimbau sesuai dengan peraturan Kementerian Perdagangan. “Kita berharap untuk kemasan tidak melampaui HET. Untuk minyak curah per liter Rp 11.500 , kemasan sederhana Rp 13.500, kemasan premium Rp 14.000. Untuk yang di MD Mall, kita cek untuk kemasan per liter sesuai dengan peraturan Kementerian perdagangan Rp 14.000 per liternya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sempat Kabur, Pelaku Tabrak Lari di Blora Akhirnya Menyerahkan Diri

Baca Juga : Melihat Warga Blora Rela Antre Berjam-jam Demi Minyak Goreng Curah

Luluk mengaku, juga sudah mengecek beberapa tempat di Pasar Sido Makmur. “Pedagang masih menjual minyak goreng di harga Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per liter,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat ini, untuk para penjual segera kembali ke HET. Termasuk juga toko-toko modern. “Kondisi hari ini dari pihak distributor juga masih menunggu kiriman dari produsen. Stok, per hari ada 30 ton,” tegasnya.

Sementara itu, Manager MD Mall Blora, Agus mengatakan, memang ada pembatasan untuk pembelian minyak goreng. Maksimal setiap KK 2 liter. “Sesuai info yang kami terima setiap orang dua liter. Satu liter dua pcs. Yang 2 liter revil 1 pcs. Kalau udah kosong langsung kita ambil. Disimpan dalam kolong supaya lebih cepat ambilnya. Kosong selalu diisi kembali,” ucap Agus.

Terkait dengan pembelian menggunakan KTP sebagai syarat, Agus beralasan karena memang diminta sama pabrik. “Ini aja stok lama. Sebenarnya untuk cadangan puasa hingga lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, Junat, salah satu pembeli asal Kelurahan Karangjati menuturkan membeli minyak goreng ini dengan harga Rp 14.000 untuk satu liternya. Bahkan dirinya sempat mendapat tawaran membeli minyak goreng dari tetangganya. “Iya, kemarin nyonyah (istri) juga ditawari dua liter dengan harga Rp 28.000 tapi akhirnya nggak usah,” ucap Junat.

Berbeda dengan Rohmah, dia mengaku kecewa lantara kehabisan minyak. Usai sidak stok sudah tidak ada lagi. Sudah kosong. Sehingga dia terpaksa pulang. “Kosong. Sudah habis,” imbuhnya. (sub/him)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/