alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Pemkab Blora Launching Majelis Pesona dan Gerakan Sedekah Online

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora me-launching Majelis Pecinta Sholawat Nariyah (Pesona) dan gerakan Sedekah Online di Pendapa Rumah Dinas Bupati kemarin. Salawat nariyah rencananya secara berkala dibaca sebelum masuk kantor bagi pegawai muslim Pemkab Blora.

”Kami berharap nanti di kantor-kantor sebelum acara salawat nariyah dahulu bagi yang muslim. Begitu juga majelis ini nanti akan kami laksanakan secara berkala. Dulu ketika saya terkena Covid-19, diisolasi di rumah sakit Solo, rasanya antara hidup dan mati. Saya isi dengan bersalawat dan berdoa. Akhirnya Alhamdulillah bisa sembuh. Upaya lahiriyah dilakukan, batiniah juga dapet,” jelas Bupati Blora Arief kemarin.

Launching program itu dengan menyentuh videowall secara bersama-sama. Dilanjutkan lantunan salawat nariyah, serta praktik sedekah online yang bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Blora dan Bank Jateng cabang Blora.


Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” ucap Bupati Arief Rohman mengawali sambutannya kemarin.

LAUNCHING: Bupati Blora Arief Rohman me-launching Majelis Pesona Dan Sedekah Online di pendapa kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Menurutnya, potongan Alquran surat Al-Ahzab ayat 56 ini menjadi spirit bersama. Sebab sudah me-launching majelis pecinta salawat nariyah. ”Ini sebagai salah satu upaya batiniyah kita dalam membangun Blora yang penuh berkah dan keselamatan,” tambahnya.

Bupati bercerita teringat saat sowan ke sahabatnya beberapa waktu lalu. Yaitu Almarhum Pak Dadang. Saat itu beliau menjabat bupati Situbondo, Jawa Timur. Di sana beliau sering melaksanakan majelis salawat nariyah secara rutin hingga tingkat desa. Sehingga Situbondo menjadi daerah yang aman dan kriminalitasnya rendah. ”Pemerintahannya juga berjalan baik, saat itu saya masih wakil bupati, di Situbondo SAKIP-nya sudah A dan sudah punya command center. Sedangkan Blora baru dirintis,” terang bupati.

Baca Juga :  Ditinggal Tarawih, Satu Rumah di Blora Ludes Terbakar

Bupati ingin, majelis Pesona ini nantinya bisa menjadi penyeimbang upaya lahiriyah dalam rangka membangun Blora yang lebih baik lagi ke depannya.

Selain bersholawat, bupati yang juga akrab disapa Gus Arief ini juga mengajak seluruh ASN di Kabupaten Blora untuk meningkatkan gerakan sedekah yang manfaatnya akan dirasakan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya di Blora ini banyak janda-janda tua miskin. Anak yatim juga banyak. ”Maka kita harus mengeluarkan sebagian rezeki kita. Zakat kita, infaq kita, sedekah kita. Karena Allah memberikan nikmat kepada kita. Khususnya para pejabat ini yang suatu saat jabatannya juga bisa diambil. Jadi mumpung masih menjabat mari kita mentasyarufkan sebagian dari harta kita. Dan yakinlah bahwa sedekah akan dibayar tunai oleh Allah SWT. Mari kita perhatikan orang tidak mampu, janda tua tidak mampu dan anak yatim melalui gerakan sedekah ini,” lanjut bupati.

Untuk itu, bupati meminta agar Dinas Sosial dibantu para camat bisa mendata janda-janda tua tidak mampu dan anak yatim piatu untuk sasaran manfaat gerakan sedekah yang dicanangkan hari ini. ”Nanti setiap Jumat kami siap menyalurkan bersama-sama dengan Forkopimda ke desa-desa. Insya Allah dengan gerakan ini ke depan Blora semakin berkah, guyub, rukun, dan sehat semuanya,” tambah bupati.

Acara kemudian ditutup dengan maulidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Zaki Abdullah dari Situbondo, Jawa Timur. Beliau menyampaikan tentang manfaat salawat nariyah dan gerakan sedekah kepada seluruh ASN Kabupaten Blora. ”Sedekah itu banyak sekali manfatnya,” terangnya. (zen)






Reporter: Subekan

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora me-launching Majelis Pecinta Sholawat Nariyah (Pesona) dan gerakan Sedekah Online di Pendapa Rumah Dinas Bupati kemarin. Salawat nariyah rencananya secara berkala dibaca sebelum masuk kantor bagi pegawai muslim Pemkab Blora.

”Kami berharap nanti di kantor-kantor sebelum acara salawat nariyah dahulu bagi yang muslim. Begitu juga majelis ini nanti akan kami laksanakan secara berkala. Dulu ketika saya terkena Covid-19, diisolasi di rumah sakit Solo, rasanya antara hidup dan mati. Saya isi dengan bersalawat dan berdoa. Akhirnya Alhamdulillah bisa sembuh. Upaya lahiriyah dilakukan, batiniah juga dapet,” jelas Bupati Blora Arief kemarin.

Launching program itu dengan menyentuh videowall secara bersama-sama. Dilanjutkan lantunan salawat nariyah, serta praktik sedekah online yang bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Blora dan Bank Jateng cabang Blora.

Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ ‘alaihi wa sallimụ taslīmā. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” ucap Bupati Arief Rohman mengawali sambutannya kemarin.

LAUNCHING: Bupati Blora Arief Rohman me-launching Majelis Pesona Dan Sedekah Online di pendapa kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Menurutnya, potongan Alquran surat Al-Ahzab ayat 56 ini menjadi spirit bersama. Sebab sudah me-launching majelis pecinta salawat nariyah. ”Ini sebagai salah satu upaya batiniyah kita dalam membangun Blora yang penuh berkah dan keselamatan,” tambahnya.

Bupati bercerita teringat saat sowan ke sahabatnya beberapa waktu lalu. Yaitu Almarhum Pak Dadang. Saat itu beliau menjabat bupati Situbondo, Jawa Timur. Di sana beliau sering melaksanakan majelis salawat nariyah secara rutin hingga tingkat desa. Sehingga Situbondo menjadi daerah yang aman dan kriminalitasnya rendah. ”Pemerintahannya juga berjalan baik, saat itu saya masih wakil bupati, di Situbondo SAKIP-nya sudah A dan sudah punya command center. Sedangkan Blora baru dirintis,” terang bupati.

Baca Juga :  480 Anak Lolos Final Festival Mewarnai

Bupati ingin, majelis Pesona ini nantinya bisa menjadi penyeimbang upaya lahiriyah dalam rangka membangun Blora yang lebih baik lagi ke depannya.

Selain bersholawat, bupati yang juga akrab disapa Gus Arief ini juga mengajak seluruh ASN di Kabupaten Blora untuk meningkatkan gerakan sedekah yang manfaatnya akan dirasakan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya di Blora ini banyak janda-janda tua miskin. Anak yatim juga banyak. ”Maka kita harus mengeluarkan sebagian rezeki kita. Zakat kita, infaq kita, sedekah kita. Karena Allah memberikan nikmat kepada kita. Khususnya para pejabat ini yang suatu saat jabatannya juga bisa diambil. Jadi mumpung masih menjabat mari kita mentasyarufkan sebagian dari harta kita. Dan yakinlah bahwa sedekah akan dibayar tunai oleh Allah SWT. Mari kita perhatikan orang tidak mampu, janda tua tidak mampu dan anak yatim melalui gerakan sedekah ini,” lanjut bupati.

Untuk itu, bupati meminta agar Dinas Sosial dibantu para camat bisa mendata janda-janda tua tidak mampu dan anak yatim piatu untuk sasaran manfaat gerakan sedekah yang dicanangkan hari ini. ”Nanti setiap Jumat kami siap menyalurkan bersama-sama dengan Forkopimda ke desa-desa. Insya Allah dengan gerakan ini ke depan Blora semakin berkah, guyub, rukun, dan sehat semuanya,” tambah bupati.

Acara kemudian ditutup dengan maulidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Zaki Abdullah dari Situbondo, Jawa Timur. Beliau menyampaikan tentang manfaat salawat nariyah dan gerakan sedekah kepada seluruh ASN Kabupaten Blora. ”Sedekah itu banyak sekali manfatnya,” terangnya. (zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/