alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

PT GMM Bulog Blora Jadi Pabrik Gula Swasembada Nasional

BLORA – Hadirnya pabrik PT. GMM Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora membawa berkah bagi Blora. Terutama warga sekitar. Petani tebu dan masyarakat sekitat. Perekonomian bangkit. Menggeliat dan infrastruktur menjadi lebih baik. Uang juga berputar di desa setempat.

Apalagi PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog ini merupakan pabrik gula swasembada nasional yang menyuplai produk-produk gula terbaik Indonesia. Pabrik gula berbasis tebu pertama yang dibangun di Indonesia selama 37 tahun terakhir. Sejak 1982.

Direktur Operasional Krisna Murtiyanto mengungkapkan, PT. GMM Blora dibangun menggunankan peralatan canggih dengan sistem operasional modern. mempunyai kapasitas giling tebu sebanyak 4.000 Tone Cane Day (TCD) hingga 6.000 TCD dengan menggunakan pemurnian Defekasi Remelt Karbonatasi.

KEAGAMAAN: Penyaluran hewan kurban rutin diberikan PT. GMM setiap tahun. (PT. GMM FOR RADAR KUDUS)

“Dibangun dengan mengutamakan sistem ramah lingkungan pada pengoperasian pabrik gula. Di mana, air limbah sisa produksi diolah kembali dengan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dan demineralisasi dengan sisitem air disirkulasi (Close Loop Water System) dengan gutter dan water pond. Kapasitas tampung 250.000 kubik secara kedap air. Serta gas buang boiler diserap untuk bahan pemurnian proses pemurnian,” terangnya.

Baca Juga :  Industri Berbasis Teknologi dan Digitalisasi Jadi Engine of Growth Baru

Kebutuhan area lahan tebu sekitar 8.700 hektare sampai dengan 12.000 hektare. Hampir semua bahan baku yang digiling adalah milik petani. Ke depan, PT.GMM akan bekerja sama dengan Perhutani dengan target 60 persen lahan dikelola pabrik. Sehingga bibit tebu akan lebih terkontrol.

Pabrik gula Blora ini bisa memproduksi tiga macam gula produksi. Yaitu Gula Kristal Mentah (GKM), Gula Kristal Putih (GKP), dan Gula Kristal Rafinasi (GKR). Sehingga pabrik ini menggunakan bahan baku selain tebu juga raw sugar dengan total produksi GKP 186.225 ton per tahun.

“100 persen karyawan PT. GMM Blora juga diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain itu, PT. GMM Bulog mampu menyerap karyawan dalam masa giling sebanyak 750 orang. Di luar masa giling (off season) mencapai 450 orang. Yaitu karyawan tetap. Bahkan selama pandemi dan tidak beroperasi tidak ada pengurangan karyawan,” tambahnya. (war)






Reporter: Subekan

BLORA – Hadirnya pabrik PT. GMM Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora membawa berkah bagi Blora. Terutama warga sekitar. Petani tebu dan masyarakat sekitat. Perekonomian bangkit. Menggeliat dan infrastruktur menjadi lebih baik. Uang juga berputar di desa setempat.

Apalagi PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog ini merupakan pabrik gula swasembada nasional yang menyuplai produk-produk gula terbaik Indonesia. Pabrik gula berbasis tebu pertama yang dibangun di Indonesia selama 37 tahun terakhir. Sejak 1982.

Direktur Operasional Krisna Murtiyanto mengungkapkan, PT. GMM Blora dibangun menggunankan peralatan canggih dengan sistem operasional modern. mempunyai kapasitas giling tebu sebanyak 4.000 Tone Cane Day (TCD) hingga 6.000 TCD dengan menggunakan pemurnian Defekasi Remelt Karbonatasi.

KEAGAMAAN: Penyaluran hewan kurban rutin diberikan PT. GMM setiap tahun. (PT. GMM FOR RADAR KUDUS)

“Dibangun dengan mengutamakan sistem ramah lingkungan pada pengoperasian pabrik gula. Di mana, air limbah sisa produksi diolah kembali dengan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dan demineralisasi dengan sisitem air disirkulasi (Close Loop Water System) dengan gutter dan water pond. Kapasitas tampung 250.000 kubik secara kedap air. Serta gas buang boiler diserap untuk bahan pemurnian proses pemurnian,” terangnya.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Pacu Industri Halal Melalui Penguatan Ekosistem

Kebutuhan area lahan tebu sekitar 8.700 hektare sampai dengan 12.000 hektare. Hampir semua bahan baku yang digiling adalah milik petani. Ke depan, PT.GMM akan bekerja sama dengan Perhutani dengan target 60 persen lahan dikelola pabrik. Sehingga bibit tebu akan lebih terkontrol.

Pabrik gula Blora ini bisa memproduksi tiga macam gula produksi. Yaitu Gula Kristal Mentah (GKM), Gula Kristal Putih (GKP), dan Gula Kristal Rafinasi (GKR). Sehingga pabrik ini menggunakan bahan baku selain tebu juga raw sugar dengan total produksi GKP 186.225 ton per tahun.

“100 persen karyawan PT. GMM Blora juga diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain itu, PT. GMM Bulog mampu menyerap karyawan dalam masa giling sebanyak 750 orang. Di luar masa giling (off season) mencapai 450 orang. Yaitu karyawan tetap. Bahkan selama pandemi dan tidak beroperasi tidak ada pengurangan karyawan,” tambahnya. (war)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/