alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Hanya 30 Persen Koperasi yang Aktif, Begini Tanggapan Pemkab Blora

BLORA – Sekitar 30 persen atau 210 koperasi di Kabupaten Blora yang aktif. Dari jumlah koperasi di Blora sekitar 700.

Hal itu terungkap dalam latihan bisnis koperasi Kabupaten Blora. Latihan diikuti 30 orang yang mewakili koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Blora. Mereka terdiri dari 25 perwakilan koperasi dan lima perwakilan UKM.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora bersama Bio Hadikesuma Indonesia di aula Gedung Dindagkop UKM kemarin (15/6) hingga besok (17/6).


Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora Kiswoyo melalui sekretarisnya Wahyu Jadmiko menjelaskan, bahwa koperasi merupakan soko guru bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat.

”Ketentuan dasar dalam melaksanakan kegiatan ini telah diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” katanya.

Baca Juga :  Ranperda APBD Blora 2022 Disetujui Dewan

Dalam penjelasannya mengenai pasal 33 tersebut, Wahyu Jadmiko menyampaikan bahwa produksi sebaiknya dikerjakan oleh semua untuk semua. Dengan pimpinan atau pemilikan anggota-anggota. ”Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang,” imbuhnya.

Sehingga, menurutnya koperasi adalah penerapan dari perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas

kekeluargaan. ”Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami bagaimana koperasi mewujudkan regenarasi kepengurusan, bagaimana pengaturan manajemen dan pemasaran untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita koperasi.”

”Bagi pelaku UMKM yang sudah mengikuti program levelling ini, harapannya di tahun 2023-2024 sudah bisa mendirikan koperasi,” harap Raharjo.

Sehingga, dia berharap pada UMKM yang hadir pada pelatihan kali ini untuk bisa menyiapkan diri sebelum benar-benar membangun koperasi. ”Sekarang mereka biar dapat ilmunya dulu. Sembari meningkatkan kualitas produknya. Sehingga nanti saat sudah waktunya, mereka bisa langsung mendirikan koperasi,” imbuhnya. (cha/zen)

BLORA – Sekitar 30 persen atau 210 koperasi di Kabupaten Blora yang aktif. Dari jumlah koperasi di Blora sekitar 700.

Hal itu terungkap dalam latihan bisnis koperasi Kabupaten Blora. Latihan diikuti 30 orang yang mewakili koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Blora. Mereka terdiri dari 25 perwakilan koperasi dan lima perwakilan UKM.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora bersama Bio Hadikesuma Indonesia di aula Gedung Dindagkop UKM kemarin (15/6) hingga besok (17/6).

Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora Kiswoyo melalui sekretarisnya Wahyu Jadmiko menjelaskan, bahwa koperasi merupakan soko guru bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat.

”Ketentuan dasar dalam melaksanakan kegiatan ini telah diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” katanya.

Baca Juga :  Musim Penghujan, 107 Warga di Blora Terjangkit Demam Berdarah

Dalam penjelasannya mengenai pasal 33 tersebut, Wahyu Jadmiko menyampaikan bahwa produksi sebaiknya dikerjakan oleh semua untuk semua. Dengan pimpinan atau pemilikan anggota-anggota. ”Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang,” imbuhnya.

Sehingga, menurutnya koperasi adalah penerapan dari perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas

kekeluargaan. ”Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami bagaimana koperasi mewujudkan regenarasi kepengurusan, bagaimana pengaturan manajemen dan pemasaran untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita koperasi.”

”Bagi pelaku UMKM yang sudah mengikuti program levelling ini, harapannya di tahun 2023-2024 sudah bisa mendirikan koperasi,” harap Raharjo.

Sehingga, dia berharap pada UMKM yang hadir pada pelatihan kali ini untuk bisa menyiapkan diri sebelum benar-benar membangun koperasi. ”Sekarang mereka biar dapat ilmunya dulu. Sembari meningkatkan kualitas produknya. Sehingga nanti saat sudah waktunya, mereka bisa langsung mendirikan koperasi,” imbuhnya. (cha/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/