alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Lakukan Sidak, Dindagkop UKM Blora Temukan Tiga Kios Jual Pupuk Diatas HET

BLORA – Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kecamatan Ngawen dan Kunduran kepergok menjual pupuk diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini diketahui setelah Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Ariadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Selasa (15/2). Selanjutnya KPL diberikan teguran dan diminta untuk menjual pupuk sesuai HET.

“Sidak ke pengecer pupuk kaitan informasi penjualan pupuk di atas HET. Saya di lapangan bersama pak asisten III, Kodim, Pertanian, bagian Perekonomian, serta forkopimcam setempat,” terangnya.

Dalam sidak tersebut, Luluk menemukan tiga KPL menjual pupuk dengan harga diatas HET. Dua di wilayah Kecamatan Ngawen dan Satu lagi di Kecamatan Kunduran Blora. “Hasilnya beberapa pengecer yang menjual pupuk di atas HET kita berikan teguran untuk menjual sesuai HET. Sementara ada 3 KPL. Teguran kita buatkan tertulis dan distributor juga membuat teguran tertulis,” imbuhnya.


Mantan Camat Cepu ini menegaskan akan menindak tegas KPL yang kedapatan menjual pupuk bersubsidi di atas HET. “Bersama distributor, bisa kita alihkan pengecer pupuknya,” tandasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, harga pupuk jenis Urea yang harus dijual ke petani senilai Rp 2.250 per kilogram, atau Rp 112.500 per karung. Pupuk jenis ZA dijual Rp 1.700 per kilogram atau Rp 85.000 per karung.

Baca Juga :  Plores Blora Berhasil Bekuk Empat Tersangka Pembobol Konter HP

Kemudian pupuk jenis SP-36 dijual seharga Rp 2.400 per kilogram atau Rp 120.000 per karung. Pupuk jenis NPK Phonska dijual Rp 2.300 per kilogram atau Rp 115.000 per karung. Serta pupuk jenis Petroganik dijual seharga Rp 800 per kilogram atau Rp 32.000 per karung.

Sementara itu Dandim 0721 Blora mengungkapkan, dalam sidak itu dibagi menjadi dua Tim. Dalam kegiatan itu, tim memberikan Edukasi Kepada KPL agar menjual Pupuk Non Organik bersubsidi sesuai HET.

Berikutnya, petugas PPL dan distributor juga akan memberikan Sosialisasi tentang Pupuk Non Organik bersubsidi kepada KPL dan Gapoktan. Agar tidak terjadi Penyalahgunaan Harga HET. Selain itu, akan mengantisipasi tentang beredarnya Pupuk dari luar Daerah yang tidak Resmi.

“Petugas PPL dan Distributor akan memberikan Pemahaman kepada Gapoktan tentang Regulasi Pupuk Non Organik bersubsidi sehingga tidak terjadi kesalahan pendistribusian dan kesalahpahaman di masyarakat,” imbuhnya. (sub/ali)






Reporter: Subekan

BLORA – Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kecamatan Ngawen dan Kunduran kepergok menjual pupuk diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini diketahui setelah Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Ariadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Selasa (15/2). Selanjutnya KPL diberikan teguran dan diminta untuk menjual pupuk sesuai HET.

“Sidak ke pengecer pupuk kaitan informasi penjualan pupuk di atas HET. Saya di lapangan bersama pak asisten III, Kodim, Pertanian, bagian Perekonomian, serta forkopimcam setempat,” terangnya.

Dalam sidak tersebut, Luluk menemukan tiga KPL menjual pupuk dengan harga diatas HET. Dua di wilayah Kecamatan Ngawen dan Satu lagi di Kecamatan Kunduran Blora. “Hasilnya beberapa pengecer yang menjual pupuk di atas HET kita berikan teguran untuk menjual sesuai HET. Sementara ada 3 KPL. Teguran kita buatkan tertulis dan distributor juga membuat teguran tertulis,” imbuhnya.

Mantan Camat Cepu ini menegaskan akan menindak tegas KPL yang kedapatan menjual pupuk bersubsidi di atas HET. “Bersama distributor, bisa kita alihkan pengecer pupuknya,” tandasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, harga pupuk jenis Urea yang harus dijual ke petani senilai Rp 2.250 per kilogram, atau Rp 112.500 per karung. Pupuk jenis ZA dijual Rp 1.700 per kilogram atau Rp 85.000 per karung.

Baca Juga :  Ratusan Warga Blora Jadi Korban Arisan Online, Kerugian Rp 55 Miliar

Kemudian pupuk jenis SP-36 dijual seharga Rp 2.400 per kilogram atau Rp 120.000 per karung. Pupuk jenis NPK Phonska dijual Rp 2.300 per kilogram atau Rp 115.000 per karung. Serta pupuk jenis Petroganik dijual seharga Rp 800 per kilogram atau Rp 32.000 per karung.

Sementara itu Dandim 0721 Blora mengungkapkan, dalam sidak itu dibagi menjadi dua Tim. Dalam kegiatan itu, tim memberikan Edukasi Kepada KPL agar menjual Pupuk Non Organik bersubsidi sesuai HET.

Berikutnya, petugas PPL dan distributor juga akan memberikan Sosialisasi tentang Pupuk Non Organik bersubsidi kepada KPL dan Gapoktan. Agar tidak terjadi Penyalahgunaan Harga HET. Selain itu, akan mengantisipasi tentang beredarnya Pupuk dari luar Daerah yang tidak Resmi.

“Petugas PPL dan Distributor akan memberikan Pemahaman kepada Gapoktan tentang Regulasi Pupuk Non Organik bersubsidi sehingga tidak terjadi kesalahan pendistribusian dan kesalahpahaman di masyarakat,” imbuhnya. (sub/ali)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/