alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Dinporabudpar Blora Garap Potensi Wisata Bendungan Randugunting

BLORA – Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora mulai menata wisata di kawasan Bendungan Randugunting. Harapannya nanti bisa menjadi wisata andalan di Kabupaten Blora. Lokasinya apik dan menarik wisatawan. Antusiasme masyarakat juga luar biasa.

Kepala Dinporabudpar Kunto Aji mengaku, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan wisata di kawasan Bendungan Randugunting. Sehingga kedepan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Blora. “ Insya Allah dalam waktu dekat kita adakan rakor dengan stakeholder. Kemarin kita sudah ke lokasi untuk melihat langsung manasaja titik-titik favorit masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat luar biasa. Begitu juga PKL, parkir dan lainnya. “Nanti akan ada pembagian area. Selain itu, sapta pesona wisata harus dipedomani oleh para pelaku wisata. Termasuk PKL dan juru parkir,” imbuhnya.


Kunto Aji mengaku, potensi Bendungan Randugunting sungguh luar biasa. Sehingga dia bertekad ini akan menjadi wisata unggulan di Blora. “Tentunya ini akan menarik banyak wisatawan. Lokasi menyenangkan, indah dan panorama yang aduhai. Luar biasa sekali,” tambahnya.

Dengan adanya Bendungan Randugunting ini, berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Baik dari segi pariwisata maupun pengembangan potensi wilayah pedesaan. Mulai Desa Kalinanas dan desa-desa di sekitarnya. Apalagi di utara bendungan ada potensi wisata Sungai Purba.

Baca Juga :  Tiket Bus Blora-Jakarta Sudah Ludes Terjual Meski Harganya Dua Kali Lipat

Diketahui, Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah Blora sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/1) silam. Saat ini, waduk juga sudah ada isinya. Belum penuh. Namun terus bertambah. Sumbernya dari air hujan dan Sungai Banyuasin.

Pekerjaan sendiri dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Nilainya sebesar, Rp 880 M dari APBN Tahun Jamak 2018-2022. Dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya(WK) bersama dengan PT Andesmont Sakti (KSO). Kontraknya ditandatangani 8 November 2018 lalu. Dengan waktu pelaksanaan selama 1.460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Proyek Bendungan Randugunting ini sendiri memakan lahan seluas 236 hektar di Dua desa. Yaitu Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah. Luas genangannya mencapai 187,19 hektar. Daya tampung normal sebanyak 14,42 juta meter kubik air.

Untuk menuju ke lokasi, dari pusat kota sekitar 30 KM. Perjalan membawa mobil sekitar 1 jam 3 Menit. Sementara mengendarai sepeda motor sekitar 1 jam. Jalannya cukup mulus. Apalagi pertigaan Japah menuju lokasi. Sudah Cor Beton. Panjangnya sekitar 11 kilometer. Sepanjang jalan, merupakan wilayah hutan. Jadi bisa jalan-jalan sambil menikmati kekayaan alam hutan Blora. (sub/ali)






Reporter: Subekan

BLORA – Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora mulai menata wisata di kawasan Bendungan Randugunting. Harapannya nanti bisa menjadi wisata andalan di Kabupaten Blora. Lokasinya apik dan menarik wisatawan. Antusiasme masyarakat juga luar biasa.

Kepala Dinporabudpar Kunto Aji mengaku, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan wisata di kawasan Bendungan Randugunting. Sehingga kedepan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Blora. “ Insya Allah dalam waktu dekat kita adakan rakor dengan stakeholder. Kemarin kita sudah ke lokasi untuk melihat langsung manasaja titik-titik favorit masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat luar biasa. Begitu juga PKL, parkir dan lainnya. “Nanti akan ada pembagian area. Selain itu, sapta pesona wisata harus dipedomani oleh para pelaku wisata. Termasuk PKL dan juru parkir,” imbuhnya.

Kunto Aji mengaku, potensi Bendungan Randugunting sungguh luar biasa. Sehingga dia bertekad ini akan menjadi wisata unggulan di Blora. “Tentunya ini akan menarik banyak wisatawan. Lokasi menyenangkan, indah dan panorama yang aduhai. Luar biasa sekali,” tambahnya.

Dengan adanya Bendungan Randugunting ini, berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Baik dari segi pariwisata maupun pengembangan potensi wilayah pedesaan. Mulai Desa Kalinanas dan desa-desa di sekitarnya. Apalagi di utara bendungan ada potensi wisata Sungai Purba.

Baca Juga :  Terbang Pakai Citilink: Mudah, Cepat, Nyaman

Diketahui, Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah Blora sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/1) silam. Saat ini, waduk juga sudah ada isinya. Belum penuh. Namun terus bertambah. Sumbernya dari air hujan dan Sungai Banyuasin.

Pekerjaan sendiri dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Nilainya sebesar, Rp 880 M dari APBN Tahun Jamak 2018-2022. Dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya(WK) bersama dengan PT Andesmont Sakti (KSO). Kontraknya ditandatangani 8 November 2018 lalu. Dengan waktu pelaksanaan selama 1.460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Proyek Bendungan Randugunting ini sendiri memakan lahan seluas 236 hektar di Dua desa. Yaitu Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah. Luas genangannya mencapai 187,19 hektar. Daya tampung normal sebanyak 14,42 juta meter kubik air.

Untuk menuju ke lokasi, dari pusat kota sekitar 30 KM. Perjalan membawa mobil sekitar 1 jam 3 Menit. Sementara mengendarai sepeda motor sekitar 1 jam. Jalannya cukup mulus. Apalagi pertigaan Japah menuju lokasi. Sudah Cor Beton. Panjangnya sekitar 11 kilometer. Sepanjang jalan, merupakan wilayah hutan. Jadi bisa jalan-jalan sambil menikmati kekayaan alam hutan Blora. (sub/ali)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/