alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Peserta Festival Mewarnai di Blora Ketagihan Ikut Ajang Kompetisi

BLORA Ratusan anak dari TK/RA-A, TK/RA-B, dan pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti final Festival Mewarnai di GOR Mustika kemarin. Acaranya berlangsung sukses. Tahun depan, diharapkan acara dilaksanakan lebih meriah lagi. Selain itu, bisa sesering mungkin.

Bunda PAUD Kabupaten Blora Ainia Shalichah mengatakan, peserta Festival Mewarnai luar biasa. Ada 400-an peserta yang mengikuti final ini. ”Insya Allah berkah. Festival Mewarnai ini, melatih kepercayaan diri anak. Melatih anak jadi sportif. Kalau ada yang curang diskualifikasi saja. Sejak usia dini, kami latih anak-anak sportif. Orang tua tidak boleh membantu mewarnai,” jelasnya.

Menurutnya, sejak usia dini harus diajari arti kejujuran. Supaya ke depan ada manfaatnya. Juga tahu mana yang baik dan tidak. Selain itu, dengan mengikuti Festival Mewarnai ini, anak-anak dapat pengalaman baru. ”Ini adalah anak-anak yang terpilih. Para juara. Hingga bisa masuk final. Tahun depan semoga bisa dilaksanakan lebih meriah lagi,” harapnya.


Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Kudus bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, IGTK Kabupaten Blora, serta Himpaudi Kabupaten Blora atas terselenggaranya Festival Mewarnai ini. ”Semoga acara seperti ini sesering mungkin digelar. Supaya anak-anak menjadi kreatif. Dengan mewarnai bisa mengenal banyak warna, melatih otak kanan dan kiri, serta mendapat pengalaman yang sulit didapat,” imbuhnya.

Baca Juga :  13 PT Absen Paparkan CAT Tahap Pertama, Dinas PMD: Sudah Kita Surati

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi saat mengunjungi lokasi event, mengajak ratusan peserta Festival Mewarnai untuk menyanyi ”Selamat Pagi Ibu Guru”. ”Kami ucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Blora. Semoga sukses dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-272 Kabupaten Blora ini, sebelumnya sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah sebagai babak penyisihan. Diikuti peserta se-Kabupaten Blora dengan total sekitar 24.200 peserta.

”Untuk final ini, sebelum pandemi ruangan GOR ini penuh. Sebab, peserta mencapai 1.300 anak. Namun hari ini (kemarin, Red) terpaksa dibatasi, karena masih pandemi,” terangnya.

Menurutnya, program ”Satu Desa Dua Sarjana” yang diprogramkan Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati cikal bakalnya ada pada Festival Mewarnai ini. ”Mereka semua (peserta Festival Mewarnai) anak-anak hebat dan luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunurrofiq mengaku, banyak manfaat yang diperoleh anak-anak dalam mengikuti Festival Mewarnai. Mulai dari meningkatkan motorik anak-anak, menstimulasi daya kreatif, serta melatih fokus dan kesabaran anak. Juga untuk melatih anak-anak TK/RA-A, TK/RA-B, dan PAUD menggunakan alat tulis secara benar.

”Harapannya, ke depan ada anak yang tumbuh besar dan bisa mengekspresikan krativitas seni dan imajinasinya untuk melangkah dan maju,” harapnya. (lin)






Reporter: Subekan

BLORA Ratusan anak dari TK/RA-A, TK/RA-B, dan pendidikan anak usia dini (PAUD) mengikuti final Festival Mewarnai di GOR Mustika kemarin. Acaranya berlangsung sukses. Tahun depan, diharapkan acara dilaksanakan lebih meriah lagi. Selain itu, bisa sesering mungkin.

Bunda PAUD Kabupaten Blora Ainia Shalichah mengatakan, peserta Festival Mewarnai luar biasa. Ada 400-an peserta yang mengikuti final ini. ”Insya Allah berkah. Festival Mewarnai ini, melatih kepercayaan diri anak. Melatih anak jadi sportif. Kalau ada yang curang diskualifikasi saja. Sejak usia dini, kami latih anak-anak sportif. Orang tua tidak boleh membantu mewarnai,” jelasnya.

Menurutnya, sejak usia dini harus diajari arti kejujuran. Supaya ke depan ada manfaatnya. Juga tahu mana yang baik dan tidak. Selain itu, dengan mengikuti Festival Mewarnai ini, anak-anak dapat pengalaman baru. ”Ini adalah anak-anak yang terpilih. Para juara. Hingga bisa masuk final. Tahun depan semoga bisa dilaksanakan lebih meriah lagi,” harapnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Kudus bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, IGTK Kabupaten Blora, serta Himpaudi Kabupaten Blora atas terselenggaranya Festival Mewarnai ini. ”Semoga acara seperti ini sesering mungkin digelar. Supaya anak-anak menjadi kreatif. Dengan mewarnai bisa mengenal banyak warna, melatih otak kanan dan kiri, serta mendapat pengalaman yang sulit didapat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Siapkan Sendiri Kebutuhan Tampil

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi saat mengunjungi lokasi event, mengajak ratusan peserta Festival Mewarnai untuk menyanyi ”Selamat Pagi Ibu Guru”. ”Kami ucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Blora. Semoga sukses dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-272 Kabupaten Blora ini, sebelumnya sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah sebagai babak penyisihan. Diikuti peserta se-Kabupaten Blora dengan total sekitar 24.200 peserta.

”Untuk final ini, sebelum pandemi ruangan GOR ini penuh. Sebab, peserta mencapai 1.300 anak. Namun hari ini (kemarin, Red) terpaksa dibatasi, karena masih pandemi,” terangnya.

Menurutnya, program ”Satu Desa Dua Sarjana” yang diprogramkan Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati cikal bakalnya ada pada Festival Mewarnai ini. ”Mereka semua (peserta Festival Mewarnai) anak-anak hebat dan luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunurrofiq mengaku, banyak manfaat yang diperoleh anak-anak dalam mengikuti Festival Mewarnai. Mulai dari meningkatkan motorik anak-anak, menstimulasi daya kreatif, serta melatih fokus dan kesabaran anak. Juga untuk melatih anak-anak TK/RA-A, TK/RA-B, dan PAUD menggunakan alat tulis secara benar.

”Harapannya, ke depan ada anak yang tumbuh besar dan bisa mengekspresikan krativitas seni dan imajinasinya untuk melangkah dan maju,” harapnya. (lin)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/