alexametrics
24.4 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Musim Penghujan, 107 Warga di Blora Terjangkit Demam Berdarah

BLORA – Sebanyak 107 warga Blora terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Rinciannya laki-laki 63 orang dan perempuan 44 orang.

Dari data Dinas Kesehatan Blora kasus DBD tersebar di beberapa puskesmas. Mulai Puskesmas Cepu (19 kasus), Puskesmas Blora (15 kasus), Puskesmas Jepon( 10 kasus), Puskesmas Kedungtuban (sembilan kasus). Berikutnya, Puskesmas Kunduran (delapan kasus), Puskesmas Kunduran (tujuh kasus) dan Puskesmas Ngawen (lima kasus). Lainnya tersebar di masing-masing puskesmas.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kabupaten Blora Sutik mengingatkan agar seluruh warga Blora waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD saat ini. Termasuk segera memeriksakan ke dokter jika mendapati anggota keluarga yang demam hingga tiga hari tidak turun-turun.


”Mohon seluruh warga Blora untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD ini. Caranya dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan 3M. Menguruas, menutup dan mengubur,” terangnya.

Menurutnya, PSN memang sangat efektif untuk mencegah penyebaran DBD yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Dengan PSN akan menyentuh atau memusnahkan hingga ke telur maupun jentik-jentik nyamuk yang bisa menularkan DBD.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemkab Blora Tambah 30 UMKM

Selain itu, Sutik mengimbau agar masyarakat menciptakan lingkungan yang baik. Dengan menutup, menguras, mengubur (3M) pada tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Tujuannya untuk meminimalisasi perkembangbiakan nyamuk.

”Jika ada gejala panas pada tubuh lebih dua hari atau hari ketiga belum kunjung turun, bisa diperiksakan ke dokter. Demam berdarah itu ada pendarahan di dalam tubuh. Nantinya harus pemeriksaan trombosit dan hematrokit,” paparnya.

Kepala Dinkes Blora Edy Widayat mengaku selama ini jika ditemui suatu wilayah ada kasus DBD, pihaknya segera fogging. Hanya saja perlu diketahui, hanya dengan PSN yang paling efektif untuk menekan lonjakan kasus DBD. “Warga harus waspada, terlebih harus tetap giat PSN,” ucapnya. (sub/zen)






Reporter: Subekan

BLORA – Sebanyak 107 warga Blora terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Rinciannya laki-laki 63 orang dan perempuan 44 orang.

Dari data Dinas Kesehatan Blora kasus DBD tersebar di beberapa puskesmas. Mulai Puskesmas Cepu (19 kasus), Puskesmas Blora (15 kasus), Puskesmas Jepon( 10 kasus), Puskesmas Kedungtuban (sembilan kasus). Berikutnya, Puskesmas Kunduran (delapan kasus), Puskesmas Kunduran (tujuh kasus) dan Puskesmas Ngawen (lima kasus). Lainnya tersebar di masing-masing puskesmas.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kabupaten Blora Sutik mengingatkan agar seluruh warga Blora waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD saat ini. Termasuk segera memeriksakan ke dokter jika mendapati anggota keluarga yang demam hingga tiga hari tidak turun-turun.

”Mohon seluruh warga Blora untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD ini. Caranya dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan 3M. Menguruas, menutup dan mengubur,” terangnya.

Menurutnya, PSN memang sangat efektif untuk mencegah penyebaran DBD yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Dengan PSN akan menyentuh atau memusnahkan hingga ke telur maupun jentik-jentik nyamuk yang bisa menularkan DBD.

Baca Juga :  Ini Respon Bupati Blora soal Seleksi Perades

Selain itu, Sutik mengimbau agar masyarakat menciptakan lingkungan yang baik. Dengan menutup, menguras, mengubur (3M) pada tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Tujuannya untuk meminimalisasi perkembangbiakan nyamuk.

”Jika ada gejala panas pada tubuh lebih dua hari atau hari ketiga belum kunjung turun, bisa diperiksakan ke dokter. Demam berdarah itu ada pendarahan di dalam tubuh. Nantinya harus pemeriksaan trombosit dan hematrokit,” paparnya.

Kepala Dinkes Blora Edy Widayat mengaku selama ini jika ditemui suatu wilayah ada kasus DBD, pihaknya segera fogging. Hanya saja perlu diketahui, hanya dengan PSN yang paling efektif untuk menekan lonjakan kasus DBD. “Warga harus waspada, terlebih harus tetap giat PSN,” ucapnya. (sub/zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/