alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Gandeng Kementerian Pertanian, Bupati Blora Kembangkan Kedelai Lokal

BLORA – Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ir. Yuris Tiyanto akan mengembangkan tanaman kedelai lokal di Blora. Hal itu disampaikannya saat dirinya ke Blora pada Minggu (13/2).

Produktivitas kedelai di Kabupaten Blora pada 2021 mencapai 5229,43 ton. Dengan luas lahan panen 3325,5 Ha. Lahan kedelai itu tersebar di delapan kecamatan. Terluas di Kecamatan Jati 1478,8 Ha. Kemudian Randublatung 1000 Ha, Tunjungan 380 Ha, Japah 192 Ha, Ngawen 107 Ha, Blora 95,8 Ha, Bogorejo 69 Ha, dan Kunduran 2,9 Ha.

”Sebenarnya kami sudah lama ingin bertemu dengan pak bupati Blora untuk menyampaikan peluang pengembangan kedelai. Namun baru bisa bertemu langsung hari ini,” jelas Yuris Tiyanto di hadapan Bupati Arief Rohman, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, serta perwakilan pengurus Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Blora.


Ia mengajak para petani di Blora mengembangkan tanaman kedelai sebagai salah satu komoditas unggulan yang kini sedang naik daun. ”Mumpung masih awal tahun,” ujar.

Menurutnya, kedelai lokal di Indonesia termasuk Blora kualitasnya lebih bagus daripada kedelai impor. Namun sayangnya produktivitas kedelai lokal ini masih kurang. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kedelai harus impor.

Untuk itu, di tahun ini pihaknya diberi tugas Kementerian Pertanian untuk mengembangkan tanaman kedelai lokal seluas 650 ribu Ha. Sehingga kebutuhan impor kedelai bisa ditekan.

Dari target luasan 650 ribu Ha tersebut, 50 ribu Ha anggarannya dibantu pemerintah. 600 ribu Ha akan diberikan pendampingan dari KUR perbankan. Yang mana Jateng mendapatkan target alokasi 110 ribu Ha.

Baca Juga :  Ratusan Warga Blora Jadi Korban Arisan Online, Kerugian Rp 55 Miliar

”Sehingga kami ingin mengajak Blora ambil bagian di dalamnya. Secara teknis kami siap. Akan kami sampaikan tahapannya kepada dinas dan lembaga petani yang siap mana saja. Maka akan kami dampingi,” lanjut Yuris.

Menurutnya, untuk menanam kedelai tidak perlu membuka lahan baru atau mengganti jenis tanaman ladang yang sudah ada. Namun bisa dilakukan penanaman kedelai dengan sistem pethuk atau semi tumpangsari.

“Blora kan juga merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Jateng setelah Grobogan. Maka kedelai ini bisa dikembangkan dengan sistem pethuk dengan jagung. Petani tetap menanam jagung, tapi bisa panen kedelai. Seperti yang sudah dilakukan para petani di Grobogan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kejelasan pasarnya, pihaknya mempunyai beberapa channel perusahaan yang bergerak di bidang benih kedelai dan pengolahan pascapanen. Pihaknya juga mendorong agar BUMP Blora bisa menjadi offtaker serta melaksanakan sistem resi gudang.

Bupati Arief Rohman menyambut positif niat baik Direktur Aneka Kacang dan Umbi dari Kementerian Pertanian itu. Menurutnya pengembangan kedelai peluang bagus untuk dikerjasamakan dengan para petani di Kabupaten Blora.

Bupati Arief mengakui potensi tanaman kedelai di Kabupaten Blora mulai didorong kembali. Pihaknya meminta dinas terkait untuk memetakan potensi kedelai dan wilayah yang potensial untuk pengembangan ini.

”Peluang pengembangan kedelai dari kementan ini akan kami respon bersama. Ini ada Mas Farid dari BUMP Blora. Semoga nanti siap bekerja sama juga dengan petani lainnya. Tolong DP4 untuk bisa menindaklanjuti peluang ini,” sambung bupati.

Sementara itu, Kepala DP4, Gundala Wijasena menyampaikan, produktivitas kedelai di Kabupaten Blora pada 2021 mencapai 5229,43 ton. (sub/zen)






Reporter: Subekan

BLORA – Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ir. Yuris Tiyanto akan mengembangkan tanaman kedelai lokal di Blora. Hal itu disampaikannya saat dirinya ke Blora pada Minggu (13/2).

Produktivitas kedelai di Kabupaten Blora pada 2021 mencapai 5229,43 ton. Dengan luas lahan panen 3325,5 Ha. Lahan kedelai itu tersebar di delapan kecamatan. Terluas di Kecamatan Jati 1478,8 Ha. Kemudian Randublatung 1000 Ha, Tunjungan 380 Ha, Japah 192 Ha, Ngawen 107 Ha, Blora 95,8 Ha, Bogorejo 69 Ha, dan Kunduran 2,9 Ha.

”Sebenarnya kami sudah lama ingin bertemu dengan pak bupati Blora untuk menyampaikan peluang pengembangan kedelai. Namun baru bisa bertemu langsung hari ini,” jelas Yuris Tiyanto di hadapan Bupati Arief Rohman, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, serta perwakilan pengurus Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Blora.

Ia mengajak para petani di Blora mengembangkan tanaman kedelai sebagai salah satu komoditas unggulan yang kini sedang naik daun. ”Mumpung masih awal tahun,” ujar.

Menurutnya, kedelai lokal di Indonesia termasuk Blora kualitasnya lebih bagus daripada kedelai impor. Namun sayangnya produktivitas kedelai lokal ini masih kurang. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kedelai harus impor.

Untuk itu, di tahun ini pihaknya diberi tugas Kementerian Pertanian untuk mengembangkan tanaman kedelai lokal seluas 650 ribu Ha. Sehingga kebutuhan impor kedelai bisa ditekan.

Dari target luasan 650 ribu Ha tersebut, 50 ribu Ha anggarannya dibantu pemerintah. 600 ribu Ha akan diberikan pendampingan dari KUR perbankan. Yang mana Jateng mendapatkan target alokasi 110 ribu Ha.

Baca Juga :  Teladani Sosok Pramoedya Ananta Toer Hobi Bakar Sampah

”Sehingga kami ingin mengajak Blora ambil bagian di dalamnya. Secara teknis kami siap. Akan kami sampaikan tahapannya kepada dinas dan lembaga petani yang siap mana saja. Maka akan kami dampingi,” lanjut Yuris.

Menurutnya, untuk menanam kedelai tidak perlu membuka lahan baru atau mengganti jenis tanaman ladang yang sudah ada. Namun bisa dilakukan penanaman kedelai dengan sistem pethuk atau semi tumpangsari.

“Blora kan juga merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Jateng setelah Grobogan. Maka kedelai ini bisa dikembangkan dengan sistem pethuk dengan jagung. Petani tetap menanam jagung, tapi bisa panen kedelai. Seperti yang sudah dilakukan para petani di Grobogan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kejelasan pasarnya, pihaknya mempunyai beberapa channel perusahaan yang bergerak di bidang benih kedelai dan pengolahan pascapanen. Pihaknya juga mendorong agar BUMP Blora bisa menjadi offtaker serta melaksanakan sistem resi gudang.

Bupati Arief Rohman menyambut positif niat baik Direktur Aneka Kacang dan Umbi dari Kementerian Pertanian itu. Menurutnya pengembangan kedelai peluang bagus untuk dikerjasamakan dengan para petani di Kabupaten Blora.

Bupati Arief mengakui potensi tanaman kedelai di Kabupaten Blora mulai didorong kembali. Pihaknya meminta dinas terkait untuk memetakan potensi kedelai dan wilayah yang potensial untuk pengembangan ini.

”Peluang pengembangan kedelai dari kementan ini akan kami respon bersama. Ini ada Mas Farid dari BUMP Blora. Semoga nanti siap bekerja sama juga dengan petani lainnya. Tolong DP4 untuk bisa menindaklanjuti peluang ini,” sambung bupati.

Sementara itu, Kepala DP4, Gundala Wijasena menyampaikan, produktivitas kedelai di Kabupaten Blora pada 2021 mencapai 5229,43 ton. (sub/zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/