alexametrics
23.8 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Gempur Rokok Ilegal, Dinkominfo Blora Gelar Sosialisasi Pita Cukai

BLORA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Kantor Bea dan Cukai Kudus menggelar sosialisasi tentang rokok ilegal. Termasuk di antaranya keuntungan dari penggunaan cukai rokok legal. Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono mengungkapkan, rokok ilegal itu tak berpita cukai. Bisa juga berpita cukai palsu atau bekas. Salah peruntukan dan salah personalisasi.

Untuk mengidentifikasinya cukup mudah. Sebab, biasanya merek rokok ilegal tidak banyak dikenal. Tidak ada nama pabrik rokok, ataupun merek mirip dengan produk rokok resmi. Menurutnya, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) sangat berperan penting demi peningkatan layanan mutu kesehatan bagi masyarakat. ”Untuk itu, kami menggandeng Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan penggiat media sosial (medsos). Untuk menyebarluaskan informasi tersebut,” ucapnya.

Sosialisasi dilaksanakan dua sesi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan membatasi jumlah peserta. Untuk KIM dilaksanakan pukul 09.00. Kemudian penggiat media sosial (medsos) pukul 13.00. Masing-masing 25 orang peserta yang diundang.


Menurutnya, keikutsertaan KIM dan para penggiat medsos diharapkan dapat memperluas informasi tentang pemberantasan rokok ilegal. para peserta bisa menyosialisasikan kepada masyarakat dan menjadi duta pencegahan peredaran produk tembakau ilegal.

Baca Juga :  Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Blora, Lima Desa Masuk Kawasan

”KIM dan penggiat media sosial memiliki anggota yang cukup banyak. Sehingga lebih bisa mengedukasi masyarakat yang belum mengetahui informasi rokok ilegal,” tambahnya. Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo  Rini mengungkapkan, yang termasuk rokok ilegal meliputi rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bukan keperuntukannya, dan rokok dengan pita cukai bekas.

Selain itu ada rokok dengan pita cukai bukan haknya. Penyalahgunaannya bisa dipidana penjara satu sampai delapan tahun. Bisa juga kena denda dua sampai dengan 20 kali nilai cukai. ”Ciri-ciri rokok ilegal mulai dari tidak mencantumkan kota produksi, harga rokok SKM sekitar Rp 5.000 atau kurang dari Rp10.000,” tambahnya. Berkaitan dengan DBH CHT, alokasi dananya terdiri dari 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang penegakan hukum, dan 25 persen untuk bidang kesehatan.






Reporter: Subekan

BLORA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Kantor Bea dan Cukai Kudus menggelar sosialisasi tentang rokok ilegal. Termasuk di antaranya keuntungan dari penggunaan cukai rokok legal. Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono mengungkapkan, rokok ilegal itu tak berpita cukai. Bisa juga berpita cukai palsu atau bekas. Salah peruntukan dan salah personalisasi.

Untuk mengidentifikasinya cukup mudah. Sebab, biasanya merek rokok ilegal tidak banyak dikenal. Tidak ada nama pabrik rokok, ataupun merek mirip dengan produk rokok resmi. Menurutnya, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) sangat berperan penting demi peningkatan layanan mutu kesehatan bagi masyarakat. ”Untuk itu, kami menggandeng Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan penggiat media sosial (medsos). Untuk menyebarluaskan informasi tersebut,” ucapnya.

Sosialisasi dilaksanakan dua sesi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan membatasi jumlah peserta. Untuk KIM dilaksanakan pukul 09.00. Kemudian penggiat media sosial (medsos) pukul 13.00. Masing-masing 25 orang peserta yang diundang.

Menurutnya, keikutsertaan KIM dan para penggiat medsos diharapkan dapat memperluas informasi tentang pemberantasan rokok ilegal. para peserta bisa menyosialisasikan kepada masyarakat dan menjadi duta pencegahan peredaran produk tembakau ilegal.

Baca Juga :  Penganugerahan Radar Kudus Award Jadi Kado Manis Hari Jadi ke-272 Blora

”KIM dan penggiat media sosial memiliki anggota yang cukup banyak. Sehingga lebih bisa mengedukasi masyarakat yang belum mengetahui informasi rokok ilegal,” tambahnya. Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo  Rini mengungkapkan, yang termasuk rokok ilegal meliputi rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bukan keperuntukannya, dan rokok dengan pita cukai bekas.

Selain itu ada rokok dengan pita cukai bukan haknya. Penyalahgunaannya bisa dipidana penjara satu sampai delapan tahun. Bisa juga kena denda dua sampai dengan 20 kali nilai cukai. ”Ciri-ciri rokok ilegal mulai dari tidak mencantumkan kota produksi, harga rokok SKM sekitar Rp 5.000 atau kurang dari Rp10.000,” tambahnya. Berkaitan dengan DBH CHT, alokasi dananya terdiri dari 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang penegakan hukum, dan 25 persen untuk bidang kesehatan.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/