alexametrics
24.1 C
Kudus
Saturday, January 22, 2022

Paparkan Teknis CAT, Enam Perguruan Tinggi Rebutan Mou Seleksi Perades

BLORA – Sebanyak empat Perguruan Tinggi (PT) kembali melakukan pemaparan terkait teknis pelaksanaan test tertulis (CAT) seleksi Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora, Rabu (13/1). Total sudah ada 6 PT dari 15 PT yang memaparkan presentasinya di Blora. Mereka akan berebut hati ketua panitia pelaksanaan Perades untuk dijadikan pihak ke-3.

Sebelumnya, 2 Perguruan Tinggi (IAIN Pekalongan dan STISIP Kartika Bangsa Yogyakarta) dari 15 Perguruan Tinggi yang disurati pemerintah Kabupaten Blora tersebut akan berlomba untuk memikat hati panitia perekrutan di masing-masing desa untuk dapat bekerjasama (pihak ketiga) dalam seleksi penjaringan perangkat desa di kabupaten Blora.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Dwi Edy Setyawan mengungkapkan, ada 4 Perguruan Tinggi yang melakukan paparan. Pertama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Wisnu Wardhana Malang, Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Usai pemaparan, tim pelaksana desa diberikan lembar persetujuan untuk mengisi perguruan tinggi mana saja yang akan dipilih sebagai pihak ketiga dalam pelaksanaan seleksi perades desa mereka. “Ya tadi lembar persetujuan sudah kita serahkan ke masing-masing desa. Pak Kades selaku penanggung jawab silahkan rembukan dengan tim pelaksana masing-masing desa,” terang dia.

Menurutnya, PT juga sudah ditulis sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Selanjutnya, lembaran persetujuan kembali dikumpulkan dan diserahkan kepada Dinas Peberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk dijadikan satu wadah. “Lha ini dikembalikan ke kami. Ini belum kita buka. Universitas-universitas mana saja yang dipilih dari desa-desa yang melakukan pengisian perangkat desa tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Lantik 176 Pejabat, Ini Harapan Bupati Blora Arief Rohman

Terkait pilihan tim pelaksana desa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak desa itu sendiri. “Satu desa tetap satu pilihan. Kan mereka tertarik yang mana yang disampaikan tadi. Rencananya, nanti time line kita ada di hari Jumat untuk MoU Penandatanaganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dan pakta integritas. Tapi mundur nanti di hari Senin (15/1),” tambahnya.

Dwi mengungkapkan, alasan mundurnya time line dikarenakan agenda Bupati Blora yang masih di luar kota pada hari tersebut. “Pak Bupati ada acara. Luar kota. Mou tanggal 15 siang. Karena paginya akan ada kUnjungan bupati Sumedang,” tambahnya.

Dalam MoU itu, yang di undang sama. Forkopimda, Kades, Ketua tim pelaksana, tim pembina dan tim pengawas. “Ada penandatanganan PKS antara ketua tim pelaksana dan penandatanagan pakta integritas dengan perguruan tinggi yang akan melakukan CAT,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora Yayuk Windrati menuturkan Dinas maupaun Forkopimda tidak memilih salah satu universitas. Sebab yang berhak memilik adalah panitia desa. Sesuai hatyan nurani, sesuai kepercayaan.

“Ini adalah kewenangan mereka. Saya tidak mau mengebiri kewenangan mereka, dan berharap perangkat yang berkualitas adalah keinginan kami karena kami ingin Blora maju bersama sama,” imbuhnya. (sub/khim)






Reporter: Subekan

BLORA – Sebanyak empat Perguruan Tinggi (PT) kembali melakukan pemaparan terkait teknis pelaksanaan test tertulis (CAT) seleksi Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora, Rabu (13/1). Total sudah ada 6 PT dari 15 PT yang memaparkan presentasinya di Blora. Mereka akan berebut hati ketua panitia pelaksanaan Perades untuk dijadikan pihak ke-3.

Sebelumnya, 2 Perguruan Tinggi (IAIN Pekalongan dan STISIP Kartika Bangsa Yogyakarta) dari 15 Perguruan Tinggi yang disurati pemerintah Kabupaten Blora tersebut akan berlomba untuk memikat hati panitia perekrutan di masing-masing desa untuk dapat bekerjasama (pihak ketiga) dalam seleksi penjaringan perangkat desa di kabupaten Blora.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Dwi Edy Setyawan mengungkapkan, ada 4 Perguruan Tinggi yang melakukan paparan. Pertama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Wisnu Wardhana Malang, Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Usai pemaparan, tim pelaksana desa diberikan lembar persetujuan untuk mengisi perguruan tinggi mana saja yang akan dipilih sebagai pihak ketiga dalam pelaksanaan seleksi perades desa mereka. “Ya tadi lembar persetujuan sudah kita serahkan ke masing-masing desa. Pak Kades selaku penanggung jawab silahkan rembukan dengan tim pelaksana masing-masing desa,” terang dia.

Menurutnya, PT juga sudah ditulis sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Selanjutnya, lembaran persetujuan kembali dikumpulkan dan diserahkan kepada Dinas Peberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk dijadikan satu wadah. “Lha ini dikembalikan ke kami. Ini belum kita buka. Universitas-universitas mana saja yang dipilih dari desa-desa yang melakukan pengisian perangkat desa tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Otopsi Jenazah Korban Miras di Pasar Cepu Blora

Terkait pilihan tim pelaksana desa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak desa itu sendiri. “Satu desa tetap satu pilihan. Kan mereka tertarik yang mana yang disampaikan tadi. Rencananya, nanti time line kita ada di hari Jumat untuk MoU Penandatanaganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dan pakta integritas. Tapi mundur nanti di hari Senin (15/1),” tambahnya.

Dwi mengungkapkan, alasan mundurnya time line dikarenakan agenda Bupati Blora yang masih di luar kota pada hari tersebut. “Pak Bupati ada acara. Luar kota. Mou tanggal 15 siang. Karena paginya akan ada kUnjungan bupati Sumedang,” tambahnya.

Dalam MoU itu, yang di undang sama. Forkopimda, Kades, Ketua tim pelaksana, tim pembina dan tim pengawas. “Ada penandatanganan PKS antara ketua tim pelaksana dan penandatanagan pakta integritas dengan perguruan tinggi yang akan melakukan CAT,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora Yayuk Windrati menuturkan Dinas maupaun Forkopimda tidak memilih salah satu universitas. Sebab yang berhak memilik adalah panitia desa. Sesuai hatyan nurani, sesuai kepercayaan.

“Ini adalah kewenangan mereka. Saya tidak mau mengebiri kewenangan mereka, dan berharap perangkat yang berkualitas adalah keinginan kami karena kami ingin Blora maju bersama sama,” imbuhnya. (sub/khim)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru