alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Lomba Batik dan Iket Samin Akhirnya Dibuka untuk Umum

BLORA – Peserta lomba desain motif batik dan Iket samin akhirnya diperluas. Tidak hanya diperuntukkan untuk warga ber-KTP Blora saja. Luar daerah juga diperbolehkan mengikuti lomba ini.

Hal ini diputuskan setelah diadakan sosialisasi bagi pengrajin batik dan Ibu PKK. Selain itu, peserta juga bisa datang dan mengirim berkas secara langsung kepada panitia. Tidak hanya melalui email. Hal ini untuk memudahkan peserta lomba berpartisipasi menelurkan ide-ide kreatifnya.

Kabid Litbang Bappeda Blora Wahyu Tri  Mulyani mengaku, dalam  sosialisasi kemarin, ada 35 pengrajin dan PKK yang hadir. “Belum semua pengrajin batik hadir. Baru separo,” terangnya.


Rencananya, hasil karya dari lomba ini akan dijadikan batik seragam bagi para ASN dan Dunia pendidikan di Blora. “Ini merupakan ide yang cemerlang. Perekonomian akan bisa berputar di Blora sendiri. Sebab selama ini pengrajin pada gulung tikar karen tidak ada yaang beli,” tambahnya.

Dengana danya pola resmi ini, nantinya setiap pengrajin bisa memproduksinya. Apalagi selama ini, mereka terkendal pemasaran. “Bisa dibayangkan, berapa batik yang bakal dibutukan untuk seluruh ASN dan dunia pendidikan. Para pembatik juga basti mendapatkan berkahnya. Tidak perlu lagi beli di luar Blora,” imbuhnya.

Kasubbid Litbang Bappeda Blora, Wawan Dedi Marahendra menegaskan, setelah sosialisasi, banyak keluhan dari para peserta. Salah satunya adalah kesulitan mengakses via google form. Sebab tidak semua orang punya komputer. “Mereka sebenarnya udah melek sosmed. Tapi pakai HP. Tidak pakai komputer,” jelasnya.

Baca Juga :  Semrawut, Seleksi Perangkat Desa di Blora Dihentikan

Menurutnya, kendala peserta disitu. Untuk itu, kita beri kebebasan bisa dikirim secara langsung. Sehingga bisa dipastikan pesertanya bakal membludak dan banyak yang dari luar Blora.

“Nanti hasil terbaik adalah kombinasi batik cap dan tulis. Kalau cap semua tidak mungkin. Setelah ada pemenangnya baru diaplikasikan oleh pengrajin batik di Blora,” jelasnya.

Diketahui, Lomba ini sendiri bertujuan untuk menggali ide kreatif dari masyarakat Blora dalam merancang motif batik dan iket samin. Meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya batik dan iket samin dan meningkatkan promosi batik dan iket samin khususnya batik bernuasa kearifan lokal. “Tema kita adalah Batik dan Iket Samin Blora Untuk Nusantara,” terang Kasubbid Litbang Bappeda Blora, Wawan Dedi Marahendra.

Hasil desain hasil karya pemenang akan diaplikasikan untuk berbagai kepentingan. Seperti menjadi seragam kerja, kemeja, blouse, busana muslim, blazer, scraf, merchandise Dolan Blora (tas, topi, kaos urbane, dll). Para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2.720.000 untuk pemenang pertama dan Rp 2.448.000 untuk pemenang kedua setelah dipotong pajak. Juara 3 Sebesar Rp 2.176.000. Sementara 4 Pemenang Juara Harapan masing-masing sebesar Rp1.904.000. 2 Pemenang desaind Batik Favorit berhak atas piagam dan trophy penghargaan dari Bupati Blora serta mendapat uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 2.176.000. (ali)






Reporter: Subekan

BLORA – Peserta lomba desain motif batik dan Iket samin akhirnya diperluas. Tidak hanya diperuntukkan untuk warga ber-KTP Blora saja. Luar daerah juga diperbolehkan mengikuti lomba ini.

Hal ini diputuskan setelah diadakan sosialisasi bagi pengrajin batik dan Ibu PKK. Selain itu, peserta juga bisa datang dan mengirim berkas secara langsung kepada panitia. Tidak hanya melalui email. Hal ini untuk memudahkan peserta lomba berpartisipasi menelurkan ide-ide kreatifnya.

Kabid Litbang Bappeda Blora Wahyu Tri  Mulyani mengaku, dalam  sosialisasi kemarin, ada 35 pengrajin dan PKK yang hadir. “Belum semua pengrajin batik hadir. Baru separo,” terangnya.

Rencananya, hasil karya dari lomba ini akan dijadikan batik seragam bagi para ASN dan Dunia pendidikan di Blora. “Ini merupakan ide yang cemerlang. Perekonomian akan bisa berputar di Blora sendiri. Sebab selama ini pengrajin pada gulung tikar karen tidak ada yaang beli,” tambahnya.

Dengana danya pola resmi ini, nantinya setiap pengrajin bisa memproduksinya. Apalagi selama ini, mereka terkendal pemasaran. “Bisa dibayangkan, berapa batik yang bakal dibutukan untuk seluruh ASN dan dunia pendidikan. Para pembatik juga basti mendapatkan berkahnya. Tidak perlu lagi beli di luar Blora,” imbuhnya.

Kasubbid Litbang Bappeda Blora, Wawan Dedi Marahendra menegaskan, setelah sosialisasi, banyak keluhan dari para peserta. Salah satunya adalah kesulitan mengakses via google form. Sebab tidak semua orang punya komputer. “Mereka sebenarnya udah melek sosmed. Tapi pakai HP. Tidak pakai komputer,” jelasnya.

Baca Juga :  Aminuddin Ditunjuk Sebagai Ketua DPC PPP Blora

Menurutnya, kendala peserta disitu. Untuk itu, kita beri kebebasan bisa dikirim secara langsung. Sehingga bisa dipastikan pesertanya bakal membludak dan banyak yang dari luar Blora.

“Nanti hasil terbaik adalah kombinasi batik cap dan tulis. Kalau cap semua tidak mungkin. Setelah ada pemenangnya baru diaplikasikan oleh pengrajin batik di Blora,” jelasnya.

Diketahui, Lomba ini sendiri bertujuan untuk menggali ide kreatif dari masyarakat Blora dalam merancang motif batik dan iket samin. Meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya batik dan iket samin dan meningkatkan promosi batik dan iket samin khususnya batik bernuasa kearifan lokal. “Tema kita adalah Batik dan Iket Samin Blora Untuk Nusantara,” terang Kasubbid Litbang Bappeda Blora, Wawan Dedi Marahendra.

Hasil desain hasil karya pemenang akan diaplikasikan untuk berbagai kepentingan. Seperti menjadi seragam kerja, kemeja, blouse, busana muslim, blazer, scraf, merchandise Dolan Blora (tas, topi, kaos urbane, dll). Para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2.720.000 untuk pemenang pertama dan Rp 2.448.000 untuk pemenang kedua setelah dipotong pajak. Juara 3 Sebesar Rp 2.176.000. Sementara 4 Pemenang Juara Harapan masing-masing sebesar Rp1.904.000. 2 Pemenang desaind Batik Favorit berhak atas piagam dan trophy penghargaan dari Bupati Blora serta mendapat uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 2.176.000. (ali)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/