alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Bersyukur Di Hari Jadi Blora

MENDARATNYA Citilink di Bumi Samin pada tanggal 26 November lalu merupakan bukti bahwa Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati telah memberikan salah satu contoh karya anak bangsa yang wajib kita syukuri karena telah menorehkan sejarah yang tidak pernah dilupakan.

Bagi pemeluk Agama Islam bersyukur merupakan salah satu perintah Allah SWT yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang beriman sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 172.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia yang kamu sembah. Bahkan bonus yang diberikan kepada orang yang mau bersyukur akan ditambah kenikmatan-kenikmatan yang lainnya sebagai mana firman Allah “Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu mengumumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim [14]: 7).


Kalau mau menengok lagi sejarah mendaratnya Citilink di Bandahara Ngloram konsep yang ditawarkan Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati adalah Sesarengan Mbangun Blora. Kata sesarengan merupakan kata sederhana tetapi maknanya luar biasa.

Dan berkat kata sesarengan tersebut banyak pihak seperti masyarakata dan swasta merasa terpanggil untuk bergerak bersama pemerintah. Kata sesarengan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai kebersamaan  dalam membangun antara pemerintah, swasta dan rakyat. Dengan kata tersebut diharapkan mampu mengatrol nilai-nilai semangat kebersamaan dalam melaksanakan dan  mengisi pembangunan dan mampu mengembangkan semangat kebersamaan dalam memanfaatkan dan merawat hasil pembangunan.

Bersyukur berarti berterima kasih kepada Allah SWT dan dibuktikan dengan melakukan tindakan nyata ataupun bahkan cukup dalam hatinya saja. Rezim Azid, 2017 dalam bukunya Cinta itu Indah mencatat bahwa menurut Imam Al-Ghazali bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan bersyukur dengan hati, caranya adalah kita menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan semata-mata merupakan karunia dan kemurahan Allah (QS An-Nahl [16]:53).

Bersyukur dengan hati bisa membawa seseorang pada sikap menerima karunia Allah, dengan penuh keikhlasan tanpa kecewa atau keberatan betapa pun kecilnya nikmat tersebut. Bersyukur dengan lisan diwujudkan dengan ucapan Alhamdulillah. Ucapan itu sebuah pernyataan seseorang bahwa segala puji bagi Allah. Oleh karena itu, jika mendapatkan nikmat lisan kita memuji Allah.

Bersyukur dengan tindakan diwujudkan dengan memanfaatkan semua nikmat yang diperoleh dipergunakan untuk di jalan yang diridhai-Nya. Dampak positif bagi mereka yang bersyukur adalah menjadi orang yang selalu dijaga Allah SWT sebagai mana Sabda Nabi Muhammad SAW bahwa Allah SWT sangat suka melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya dengan cara dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ada juga riwayat lain

Baca Juga :  Pohon Keramat di Blora Disapu Angin Puting Beliung

“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar atau bekas/wujud nikmat-Nya pada hamba-Nya. Agar keberadaan Citilink dapat istiqamah mendarat di Bandara Ngloram, Cepu Kabupaten Blora kita mempunyai kewajiban untuk merawat kenikmatan itu dengan cara menyiapkan dampak ikutan akibat aktivitas di bandara. Kita ketahui bersama bahwa aktivitas di Bandara Ngloram tidak terbatas pada kegiatan penerbangan saja, tetapi juga dapat menumbuhkan industri lainnya seperti ritel, perhotelan, pergudangan dan kawasan industri pendukung. Dengan demikian masyarakat, swasta dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Blora dan Pemerintah daerah sekitar dapat menangkap peluang keberadaan bandara yang sangat berpotensi menangkap (capturing) populasi lebih besar sebagai perwujudan syukur kita kepada Allah SWT terhadap Kado Hari Jadi Blora berupa beroperasinya Bandara Ngloram.

Dengan konsep Sesarengan mBangun Blora, keberadaan Bandara Ngloram diharapkan  ada aktifitas sesarengan yang dilakukan oleh masyarakat, swasta dan pemerintah dalam menciptakan embrio konsep Airport City yang mampu menjadi titik temu bagi kawasan-kawasan lainnya dengan fungsi dan perkembangan yang berbeda.

Konsep sesarengan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT  menuntut kita untuk tertindak dalam menyongsong bisnis dan industri yang bakal berkembang di kawasan bandara. Yang perlu segera ditindaklanjuti adalah bisnis perhotelan dalam rangka jemput bola membanjirnya kunjungan wisatawan pebisnis dan wisatawan pelancong, Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition (MICE) yang diselenggarakan sektor privat maupun pemerintah.

Semakin tinggi tingkat kunjungan, maka semakin prospektif bisnis perhotelan. Dan ini adalah PR kita bersama bagaimana cara menarik wisatawan mau Dolan Blora. Perlu kita ingat bahwa para turis pebisnis dan pelancong pasti membutuhkan fasilitas akomodasi, mempertimbangkan lokasi bandara yang jauh dari pusat kota hotel di sekitar bandara bisa menjadi tempat transit. Kita juga harus sesarengan dalam menyiapkan ritel kebutuhan barang sehari-hari dari para penumpang bandara maupun pengantas/penjemput. Permintaan semakin menguat saat tren gaya hidup juga berubah. Kedepan, saya meyakini bahwa Bandara Ngloram bukan lagi sekadar fasilitas angkutan udara, tetapi akan bergeser menjadi meeting point. Masih dalam konsep sesarengan kita dalam menyiapkan pergudangan bisnis dengan konsep modern yang menekankan efektivitas dan efisiensi sangat diperlukan untuk mendukung jasa ekspedisi, dan kargo.

Akhirnya, saya hanya bisa mengingatkan kepada pembaca Radar Kudus bahwa bukti syukur kita atas nikmat beroperasionalnya Bandara Ngloram tidak menjadi  tanggungjawab Pemda Kabupaten Blora saja, tetapi harus dilakukan secara sesarengan sesuai dengan Visi-Misi Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati Sesarengan mBangun Blora menuju Blora yang unggul dan mempunyai daya saing dalam segala bidang. Selamat Hari Jadi Blora ke 272, semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan kepada kita semua. Amin… (*)

 

 

MENDARATNYA Citilink di Bumi Samin pada tanggal 26 November lalu merupakan bukti bahwa Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati telah memberikan salah satu contoh karya anak bangsa yang wajib kita syukuri karena telah menorehkan sejarah yang tidak pernah dilupakan.

Bagi pemeluk Agama Islam bersyukur merupakan salah satu perintah Allah SWT yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang beriman sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 172.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia yang kamu sembah. Bahkan bonus yang diberikan kepada orang yang mau bersyukur akan ditambah kenikmatan-kenikmatan yang lainnya sebagai mana firman Allah “Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu mengumumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim [14]: 7).

Kalau mau menengok lagi sejarah mendaratnya Citilink di Bandahara Ngloram konsep yang ditawarkan Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati adalah Sesarengan Mbangun Blora. Kata sesarengan merupakan kata sederhana tetapi maknanya luar biasa.

Dan berkat kata sesarengan tersebut banyak pihak seperti masyarakata dan swasta merasa terpanggil untuk bergerak bersama pemerintah. Kata sesarengan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai kebersamaan  dalam membangun antara pemerintah, swasta dan rakyat. Dengan kata tersebut diharapkan mampu mengatrol nilai-nilai semangat kebersamaan dalam melaksanakan dan  mengisi pembangunan dan mampu mengembangkan semangat kebersamaan dalam memanfaatkan dan merawat hasil pembangunan.

Bersyukur berarti berterima kasih kepada Allah SWT dan dibuktikan dengan melakukan tindakan nyata ataupun bahkan cukup dalam hatinya saja. Rezim Azid, 2017 dalam bukunya Cinta itu Indah mencatat bahwa menurut Imam Al-Ghazali bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan bersyukur dengan hati, caranya adalah kita menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan semata-mata merupakan karunia dan kemurahan Allah (QS An-Nahl [16]:53).

Bersyukur dengan hati bisa membawa seseorang pada sikap menerima karunia Allah, dengan penuh keikhlasan tanpa kecewa atau keberatan betapa pun kecilnya nikmat tersebut. Bersyukur dengan lisan diwujudkan dengan ucapan Alhamdulillah. Ucapan itu sebuah pernyataan seseorang bahwa segala puji bagi Allah. Oleh karena itu, jika mendapatkan nikmat lisan kita memuji Allah.

Bersyukur dengan tindakan diwujudkan dengan memanfaatkan semua nikmat yang diperoleh dipergunakan untuk di jalan yang diridhai-Nya. Dampak positif bagi mereka yang bersyukur adalah menjadi orang yang selalu dijaga Allah SWT sebagai mana Sabda Nabi Muhammad SAW bahwa Allah SWT sangat suka melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya dengan cara dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ada juga riwayat lain

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Bendung Gerak Karangnongko Ditarget Rampung Tahun Ini

“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar atau bekas/wujud nikmat-Nya pada hamba-Nya. Agar keberadaan Citilink dapat istiqamah mendarat di Bandara Ngloram, Cepu Kabupaten Blora kita mempunyai kewajiban untuk merawat kenikmatan itu dengan cara menyiapkan dampak ikutan akibat aktivitas di bandara. Kita ketahui bersama bahwa aktivitas di Bandara Ngloram tidak terbatas pada kegiatan penerbangan saja, tetapi juga dapat menumbuhkan industri lainnya seperti ritel, perhotelan, pergudangan dan kawasan industri pendukung. Dengan demikian masyarakat, swasta dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Blora dan Pemerintah daerah sekitar dapat menangkap peluang keberadaan bandara yang sangat berpotensi menangkap (capturing) populasi lebih besar sebagai perwujudan syukur kita kepada Allah SWT terhadap Kado Hari Jadi Blora berupa beroperasinya Bandara Ngloram.

Dengan konsep Sesarengan mBangun Blora, keberadaan Bandara Ngloram diharapkan  ada aktifitas sesarengan yang dilakukan oleh masyarakat, swasta dan pemerintah dalam menciptakan embrio konsep Airport City yang mampu menjadi titik temu bagi kawasan-kawasan lainnya dengan fungsi dan perkembangan yang berbeda.

Konsep sesarengan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT  menuntut kita untuk tertindak dalam menyongsong bisnis dan industri yang bakal berkembang di kawasan bandara. Yang perlu segera ditindaklanjuti adalah bisnis perhotelan dalam rangka jemput bola membanjirnya kunjungan wisatawan pebisnis dan wisatawan pelancong, Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition (MICE) yang diselenggarakan sektor privat maupun pemerintah.

Semakin tinggi tingkat kunjungan, maka semakin prospektif bisnis perhotelan. Dan ini adalah PR kita bersama bagaimana cara menarik wisatawan mau Dolan Blora. Perlu kita ingat bahwa para turis pebisnis dan pelancong pasti membutuhkan fasilitas akomodasi, mempertimbangkan lokasi bandara yang jauh dari pusat kota hotel di sekitar bandara bisa menjadi tempat transit. Kita juga harus sesarengan dalam menyiapkan ritel kebutuhan barang sehari-hari dari para penumpang bandara maupun pengantas/penjemput. Permintaan semakin menguat saat tren gaya hidup juga berubah. Kedepan, saya meyakini bahwa Bandara Ngloram bukan lagi sekadar fasilitas angkutan udara, tetapi akan bergeser menjadi meeting point. Masih dalam konsep sesarengan kita dalam menyiapkan pergudangan bisnis dengan konsep modern yang menekankan efektivitas dan efisiensi sangat diperlukan untuk mendukung jasa ekspedisi, dan kargo.

Akhirnya, saya hanya bisa mengingatkan kepada pembaca Radar Kudus bahwa bukti syukur kita atas nikmat beroperasionalnya Bandara Ngloram tidak menjadi  tanggungjawab Pemda Kabupaten Blora saja, tetapi harus dilakukan secara sesarengan sesuai dengan Visi-Misi Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati Sesarengan mBangun Blora menuju Blora yang unggul dan mempunyai daya saing dalam segala bidang. Selamat Hari Jadi Blora ke 272, semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan kepada kita semua. Amin… (*)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/