alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Warga Blora Mau Vaksin Dapat Beras

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membidik percepatan vaksinasi hingga memenuhi standar level I bulan ini. Bupati Blora Arief Rohman memerintahkan agar memberikan beras kepada warga yang mau vaksin.

Hal ini disampaikan saat rapat evaluasi percepatan vaksinasi baru-baru ini. Arief dalam menyampaikan agar dalam waktu dekat Blora bisa masuk level I. Sehingga perlu dilakukan percepatan capaian vaksinasi dengan melakukan inovasi saat penyuntikan.

”Saat ini Blora sudah level II. Target selanjutnya, bagaimana kita bisa masuk level I di bulan ini. Yang mengharuskan vaksinasi minimal mencapai 70 persen dari target sasaran sekitar 715 ribu jiwa. Begitu juga untuk target lansia harus mencapai 60 persen dari 111 ribu jiwa,” ujarnya.


Ia mendorong, agar menggiatkan vaksinasi door to door sembari memperbaiki data capaiannya. ”Harus terus update setiap hari, agar telihat desa mana saja yang masih rendah. Untuk kami serbu bersama,” katanya.

Bupati juga memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menyalurkan beras cadangan pangan 2021, agar bisa disalurkan kepada lansia yang bersedia mengikuti vaksinasi. ”Suratnya biar disiapkan Pak Sekda. Jadi, nanti kami drop ke masing-masing kecamatan. Setiap lansia yang habis divaksin kita kasih sembako ini,” terangnya.

Baca Juga :  Blora Bangun Laboratorium dan Gedung Radiologi

Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama meminta kepada jajaran kapolsek dan bhabinkamtibmas untuk terjun ke lapangan mengawal percepatan vaksinasi. Dandim 0721 Blora Letkol Inf. Andy Sulistyo KP juga menegaskan, agar seluruh danramil bisa melaporkan data capaian terkini dari wilayah kerjanya masing-masing. Untuk memetakan wilayah yang capaiannya masih rendah.

”Data ini penting sebagai pijakan kami untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” ujarnya.

Jika ada warga yang tidak mau divaksin, pihaknya meminta agar memfoto KTP-nya, supaya pemkab memiliki data seberapa banyak masyarakat yang tidak mau vaksin. Dengan begitu, bisa untuk dilaporkan dan diambil langkah selanjutnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membidik percepatan vaksinasi hingga memenuhi standar level I bulan ini. Bupati Blora Arief Rohman memerintahkan agar memberikan beras kepada warga yang mau vaksin.

Hal ini disampaikan saat rapat evaluasi percepatan vaksinasi baru-baru ini. Arief dalam menyampaikan agar dalam waktu dekat Blora bisa masuk level I. Sehingga perlu dilakukan percepatan capaian vaksinasi dengan melakukan inovasi saat penyuntikan.

”Saat ini Blora sudah level II. Target selanjutnya, bagaimana kita bisa masuk level I di bulan ini. Yang mengharuskan vaksinasi minimal mencapai 70 persen dari target sasaran sekitar 715 ribu jiwa. Begitu juga untuk target lansia harus mencapai 60 persen dari 111 ribu jiwa,” ujarnya.

Ia mendorong, agar menggiatkan vaksinasi door to door sembari memperbaiki data capaiannya. ”Harus terus update setiap hari, agar telihat desa mana saja yang masih rendah. Untuk kami serbu bersama,” katanya.

Bupati juga memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menyalurkan beras cadangan pangan 2021, agar bisa disalurkan kepada lansia yang bersedia mengikuti vaksinasi. ”Suratnya biar disiapkan Pak Sekda. Jadi, nanti kami drop ke masing-masing kecamatan. Setiap lansia yang habis divaksin kita kasih sembako ini,” terangnya.

Baca Juga :  Dugaan Kredit Fiktif BKK Blora, Pria Ini Empat Kali Jadi Korban

Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama meminta kepada jajaran kapolsek dan bhabinkamtibmas untuk terjun ke lapangan mengawal percepatan vaksinasi. Dandim 0721 Blora Letkol Inf. Andy Sulistyo KP juga menegaskan, agar seluruh danramil bisa melaporkan data capaian terkini dari wilayah kerjanya masing-masing. Untuk memetakan wilayah yang capaiannya masih rendah.

”Data ini penting sebagai pijakan kami untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” ujarnya.

Jika ada warga yang tidak mau divaksin, pihaknya meminta agar memfoto KTP-nya, supaya pemkab memiliki data seberapa banyak masyarakat yang tidak mau vaksin. Dengan begitu, bisa untuk dilaporkan dan diambil langkah selanjutnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/