alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Melihat Bendungan Randugunting Usai Diresmikan

”Perahu Naga Jokowi” Jadi Wisata Andalan Bendungan Randugunting

BANYAK manfaat yang bakal dirasakan masyarakat Blora dan sekitarnya dengan hadirnya bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Japah, Blora. Bahkan, Randugunting digadang-gadang menjadi potensi wisata andalan Kabupaten Blora. Untuk mendorong itu, kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri naik perahu naga untuk meresmikan. Jaraknya sekitar 150 meter.

”Kami harapkan juga bendungan Randugunting ini, nanti juga bisa menjadi tempat pariwisata yang sangat baik bagi Blora dan masyarakat sekitar,” terang kepala negBanyalra ini.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jarot Widyoko menerangkan, bendungan Randugunting ini fungsinya untuk retensi banjir hingga 75 persen. Selain itu, untuk irigasi sekitar 630 hektare lahan.


Apalagi ada tampungan 14 juta meter kubik. Bisa memberikan air baku untuk Blora 100 liter per detik, Rembang 50 liter per detik, dan Pati 50 liter per detik. ”Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Terutama indek pertaniannya. Selain itu, destinasi wisata. Bapak Presiden juga menaiki perahu wisata di sini (Bendungan Randugunting),” jelasnya.

PPK bendungan Randugunting 1 Wahyu Apri Yoga mengaku, bendungan Randugunting ini, nantinya bakal dimanfaatkan tiga kabupaten. Mulai Blora, Rembang, dan Pati. Untuk lokasi di sekitar bendungan, juga dapat dikembangkan untuk objek wisata.

Apalagi Kabupaten Blora mempunyai keunggulan spot-spot yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Blora yang tinggal di sekitar bendungan.

Bendungan Randugunting ini, berfungsi untuk menampung air hujan pada saat musim hujan. Saat kemarau bisa difungsikan untuk irigasi pertanian yang meliputi wilayah Kabupaten Rembang dan Pati.

”Luas genangannya 187,19 hektare dengan daya tampungan normal 14,40 juta meter kubik air. Bendungan Randugunting sendiri memiliki manfaat mereduksi debit banjir 81,42 m3 per detik; penyediaan air daerah irigasi Kedengsapen, Rembang, hingga 630 hektare dengan pola tanam padi-padi-palawija; penyediaan air baku di Kabupaten Blora 100 liter per detik; Pati 50 liter per detik; serta pengembangan pariwisata air,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pentas Dangdut Ricuh di Blora Tak Berizin, Perangkat hingga Kades Diperiksa Polisi

Direktur PDAM Blora Yan Riyan Pramono mengaku, nantinya Blora bakal dapat air baku 100 liter per detik. Sesuai rencana awal. Rencananya akan dialirkan ke lima kecamatan. Meliputi Kecamatan Japah, Ngawen, Banjar, Tunjungan, dan Blora. ”Itu termasuk besar. Paling tidak bisa untuk 8 ribu pelanggan,” terangnya.

Untuk pipa distribusi air utama, nantinya dari pemerintah pusat. Panjangnya sekitar 40 KM. Mulai dari Randugunting sampai Banjar dan Blora. ”Mungkin pipa yang 12 inchi. Lebih kecil dari pipa SPAM,” ujarnya.

Saat ini, sudah proses penyusunan DED. Diperkirakan dua tahun ke depan sudah mulai melakukan pekerjaan fisik. ”Lima tahun ke depan baru bisa menikmati. Apalagi pengisian waduk juga berlangsung tahunan. Harapannya proses pengerjaan bisa secepatnya. Supaya bisa mencukupi kebutuhan air minum di lima kecamatan. Kalau Pati dapat pertanian dan air baku, Rembang hanya pertanian, serta Blora wisata sama air baku,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengaku, untuk saat ini bendungan Randugunting belum dibuka untuk umum. Sebab, masih dalam pekerjaan pagar. Pihaknya juga masih terus  koordinasi dengan pemerintah provinsi (pemrov). Sebab, sesuai aturan pengelolaan akan dikelola provinsi. ”Kami berusaha minta kepada Pak Gubernur agar bisa dikelola BUMD tiga kabupaten (Blora, Rembang, dan Pati),” terangnya.

Untuk saat ini, masyarakar umum belum bisa masuk. Sebab, timeline selesai memang Oktober 2022. ”Ini nanti akan jadi destinasi wisata. Kata Pak Presiden, lokasinya bagus. Banyak ikan, enak untuk pemancingan,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

BANYAK manfaat yang bakal dirasakan masyarakat Blora dan sekitarnya dengan hadirnya bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Japah, Blora. Bahkan, Randugunting digadang-gadang menjadi potensi wisata andalan Kabupaten Blora. Untuk mendorong itu, kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri naik perahu naga untuk meresmikan. Jaraknya sekitar 150 meter.

”Kami harapkan juga bendungan Randugunting ini, nanti juga bisa menjadi tempat pariwisata yang sangat baik bagi Blora dan masyarakat sekitar,” terang kepala negBanyalra ini.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jarot Widyoko menerangkan, bendungan Randugunting ini fungsinya untuk retensi banjir hingga 75 persen. Selain itu, untuk irigasi sekitar 630 hektare lahan.

Apalagi ada tampungan 14 juta meter kubik. Bisa memberikan air baku untuk Blora 100 liter per detik, Rembang 50 liter per detik, dan Pati 50 liter per detik. ”Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Terutama indek pertaniannya. Selain itu, destinasi wisata. Bapak Presiden juga menaiki perahu wisata di sini (Bendungan Randugunting),” jelasnya.

PPK bendungan Randugunting 1 Wahyu Apri Yoga mengaku, bendungan Randugunting ini, nantinya bakal dimanfaatkan tiga kabupaten. Mulai Blora, Rembang, dan Pati. Untuk lokasi di sekitar bendungan, juga dapat dikembangkan untuk objek wisata.

Apalagi Kabupaten Blora mempunyai keunggulan spot-spot yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Blora yang tinggal di sekitar bendungan.

Bendungan Randugunting ini, berfungsi untuk menampung air hujan pada saat musim hujan. Saat kemarau bisa difungsikan untuk irigasi pertanian yang meliputi wilayah Kabupaten Rembang dan Pati.

”Luas genangannya 187,19 hektare dengan daya tampungan normal 14,40 juta meter kubik air. Bendungan Randugunting sendiri memiliki manfaat mereduksi debit banjir 81,42 m3 per detik; penyediaan air daerah irigasi Kedengsapen, Rembang, hingga 630 hektare dengan pola tanam padi-padi-palawija; penyediaan air baku di Kabupaten Blora 100 liter per detik; Pati 50 liter per detik; serta pengembangan pariwisata air,” ungkapnya.

Baca Juga :  Optimalkan Teknologi, Bupati Blora Boyong Kepsek ke Pusdatin

Direktur PDAM Blora Yan Riyan Pramono mengaku, nantinya Blora bakal dapat air baku 100 liter per detik. Sesuai rencana awal. Rencananya akan dialirkan ke lima kecamatan. Meliputi Kecamatan Japah, Ngawen, Banjar, Tunjungan, dan Blora. ”Itu termasuk besar. Paling tidak bisa untuk 8 ribu pelanggan,” terangnya.

Untuk pipa distribusi air utama, nantinya dari pemerintah pusat. Panjangnya sekitar 40 KM. Mulai dari Randugunting sampai Banjar dan Blora. ”Mungkin pipa yang 12 inchi. Lebih kecil dari pipa SPAM,” ujarnya.

Saat ini, sudah proses penyusunan DED. Diperkirakan dua tahun ke depan sudah mulai melakukan pekerjaan fisik. ”Lima tahun ke depan baru bisa menikmati. Apalagi pengisian waduk juga berlangsung tahunan. Harapannya proses pengerjaan bisa secepatnya. Supaya bisa mencukupi kebutuhan air minum di lima kecamatan. Kalau Pati dapat pertanian dan air baku, Rembang hanya pertanian, serta Blora wisata sama air baku,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengaku, untuk saat ini bendungan Randugunting belum dibuka untuk umum. Sebab, masih dalam pekerjaan pagar. Pihaknya juga masih terus  koordinasi dengan pemerintah provinsi (pemrov). Sebab, sesuai aturan pengelolaan akan dikelola provinsi. ”Kami berusaha minta kepada Pak Gubernur agar bisa dikelola BUMD tiga kabupaten (Blora, Rembang, dan Pati),” terangnya.

Untuk saat ini, masyarakar umum belum bisa masuk. Sebab, timeline selesai memang Oktober 2022. ”Ini nanti akan jadi destinasi wisata. Kata Pak Presiden, lokasinya bagus. Banyak ikan, enak untuk pemancingan,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/