alexametrics
32.5 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Sentra Sapi di Blora Disiapkan Lahan 300 Ha

BLORA – Blora akan membangun sentra sapi. Saat ini tanah seluas ratusan hektare sudah disiapkan untuk dikembangkan menjadi peternakan terpadu.

Bupati Blora Arief Rohman mengklaim, potensi populasi sapi di kabupaten dengan 16 kecamatan ini menjadi yang terbesar di wilayah Jawa Tengah. Untuk itulah pihaknya berencana mengembangkan sektor ini melalui sentra peternakan yang rencananya akan dibangun di wilayah Blora Selatan.”Ada potensi populasi sapi terbesar di jawa tengah,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta untuk mengembangkan program ini. Dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Blora sudah menyiapkan sebidang lahan seluas sekitar 300 hektare.


Gambaran dari peternakan ini, kata Arief, akan menjadi peternakan terpadu dari hulu sampai hilir. Artinya di sini akan ada mulai produksi sampai penjualan olahan dari sapi.

Baca Juga :  Warga Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Seleksi Perades Dibatalkan

“Bersama UGM akan dikembangkan sektor di area Blora Selatan. Ini sudah disiapkan lahan sekitar 300 hektare. Kami kembangkan menjadi peternakan terpadu dari hulu sampai hilir. Diharapkan nantinya produksi nanti bisa jualan olahan sapi,” jelasnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, populasi sapi pada Oktober lalu sekitar 297 ribu ekor yang diklaim nomor satu di Jawa Tengah. Ada beberapa jenis yang ada. Seperti PO, Simental, Limusin, dan Brahman.

Mayoritas dikandangkan di rumah warga. Dengan populasi yang dinilai besar itu, diharapkan ada pengembangan melalui teknologi. Sekitar Oktober lalu sudah ada kunjungan dari pihak UGM bersama bupati. Rencananya akan menyasar Desa Mageri, Kecamatan Krandenan yang akan dijadikan pilot project percontohan peternakan terpadu. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Blora akan membangun sentra sapi. Saat ini tanah seluas ratusan hektare sudah disiapkan untuk dikembangkan menjadi peternakan terpadu.

Bupati Blora Arief Rohman mengklaim, potensi populasi sapi di kabupaten dengan 16 kecamatan ini menjadi yang terbesar di wilayah Jawa Tengah. Untuk itulah pihaknya berencana mengembangkan sektor ini melalui sentra peternakan yang rencananya akan dibangun di wilayah Blora Selatan.”Ada potensi populasi sapi terbesar di jawa tengah,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta untuk mengembangkan program ini. Dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Blora sudah menyiapkan sebidang lahan seluas sekitar 300 hektare.

Gambaran dari peternakan ini, kata Arief, akan menjadi peternakan terpadu dari hulu sampai hilir. Artinya di sini akan ada mulai produksi sampai penjualan olahan dari sapi.

Baca Juga :  Kronologi Batalnya Penerbangan Pesawat Citilink dari Jakarta ke Blora

“Bersama UGM akan dikembangkan sektor di area Blora Selatan. Ini sudah disiapkan lahan sekitar 300 hektare. Kami kembangkan menjadi peternakan terpadu dari hulu sampai hilir. Diharapkan nantinya produksi nanti bisa jualan olahan sapi,” jelasnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, populasi sapi pada Oktober lalu sekitar 297 ribu ekor yang diklaim nomor satu di Jawa Tengah. Ada beberapa jenis yang ada. Seperti PO, Simental, Limusin, dan Brahman.

Mayoritas dikandangkan di rumah warga. Dengan populasi yang dinilai besar itu, diharapkan ada pengembangan melalui teknologi. Sekitar Oktober lalu sudah ada kunjungan dari pihak UGM bersama bupati. Rencananya akan menyasar Desa Mageri, Kecamatan Krandenan yang akan dijadikan pilot project percontohan peternakan terpadu. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/