alexametrics
22.6 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

”Selamat” dari Penghapusan, BKD Blora Pastikan Guru Honorer Bisa Ikut Seleksi PPPK

BLORA – Guru non-aparatur sipil negara (ASN) besar kemungkinan tak terimbas dengan adanya rencana penghapusan tenaga honorer. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora memastikan, mereka bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebab, diberitakan sebelumnya, BKD Blora menerima surat dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Di antara poin yang disampaikan dalam surat tersebut, menghapuskan jenis kepegawaian selain pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Penghapusan tenaga non-ASN ini, selambat-lambatnya harus selesai pada sekitar November 2023. Apabila instansi membutuhkan tenaga lain seperti pengemudi ataupun tenaga kebersihan dapat dipenuhi melalui outsourching dari pihak ketiga. Artinya, bukan merupakan tenaga honorer pada instansi yang bersangkutan.


Sementara itu, dari pemetaan sementara, Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono menyampaikan, total tenaga non-ASN di Blora ada 5.061 orang. Jumlah tersebut mencakup 1.767 tenaga guru, 634 tenaga kesehatan, dan 2.660 tenaga teknis lain.

Baca Juga :  Perbaiki Akses, Pemkab Blora Tata Jalan ke Makam Pocut Meurah Intan

BKD masih memetakan jumlah tenaga honorer yang dinilai memenuhi syarat untuk mendaftar PPPK. ”Kami petakan formasi-formasi dia bisa masuk. Jangan sampai ada formasi-formasi ternyata tidak bisa,” ujarnya.

Dari sekitar 5.000 tenaga non-ASN, kata Heru, kemungkinan hanya sekitar separo yang bisa mengikuti PPPK. ”Karena yang bisa ikut di PPPK jelas fungsional. Fungsional diatur sendiri di Perpres 38 tentang Jabatan-Jabatan yang Boleh Diisi PPPK,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk formasi guru, pihaknya memastikan, saat ini sudah ada regulasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah. ”Di situ (Permen) muncul untuk pengadaan PPPK guru,” jelasnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Guru non-aparatur sipil negara (ASN) besar kemungkinan tak terimbas dengan adanya rencana penghapusan tenaga honorer. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora memastikan, mereka bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebab, diberitakan sebelumnya, BKD Blora menerima surat dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Di antara poin yang disampaikan dalam surat tersebut, menghapuskan jenis kepegawaian selain pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Penghapusan tenaga non-ASN ini, selambat-lambatnya harus selesai pada sekitar November 2023. Apabila instansi membutuhkan tenaga lain seperti pengemudi ataupun tenaga kebersihan dapat dipenuhi melalui outsourching dari pihak ketiga. Artinya, bukan merupakan tenaga honorer pada instansi yang bersangkutan.

Sementara itu, dari pemetaan sementara, Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono menyampaikan, total tenaga non-ASN di Blora ada 5.061 orang. Jumlah tersebut mencakup 1.767 tenaga guru, 634 tenaga kesehatan, dan 2.660 tenaga teknis lain.

Baca Juga :  Korban Kredit Fiktif Blora Nangis Saat Didatangi Pegawai BKK

BKD masih memetakan jumlah tenaga honorer yang dinilai memenuhi syarat untuk mendaftar PPPK. ”Kami petakan formasi-formasi dia bisa masuk. Jangan sampai ada formasi-formasi ternyata tidak bisa,” ujarnya.

Dari sekitar 5.000 tenaga non-ASN, kata Heru, kemungkinan hanya sekitar separo yang bisa mengikuti PPPK. ”Karena yang bisa ikut di PPPK jelas fungsional. Fungsional diatur sendiri di Perpres 38 tentang Jabatan-Jabatan yang Boleh Diisi PPPK,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk formasi guru, pihaknya memastikan, saat ini sudah ada regulasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah. ”Di situ (Permen) muncul untuk pengadaan PPPK guru,” jelasnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/