alexametrics
23.6 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Lantik 176 Pejabat, Ini Harapan Bupati Blora Arief Rohman

BLORA Sebanyak 176 pejabat dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati kemarin. Pelantikan itu untuk penataan susunan organisasi tata kerja (SOTK) baru.

Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono menerangkan 176 pejabat dilantik ini terdiri dari JPTP (Eselon II.b) sebanyak satu orang. Yakni kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan yang dijabat Drh. R Gundala Wijasena. Kemudian pejabat Administrator (III.a) sebanyak 11 orang, Administrator (III.b) sebanyak 51 orang, pejabat Pengawas (IV.a) 82 orang dan pejabat Pengawas (IV.b) sebanyak 31 orang.

Bupati Blora Arief Rohman mengaku pelantikan ini ditujukan untuk menyelaraskan SOTK dengan Permendagri No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Sehingga ada Perubahan Tupoksi OPD.


Selain itu, ada penggabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan Dinas Peternakan dan Perikanan. Selanjutnya kantor Kesbangpol berubah menjadi Badan Kesbangpol. RSUD menjadi Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di bawah Dinas Kesehatan. Kemudian penghapusan seksi Kesejahteraan Rakyat di kecamatan dan di kelurahan.

Baca Juga :  Peringati HKN, Dinkes Blora Potong Tumpeng, Ziarah dan Bagi Sembako

Bupati yang akrab disapa Mas Arief berpesan agar seluruh pejabat yang dilantik untuk mewakafkan dirinya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  “Selamat yang kepada yang telah dilantik. Jabatan itu bisa datang dan pergi. Apalagi berpindah tempat adalah hal yang lumrah,” ucap Bupati.

Dirinya juga meminta seluruh pejabat di Kabupaten Blora bisa terus melakukan lompatan perubahan di 2022. Agar pelaksanaan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan bisa lebih baik lagi.

”Harapan masyarakat untuk perbaikan Blora sangat tinggi. Maka kami harus bisa dan mampu bergerak cepat meningkatkan kemampuan diri dan berinovasi. Penilaian berkala akan kita lakukan berdasarkan kinerjanya. Jika dirasa tidak memenuhi target, ya siap siap saja digantikan,” tegas Bupati.

Pihaknya berharap, seluruh ASN bisa menyesuaikan dengan perubahan yang akan dilakukan. Jika merasa tidak bisa atau tidak mampu, bupati mempersilahkan untuk mengundurkan diri. (zen)






Reporter: Subekan

BLORA Sebanyak 176 pejabat dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati kemarin. Pelantikan itu untuk penataan susunan organisasi tata kerja (SOTK) baru.

Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono menerangkan 176 pejabat dilantik ini terdiri dari JPTP (Eselon II.b) sebanyak satu orang. Yakni kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan yang dijabat Drh. R Gundala Wijasena. Kemudian pejabat Administrator (III.a) sebanyak 11 orang, Administrator (III.b) sebanyak 51 orang, pejabat Pengawas (IV.a) 82 orang dan pejabat Pengawas (IV.b) sebanyak 31 orang.

Bupati Blora Arief Rohman mengaku pelantikan ini ditujukan untuk menyelaraskan SOTK dengan Permendagri No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Sehingga ada Perubahan Tupoksi OPD.

Selain itu, ada penggabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan Dinas Peternakan dan Perikanan. Selanjutnya kantor Kesbangpol berubah menjadi Badan Kesbangpol. RSUD menjadi Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di bawah Dinas Kesehatan. Kemudian penghapusan seksi Kesejahteraan Rakyat di kecamatan dan di kelurahan.

Baca Juga :  Resmikan Wall Climbing, Bupati: Blora Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jateng

Bupati yang akrab disapa Mas Arief berpesan agar seluruh pejabat yang dilantik untuk mewakafkan dirinya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  “Selamat yang kepada yang telah dilantik. Jabatan itu bisa datang dan pergi. Apalagi berpindah tempat adalah hal yang lumrah,” ucap Bupati.

Dirinya juga meminta seluruh pejabat di Kabupaten Blora bisa terus melakukan lompatan perubahan di 2022. Agar pelaksanaan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan bisa lebih baik lagi.

”Harapan masyarakat untuk perbaikan Blora sangat tinggi. Maka kami harus bisa dan mampu bergerak cepat meningkatkan kemampuan diri dan berinovasi. Penilaian berkala akan kita lakukan berdasarkan kinerjanya. Jika dirasa tidak memenuhi target, ya siap siap saja digantikan,” tegas Bupati.

Pihaknya berharap, seluruh ASN bisa menyesuaikan dengan perubahan yang akan dilakukan. Jika merasa tidak bisa atau tidak mampu, bupati mempersilahkan untuk mengundurkan diri. (zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/