alexametrics
24.9 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Terkait Pungli, Kepala Dindagkop Blora Absen dari Panggilan Kejaksaan

BLORA, – Satu dari tiga tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) jual beli kios di Pasar Induk Cepu absen. Hanya di wakili kuasa hukumnya. Alasannya karena kondisi kesehatan yang tak baik.

Soegijarto, dari kantor Pengacara Permana Ardi And Parnters Singosari Semarang (Lawyer Sarmidi) mengungkapkan, kliennya tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena alasan kesehatan.

”Agenda hari ini (kemarin, Red), saya minta izin tadi, karena klien saya belum bisa hadir (Sarmidi, Red),” ucapnya.


Pihaknya mengaku akan mengikuti alur saja dari kejaksaan. Harapannya, dalam pemeriksaan nanti, fakta yang sebenarnya bisa disampaikan dalam penyidikan. ”Untuk sementara tidak bisa saya buka di sini,” tegasnya.

Nmaun dia menyebutkan, salah satu saja. Bahwa proses pengalihan dana yang terkumpul dari asosiasi/paguyuban itu mengikuti petunjuk laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat. ”Jadi saya rasa dengan adanya data itu ya harapan kami memperoleh keadilan,” tegasnya.

Baca Juga :  Setelah Melantik di TPA, Bupati Blora Mutasi 305 Pejabat di TMP

Dari pantauan koran ini, Jumat (6/8) sebenarnya ada tiga tersangka yang dipanggil. Yakni Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Blora Sarmidi, Kabid Pasar Dindagkop dan UMKM Warso, serta mantan Kepala UPT Pasar Cepu  Sofaat.

Namun hanya dua tersangka yang hadir. Semuanya didampingi pengacaranya. Termasuk Sarmidi yang diwakili oleh kuasa hukumnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Blora telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pungli jual beli kios di Pasar Induk Cepu. Namun hingga sekarang ketiganya belum ditahan. Kejaksaan juga telah menyita Rp 865 juta dari kasus tersebut.






Reporter: Subekan

BLORA, – Satu dari tiga tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) jual beli kios di Pasar Induk Cepu absen. Hanya di wakili kuasa hukumnya. Alasannya karena kondisi kesehatan yang tak baik.

Soegijarto, dari kantor Pengacara Permana Ardi And Parnters Singosari Semarang (Lawyer Sarmidi) mengungkapkan, kliennya tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena alasan kesehatan.

”Agenda hari ini (kemarin, Red), saya minta izin tadi, karena klien saya belum bisa hadir (Sarmidi, Red),” ucapnya.

Pihaknya mengaku akan mengikuti alur saja dari kejaksaan. Harapannya, dalam pemeriksaan nanti, fakta yang sebenarnya bisa disampaikan dalam penyidikan. ”Untuk sementara tidak bisa saya buka di sini,” tegasnya.

Nmaun dia menyebutkan, salah satu saja. Bahwa proses pengalihan dana yang terkumpul dari asosiasi/paguyuban itu mengikuti petunjuk laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat. ”Jadi saya rasa dengan adanya data itu ya harapan kami memperoleh keadilan,” tegasnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Bupati Blora Genjot Program "Blora Menyapa" Sepekan 3 Kali

Dari pantauan koran ini, Jumat (6/8) sebenarnya ada tiga tersangka yang dipanggil. Yakni Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Blora Sarmidi, Kabid Pasar Dindagkop dan UMKM Warso, serta mantan Kepala UPT Pasar Cepu  Sofaat.

Namun hanya dua tersangka yang hadir. Semuanya didampingi pengacaranya. Termasuk Sarmidi yang diwakili oleh kuasa hukumnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Blora telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pungli jual beli kios di Pasar Induk Cepu. Namun hingga sekarang ketiganya belum ditahan. Kejaksaan juga telah menyita Rp 865 juta dari kasus tersebut.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/