alexametrics
22 C
Kudus
Wednesday, July 27, 2022

Anggaran Perbaikan Jalan Provinsi di Kabupaten Blora Capai Rp 18,4 Miliar

BLORA – Perbaikan kerusakan ruas jalan provinsi yang ada di wilayah Kabupaten Blora tahun ini dianggarkan sekitar Rp 18,4 miliar. Mulai jalan Kunduran-Ngawen, Ngawen-Todanan perbatasan Kabupaten Pati, dan Jati-Cepu.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Wilayah 2 Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah Umar mengatakan ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora ada di tiga titik. Panjangnya mencapai 99,08 kilometer.

Pertama, panjang ruas jalan Kunduran-Ngawen-Blora mencapai 25,02 kilometer. Terdiri dari kondisi permukaan beton 18,56 kilometer dan permukaan aspal 6,46 kilometer. “Tahun ini ada paket peningkatan jalan rigid 600 meter di daerah Gagaan dengan pagu anggaran Rp 5 miliar,” terangnya.


Berikutnya, kondisi ruas jalan Singget, Kecamatan Jati – Cepu dengan panjang sekitar 46 kilometer. Sudah dirigid sepanjang 32,81 kilometer. Sisanya masih berupa aspal sepanjang 13,19 kilometer. “Ada paket dana alokasi khusus pemeliharaan berkala 2,7 kilometer dengan pagu anggaran Rp 10,478 miliar. Overlay dua lapis di lokasi akses pasar Merah Mulyorejo sampai dengan batas kilometer 150.600 Cepu dan kilometer 127.200-127.700 Randublatung sampai dengan Jembatan Wulung,” jelasnya.

Baca Juga :  Lebaran Kedua, Jalur Maguan-Sembung Tersendat hingga 2 Kilometer

Untuk ruas jalan Ngawen-Todanan, terdapat paket dengan pagu anggaran Rp 3 miliar. Kondisi jalan sekitar 2 kilometer dibeton dari total panjang 28,06 kilometer. Sisanya masih berupa aspal sekitar 26,06 kilometer.

“Ada paket rehab jalan perbaikan, rehab spot-spot aspal dari pertigaan Todanan ke arah Candi Pucakwangi-Pati, dengan pagu anggaran Rp 3 miliar,” imbuh Umar.

Pihaknya menegaskan, tahun ini di ruas Todanan-Pucakwangi belum ada pelebaran jalan lantaran terdampak refocusing anggaran. ”Fokus sekarang memperbaiki ekisting dulu. Mengingat kerusakan cukup panjang. Pelebaran sudah kita usulkan sejak 2020, 2021 kena refocusing. Tahun depan sudah diusulkan lagi pelebaran jalan,”ujarnya.

Dia menambahkan, sisa panjang yang tidak tertangani paket di tiga ruas tersebut akan ditangani dengan pemeliharaan rutin. Yaitu penambalan dengan Campuran Aspal Panas (CAP) dan penetrasi macadam (Lapensheet). (sub/war)






Reporter: Subekan

BLORA – Perbaikan kerusakan ruas jalan provinsi yang ada di wilayah Kabupaten Blora tahun ini dianggarkan sekitar Rp 18,4 miliar. Mulai jalan Kunduran-Ngawen, Ngawen-Todanan perbatasan Kabupaten Pati, dan Jati-Cepu.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Wilayah 2 Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah Umar mengatakan ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora ada di tiga titik. Panjangnya mencapai 99,08 kilometer.

Pertama, panjang ruas jalan Kunduran-Ngawen-Blora mencapai 25,02 kilometer. Terdiri dari kondisi permukaan beton 18,56 kilometer dan permukaan aspal 6,46 kilometer. “Tahun ini ada paket peningkatan jalan rigid 600 meter di daerah Gagaan dengan pagu anggaran Rp 5 miliar,” terangnya.

Berikutnya, kondisi ruas jalan Singget, Kecamatan Jati – Cepu dengan panjang sekitar 46 kilometer. Sudah dirigid sepanjang 32,81 kilometer. Sisanya masih berupa aspal sepanjang 13,19 kilometer. “Ada paket dana alokasi khusus pemeliharaan berkala 2,7 kilometer dengan pagu anggaran Rp 10,478 miliar. Overlay dua lapis di lokasi akses pasar Merah Mulyorejo sampai dengan batas kilometer 150.600 Cepu dan kilometer 127.200-127.700 Randublatung sampai dengan Jembatan Wulung,” jelasnya.

Baca Juga :  Genjot Pendidikan, Pemkab Blora Terapkan Program Satu Desa Dua Sarjana

Untuk ruas jalan Ngawen-Todanan, terdapat paket dengan pagu anggaran Rp 3 miliar. Kondisi jalan sekitar 2 kilometer dibeton dari total panjang 28,06 kilometer. Sisanya masih berupa aspal sekitar 26,06 kilometer.

“Ada paket rehab jalan perbaikan, rehab spot-spot aspal dari pertigaan Todanan ke arah Candi Pucakwangi-Pati, dengan pagu anggaran Rp 3 miliar,” imbuh Umar.

Pihaknya menegaskan, tahun ini di ruas Todanan-Pucakwangi belum ada pelebaran jalan lantaran terdampak refocusing anggaran. ”Fokus sekarang memperbaiki ekisting dulu. Mengingat kerusakan cukup panjang. Pelebaran sudah kita usulkan sejak 2020, 2021 kena refocusing. Tahun depan sudah diusulkan lagi pelebaran jalan,”ujarnya.

Dia menambahkan, sisa panjang yang tidak tertangani paket di tiga ruas tersebut akan ditangani dengan pemeliharaan rutin. Yaitu penambalan dengan Campuran Aspal Panas (CAP) dan penetrasi macadam (Lapensheet). (sub/war)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/