alexametrics
24.3 C
Kudus
Saturday, August 13, 2022

Berkunjung ke Pekalongan, Pemkab Blora Adopsi Laborat Kemiskinan hingga “Kudu Sekolah”

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berguru ke Pekalongan. Di sana, tim yang dikomandoi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati itu mempelajari tentang Laboratorium kemiskinan dan aplikasi Kudu Sekolah.

Wabup memboyong jajarannya untuk melaksanakan studi tiru di Pemkab Pekalongan. Ia membawa Kepala Bappeda Blora Mahbub Djunaidi, Kepala Dinas Sosial P3A Indah Purwaningsih hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora.

Alasannya bertolak ke Kota Batik karena resep penanganan kemiskinan di sini dinilai cespleng. Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi menyampaikan, inovasi Laboratorium Kemiskinan dan aplikasi Kudu Sekolah telah mendapatkan penghargaan innovative government award 2020 dengan kategori sangat inovatif.


Selain itu, juga menyabet top 45 inovatif pelayanan publik pada ajang kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) tingkat nasional 2020 dengan laboratorium kemiskinan. “Juga penghargaan top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2021 dengan aplikasi Kudu Sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Final Festival Mewarnai Blora Digelar Hari Ini

Kudu Sekolah dinilai memiliki porsi strategis dalam meningkatkan harapan lama sekolah dan rata rata lama sekolah. Kongkritnya, melakukan pendataan dan pengembalian anak tidak sekolah ke jenjang formal maupun non formal.

“Ini yang mempengaruhi IPM Kab. Pekalongan yang awalnya sangat rendah, kemudian 70,11 persen di tahun 2021 dan tahun ini ditargetkan 71,19 persen,” imbuhnya.

Sementara, Laboratorium Kemiskinan merupakan salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan di Pekalongan. Tri Yuli menyampaikan niatnya untuk belajar dan meniru inovasi Pemkab Pekalongan. Khususnya, yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan dan penanganan anak tidak sekolah.

Etyk -sapaan akrabnya- menjelaskan, upaya pengentasan kemiskinan hingga memajukan pendidikan menjadi perhatian serius Pemkab Blora. Kemiskinan di Blora tercatat 12,9 persen. “Itu yang menjadi pemikiran kami. Bagaimana kami di sini ingin belajar inovasi-inovasi keberhasilan di Pemkab Pekalongan,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berguru ke Pekalongan. Di sana, tim yang dikomandoi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati itu mempelajari tentang Laboratorium kemiskinan dan aplikasi Kudu Sekolah.

Wabup memboyong jajarannya untuk melaksanakan studi tiru di Pemkab Pekalongan. Ia membawa Kepala Bappeda Blora Mahbub Djunaidi, Kepala Dinas Sosial P3A Indah Purwaningsih hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora.

Alasannya bertolak ke Kota Batik karena resep penanganan kemiskinan di sini dinilai cespleng. Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi menyampaikan, inovasi Laboratorium Kemiskinan dan aplikasi Kudu Sekolah telah mendapatkan penghargaan innovative government award 2020 dengan kategori sangat inovatif.

Selain itu, juga menyabet top 45 inovatif pelayanan publik pada ajang kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) tingkat nasional 2020 dengan laboratorium kemiskinan. “Juga penghargaan top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2021 dengan aplikasi Kudu Sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Digitalisasi Keuangan Blora Masuk Peringkat 6 Se-Jateng

Kudu Sekolah dinilai memiliki porsi strategis dalam meningkatkan harapan lama sekolah dan rata rata lama sekolah. Kongkritnya, melakukan pendataan dan pengembalian anak tidak sekolah ke jenjang formal maupun non formal.

“Ini yang mempengaruhi IPM Kab. Pekalongan yang awalnya sangat rendah, kemudian 70,11 persen di tahun 2021 dan tahun ini ditargetkan 71,19 persen,” imbuhnya.

Sementara, Laboratorium Kemiskinan merupakan salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan di Pekalongan. Tri Yuli menyampaikan niatnya untuk belajar dan meniru inovasi Pemkab Pekalongan. Khususnya, yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan dan penanganan anak tidak sekolah.

Etyk -sapaan akrabnya- menjelaskan, upaya pengentasan kemiskinan hingga memajukan pendidikan menjadi perhatian serius Pemkab Blora. Kemiskinan di Blora tercatat 12,9 persen. “Itu yang menjadi pemikiran kami. Bagaimana kami di sini ingin belajar inovasi-inovasi keberhasilan di Pemkab Pekalongan,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/