alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Beri Tausiyah, Anwar Zahid: ASN Blora Harus Pintar dan Benar

BLORA – Anwar Zahid mengajak seluruh ASN di Kabupaten Blora untuk bersatu. Bersama-sama bekerja dengan baik mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Blora. Serta menjadi pribadi yang pintar sekaligus benar.

Hal ini disampaikan saat tausiyah di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Selasa (4/1) dalam program Blora Mengaji. Program ini sebagai salah satu upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Blora dari sisi rohani.

“Saya biasa memanggil Bupati Blora yang sekarang ini dengan sebutan Mas, Mas Arief. Karena tidak pantas dipanggil Bapak. Saya sudah kenal sangat lama. Dulu ketika masih jadi Wakil Bupati, selalu rajin ikut saya ngaji ke desa-desa pelosok. Alhamdulillah sekarang jadi bupati dan sifatnya tidak berubah. Masih tetap sama. Seperti wong deso,” ucap ulama yang dikenal dengan kalimat “Kulhu ae lek, kesuwen” ini.


Dia berdoa, mudah mudahan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Blora ini jadi pribadi-pribadi yang pintar sekaligus benar. “Ini pesen ya Mas Bupati, kalau memilih kepala dinas jangan pertimbangan pintar saja mas. Harus benar. Nanti kalau pintar saja, bahaya. Suruh ngurusi beras malah nimbun beras. Suruh ngurusi proyek malah bupati yang diproyek,” lanjut Anwar Zahid.

Baca Juga :  Polisi Otopsi Jenazah Korban Miras di Pasar Cepu Blora

Apalagi saat ini banyak HP, Kalau pengen jadi pinter mudah tinggal buka google. Tapi kalau bener ini yang susah. Maka Bismirobbik’nya harus kuat. “Kalau bismirobbik’nya nggak kuat, kathah sakniki Mas, Bupati. Pemikirannya kritis, analisanya tajam, bicaranya lantang karena belum dapat posisi. Begitu dapat kedudukan jadi impotent, lholak lholok. Semoga tidak ada ASN Blora seperti ini,” tegas Anwar Zahid.

Kalau disuruh memilih, mending jadi orang benar tapi tidak begitu pintar. Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar. Karena memintarkan orang benar ini lebih mudah daripada membenerkan orang pintar itu susah.

Pihaknya berharap, ke depan Blora bisa menjadi daerah yang benar-benar unggul dan berdaya saing jika SDM nya benar-benar pintar sekaligus benar. “Saya yakin semuanya yang ada di sini ini pintar-pintar, tapi apa sudah bener semua? Ayo kita instropeksi,” sambungnya.






Reporter: Subekan

BLORA – Anwar Zahid mengajak seluruh ASN di Kabupaten Blora untuk bersatu. Bersama-sama bekerja dengan baik mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Blora. Serta menjadi pribadi yang pintar sekaligus benar.

Hal ini disampaikan saat tausiyah di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Selasa (4/1) dalam program Blora Mengaji. Program ini sebagai salah satu upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Blora dari sisi rohani.

“Saya biasa memanggil Bupati Blora yang sekarang ini dengan sebutan Mas, Mas Arief. Karena tidak pantas dipanggil Bapak. Saya sudah kenal sangat lama. Dulu ketika masih jadi Wakil Bupati, selalu rajin ikut saya ngaji ke desa-desa pelosok. Alhamdulillah sekarang jadi bupati dan sifatnya tidak berubah. Masih tetap sama. Seperti wong deso,” ucap ulama yang dikenal dengan kalimat “Kulhu ae lek, kesuwen” ini.

Dia berdoa, mudah mudahan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Blora ini jadi pribadi-pribadi yang pintar sekaligus benar. “Ini pesen ya Mas Bupati, kalau memilih kepala dinas jangan pertimbangan pintar saja mas. Harus benar. Nanti kalau pintar saja, bahaya. Suruh ngurusi beras malah nimbun beras. Suruh ngurusi proyek malah bupati yang diproyek,” lanjut Anwar Zahid.

Baca Juga :  Citilink Bakal Buka Penerbangan di Blora, Tiket Rp 800-900 Ribu

Apalagi saat ini banyak HP, Kalau pengen jadi pinter mudah tinggal buka google. Tapi kalau bener ini yang susah. Maka Bismirobbik’nya harus kuat. “Kalau bismirobbik’nya nggak kuat, kathah sakniki Mas, Bupati. Pemikirannya kritis, analisanya tajam, bicaranya lantang karena belum dapat posisi. Begitu dapat kedudukan jadi impotent, lholak lholok. Semoga tidak ada ASN Blora seperti ini,” tegas Anwar Zahid.

Kalau disuruh memilih, mending jadi orang benar tapi tidak begitu pintar. Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar. Karena memintarkan orang benar ini lebih mudah daripada membenerkan orang pintar itu susah.

Pihaknya berharap, ke depan Blora bisa menjadi daerah yang benar-benar unggul dan berdaya saing jika SDM nya benar-benar pintar sekaligus benar. “Saya yakin semuanya yang ada di sini ini pintar-pintar, tapi apa sudah bener semua? Ayo kita instropeksi,” sambungnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/