alexametrics
24.4 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Kasihan, Bocah ODHA di Blora Juga Penderita Gizi Buruk

BLORA – Bocah 5 tahun di Blora diketahui korban ODHA sejak lahir. Selain ODHA, bocah malang itu juga merupakan bocah dengan kondisi gizi buruk. Saat ini, bocah itu sudah ditangani dokter anak di RSUD Blora dan RSUP dr. Kariadi Semarang.

“Dulu pernah menderita TBC, dan itu sudah lama sekali. Karena kondisinya gizi buruk, bahkan sudah ditangani dokter anak di RSUD Blora dan RSUP Kariadi, dan kondisinya naik turun,” kata dr Windi, salah satu petugas di RSUD Blora.

Terkait pembiayaan, dr Windi mengaku sudah tercover BPJS melalui PBI (penerima bantuan iuran). Sehingga pihak keluarga tidak perlu membayar pengobatan ARV (antiretroviral) dan TBC.


Sebelumnya, Kasus HIV/AIDS tahun 2021 menunjukkan tren positif. Yaitu turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rinciannya, HIV 50, dan AIDS-nya 14. Sementara tahun 2020 lalu, HIV-nya 108 dan AIDS-nya 68. Ini berkat upaya Pemerintah yang selalu berusaha untuk hadir di tengah-tengah mereka. Termasuk dalam memastikan jaminan kesehatan bagi mereka melalui BPJS.

Baca Juga :  Sebulan, Zakat ASN di Blora Terkumpul Rp 700 Juta

Selain itu untuk saling dukung sesama ODHA, juga dibentuk  Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Cahaya Mustika Blora yang beranggotakan sesama ODHA. Tujuannya untuk saling memberikan dukungan, saling memberikan testimoni tentang apa yang mereka alami, saling memberikan pendampingan dalam minum obat. Mulai berasal dari Kecamatan Cepu, Tunjungan, Japah, Kunduran, Todanan, dan Banjarejo. Mereka berkumpul setiap tiga bulan sekali. (ali)






Reporter: Subekan

BLORA – Bocah 5 tahun di Blora diketahui korban ODHA sejak lahir. Selain ODHA, bocah malang itu juga merupakan bocah dengan kondisi gizi buruk. Saat ini, bocah itu sudah ditangani dokter anak di RSUD Blora dan RSUP dr. Kariadi Semarang.

“Dulu pernah menderita TBC, dan itu sudah lama sekali. Karena kondisinya gizi buruk, bahkan sudah ditangani dokter anak di RSUD Blora dan RSUP Kariadi, dan kondisinya naik turun,” kata dr Windi, salah satu petugas di RSUD Blora.

Terkait pembiayaan, dr Windi mengaku sudah tercover BPJS melalui PBI (penerima bantuan iuran). Sehingga pihak keluarga tidak perlu membayar pengobatan ARV (antiretroviral) dan TBC.

Sebelumnya, Kasus HIV/AIDS tahun 2021 menunjukkan tren positif. Yaitu turun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rinciannya, HIV 50, dan AIDS-nya 14. Sementara tahun 2020 lalu, HIV-nya 108 dan AIDS-nya 68. Ini berkat upaya Pemerintah yang selalu berusaha untuk hadir di tengah-tengah mereka. Termasuk dalam memastikan jaminan kesehatan bagi mereka melalui BPJS.

Baca Juga :  Eks Ketua Gerindra Blora Dituding Langgar UU Karantina

Selain itu untuk saling dukung sesama ODHA, juga dibentuk  Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Cahaya Mustika Blora yang beranggotakan sesama ODHA. Tujuannya untuk saling memberikan dukungan, saling memberikan testimoni tentang apa yang mereka alami, saling memberikan pendampingan dalam minum obat. Mulai berasal dari Kecamatan Cepu, Tunjungan, Japah, Kunduran, Todanan, dan Banjarejo. Mereka berkumpul setiap tiga bulan sekali. (ali)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/