alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Tiket Bus Blora-Jakarta Sudah Ludes Terjual Meski Harganya Dua Kali Lipat

BLORA – Harga tiket bus setelah Lebaran rata-rata naik 100 persen dari biasanya. Sebab, permintaan meningkat drastis. Bahkan, meski peningkatan harga hingga dua kali lipat, saat puncak arus balik pada 6-8 Mei, rata-rata tiket bus sudah ludes terjual.

Muhammad Nasruddin, salah seorang agen bus di Terminal Tipe C Ngawen, Blora, memprediksi, akan ada penambahan armada untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dari Blora menuju Jakarta.

”Pada puncak arus balik pada 6, 7, 8 Mei nanti (tiket) sudah habis. Tinggal nunggu pemberitahuan selanjutnya dari pihak perusahaan ada tambahan armada atau tidak. Sebelum tanggal 6 Mei pun beberapa sudah habis. Sebagian lainnya hanya tinggal kursi belakang. Mungkin sisa 1 sampai 2 kursi saja,” jelasnya.


Dia merinci peningkatan harga tiket bus per kelas untuk bus Garuda Mas. Selain itu, pihaknya juga merinci harga tiket bus pada perusahaan otobus (PO) lain.

Garuda Mas double deck dari harga normal Rp 225 ribu menjadi Rp 520 ribu, kelas eksekutif dari normalnya Rp 200 ribu menjadi Rp 490 ribu, kelas VIP  dari normalnya Rp 170 ribu menjadi Rp 420 ribu, Patas (seat 2-2) dari normalnya Rp 150 ribu menjadi Rp 350 ribu, dan kelas bisnis (seat 2-3)  dari normalnya Rp 135 ribu menjadi Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Blora Masuk Bui 

Sedangkan PO, PO Haryanto dari normalnya Rp 200  ribu menjadi Rp 480 ribu, PO Sinar jaya dari normalnya Rp 145 ribu menjadi Rp 320 ribu, PO Bejeu dari normalnya Rp 250  ribu menjadi Rp 500 ribu, PO Berlian dari normalnya Rp 210  ribu menjadi Rp  400 ribu, serta PO Hiba Putra dari normalnya Rp 200  ribu menjadi Rp  400 ribu.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah armada yang disediakan masing-masing PO, Garuda jika hari-hari biasa berangkat 16 bus, kemarin berangkat 28 bus. Bus Laju Prima 16 bus, Haryanto enam bus, Berlian enam bus, dan Kramat Djati tiga atau empat bus.

Untuk hari-hari selanjutnya, menurutnya akan ada penambahan jumlah armada yang digunakan. ”Seperti Garuda Mas biasanya jumlah armada fluktuatif. Semakin ramai semakin ditambah armada. Tidak bisa dipatok pasti,” jelasnya. (cha/lin)

BLORA – Harga tiket bus setelah Lebaran rata-rata naik 100 persen dari biasanya. Sebab, permintaan meningkat drastis. Bahkan, meski peningkatan harga hingga dua kali lipat, saat puncak arus balik pada 6-8 Mei, rata-rata tiket bus sudah ludes terjual.

Muhammad Nasruddin, salah seorang agen bus di Terminal Tipe C Ngawen, Blora, memprediksi, akan ada penambahan armada untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dari Blora menuju Jakarta.

”Pada puncak arus balik pada 6, 7, 8 Mei nanti (tiket) sudah habis. Tinggal nunggu pemberitahuan selanjutnya dari pihak perusahaan ada tambahan armada atau tidak. Sebelum tanggal 6 Mei pun beberapa sudah habis. Sebagian lainnya hanya tinggal kursi belakang. Mungkin sisa 1 sampai 2 kursi saja,” jelasnya.

Dia merinci peningkatan harga tiket bus per kelas untuk bus Garuda Mas. Selain itu, pihaknya juga merinci harga tiket bus pada perusahaan otobus (PO) lain.

Garuda Mas double deck dari harga normal Rp 225 ribu menjadi Rp 520 ribu, kelas eksekutif dari normalnya Rp 200 ribu menjadi Rp 490 ribu, kelas VIP  dari normalnya Rp 170 ribu menjadi Rp 420 ribu, Patas (seat 2-2) dari normalnya Rp 150 ribu menjadi Rp 350 ribu, dan kelas bisnis (seat 2-3)  dari normalnya Rp 135 ribu menjadi Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Peserta Lomba Menulis Nasional Terima Sertifikat dan Buku

Sedangkan PO, PO Haryanto dari normalnya Rp 200  ribu menjadi Rp 480 ribu, PO Sinar jaya dari normalnya Rp 145 ribu menjadi Rp 320 ribu, PO Bejeu dari normalnya Rp 250  ribu menjadi Rp 500 ribu, PO Berlian dari normalnya Rp 210  ribu menjadi Rp  400 ribu, serta PO Hiba Putra dari normalnya Rp 200  ribu menjadi Rp  400 ribu.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah armada yang disediakan masing-masing PO, Garuda jika hari-hari biasa berangkat 16 bus, kemarin berangkat 28 bus. Bus Laju Prima 16 bus, Haryanto enam bus, Berlian enam bus, dan Kramat Djati tiga atau empat bus.

Untuk hari-hari selanjutnya, menurutnya akan ada penambahan jumlah armada yang digunakan. ”Seperti Garuda Mas biasanya jumlah armada fluktuatif. Semakin ramai semakin ditambah armada. Tidak bisa dipatok pasti,” jelasnya. (cha/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/