alexametrics
29.5 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Rumah Pemotongan Hewan di Blora Dinilai Sudah Tak Layak, Apa Langkah Pemkab?

BLORA – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ruminansia Blora di Jalan Sumbawa dianggap sudah tidak layak. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) berencana membangun RPH yang lebih layak dan representatif.

Kepala DP4 Kabupaten Blora R. Gundala Wejasena mengaku kondisi RPH yang saat ini masih beroperasi itu sudah tidak memenuhi standar kelayakan. RPH juga berada di tengah pemukiman warga yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Sehingga pembangunan RPH ini dianggapnya sangat penting untuk dilaksanakan.

”Pembangunan RPH sudah sangat urgent. Penyembelihan hewan kan ada aturannya, yang mengharuskan memperhatikan kesejahteraan hewan,” ucap Gundala kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Diketahui, pemotongan sapi yang dilakukan di RPH saat ini masih menggunakan cara konvensional. Rencananya, RPH dibangun  menggunakan restrain box yang tidak menyiksa hewan. Selain itu, pembangunan RPH akan memperhatikan standar kelayakan.

”RPH yang akan dibangun sesuai standar. Karena daging itu jadi bahan makanan bagi manusia,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengedar Narkoba di Blora Mengaku Menjual ke Teman Sepergaulan

Pengelolaan air limbah juga menjadi salah satu pertimbangannya. Sebab, di RPH yang ada saat ini, pembuangan limbah dilakukan secara langsung ke pinggir sungai yang terletak di sebelah selatan RPH. Dalam perencanaannya, RPH nantinya dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah.

”Pengelolaan limbah sudah ada mekanisme IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah, Red). Jadi nanti limbah langsung masuk IPAL. Hasil keluarannya sudah aman dibuang di lingkungan atau persawahan. Sebab pencemaran sudah dinetralkan,” ungkap Gundala.

Dengan populasi hewan ternak yang tinggi, adanya pembangunan RPH diharapkan dapat mengurangi operasional pengiriman daging ke luar daerah sekaligus meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).

”Sebelum dikirimkan ke luar kota, diharapkan bisa dipotong dulu di RPH. Sehingga dapat mengurangi biaya operasional pengiriman. Tetapi memang perlu tambahan mobil boks pendingin untuk pengirimannya,” jelasnya. (cha/zen)

BLORA – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ruminansia Blora di Jalan Sumbawa dianggap sudah tidak layak. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) berencana membangun RPH yang lebih layak dan representatif.

Kepala DP4 Kabupaten Blora R. Gundala Wejasena mengaku kondisi RPH yang saat ini masih beroperasi itu sudah tidak memenuhi standar kelayakan. RPH juga berada di tengah pemukiman warga yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Sehingga pembangunan RPH ini dianggapnya sangat penting untuk dilaksanakan.

”Pembangunan RPH sudah sangat urgent. Penyembelihan hewan kan ada aturannya, yang mengharuskan memperhatikan kesejahteraan hewan,” ucap Gundala kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Diketahui, pemotongan sapi yang dilakukan di RPH saat ini masih menggunakan cara konvensional. Rencananya, RPH dibangun  menggunakan restrain box yang tidak menyiksa hewan. Selain itu, pembangunan RPH akan memperhatikan standar kelayakan.

”RPH yang akan dibangun sesuai standar. Karena daging itu jadi bahan makanan bagi manusia,” jelasnya.

Baca Juga :  Hanya 30 Persen Koperasi yang Aktif, Begini Tanggapan Pemkab Blora

Pengelolaan air limbah juga menjadi salah satu pertimbangannya. Sebab, di RPH yang ada saat ini, pembuangan limbah dilakukan secara langsung ke pinggir sungai yang terletak di sebelah selatan RPH. Dalam perencanaannya, RPH nantinya dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah.

”Pengelolaan limbah sudah ada mekanisme IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah, Red). Jadi nanti limbah langsung masuk IPAL. Hasil keluarannya sudah aman dibuang di lingkungan atau persawahan. Sebab pencemaran sudah dinetralkan,” ungkap Gundala.

Dengan populasi hewan ternak yang tinggi, adanya pembangunan RPH diharapkan dapat mengurangi operasional pengiriman daging ke luar daerah sekaligus meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).

”Sebelum dikirimkan ke luar kota, diharapkan bisa dipotong dulu di RPH. Sehingga dapat mengurangi biaya operasional pengiriman. Tetapi memang perlu tambahan mobil boks pendingin untuk pengirimannya,” jelasnya. (cha/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/