alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Wakil Bupati Blora Ramaikan Panen Perdana Komoditas Kedelai Anjasmoro

BLORA – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati panen perdana komoditas kedelai varietas Anjasmoro di Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen, Blora pada Kamis (3/2). Panen dilaksanakan di lahan demplot seluas setengah hektare yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Rahayu.

“Kita panen kedelai dengan masa tanam sekitar 90 hari. Jika keseluruhan lahan yang ditanami kedelai ada 92 hektare. Terdiri dari 20 hektare untuk pembibitan unggul dan sisanya untuk konsumsi,” ucap Widodo.

Menurutnya, sebagai Ketua LMDH bersama seluruh anggota menanam kedelai ini karena sudah memiliki pangsa pasar jelas. Yaitu sebuah perusahaan dari Pati yang siap menyerap hasil panen. “Berdasarkan pengukuran secara ubinan, produksi kita per hektar rata-rata mencapai 1,56 ton. Kami berharap apa yang kita lakukan ini bisa mendapatkan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah,” tambah Widodo.


Pihaknya juga menyampaikan, bahwa dibawah LMDH yang dia pimpin, masih ada lahan seluas sekitar 30 hektare. Dengan rencana akan ditanami tanaman buah-buahan. “Semoga ada bantuan bibit dari Pemerintah Daerah. Pengennya bibit alpukat, mangga atau pisang yang terbukti bisa tumbuh hingga berbuah. Kita ingin agar Desa Jetakwanger juga bisa menjadi pusat buah,” tambahnya.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati menyampaikan apresiasinya terhadap LMDH Wana Rahayu, Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen yang sudah berani membuat terobosan dengan mengembangkan tanaman kedelai. “Kami sangat salut dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para petani LMDH Wana Rahayu yang sudah mengembangkan kedelai. Tadi saat kita panen, walaupun mayoritas sudah kering tapi bulirnya padat dan keras. Ini bagus, kami minta agar dinas terkait bisa mendampingi,” ungkap wakil bupati.

Baca Juga :  Polres Blora Amankan Empat Tersangka Kasus Narkoba dan Miras

Apalagi menurutnya, saat ini negara kita adalah penggila tempe yang berbahan dasar kacang kedelai. Sehingga sangat cocok untuk dikembangkan menjadi tanaman pangan selain padi dan jagung di Kabupaten Blora.

“Adapun tentang usulan bibit tanaman alpukat, mangga, dan pohon pisang. Saya jadi teringat belum lama ini ada pengusaha teman Pak Bupati yang datang ke Blora untuk mencari komoditas alpukat untuk pemenuhan kebutuhan produksi perusahaannya yang bergerak di bidang kuliner minuman,” terang Wabup Tri Yuli.

Sehingga, jika memang masyarakat Desa Jetakwanger berminat untuk mengembangkan alpukat, maka menurut Wabup ini merupakan kesempatan baik. “Pasarnya sudah ada dan jelas, sehingga kita akan dorong agar alpukat juga bisa dikembangkan di Kabupaten Blora. Daripada menanam waluh dan tering yang harganya tidak seberapa. SIlahkan dibuat kelompoknya dan bisa disusun permohonan bibitnya ke dinas,” sambung Wakil Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Gundala Wijasena menerangkan, memang bupati dan wakil bupati saat ini juga sedang memberikan perhatian pada pengembangan hortikultura, khususnya tanaman buah-buahan.

“Tahun ini sudah ada program bantuan bibit tanaman alpukat, hanya saja untuk Desa Jetakwanger belum ada pengajuan. Sehingga kami berharap dari kelompok tani atau LMDH bisa mengajukan permohonannya secara tertulis agar bisa kita usulkan. Tentunya dilakukan survey terlebih dahulu. Kita akan kembangkan alpukat varietas miki yang cenderung bulat besar,” ujarnya. (sub/war)






Reporter: Subekan

BLORA – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati panen perdana komoditas kedelai varietas Anjasmoro di Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen, Blora pada Kamis (3/2). Panen dilaksanakan di lahan demplot seluas setengah hektare yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Rahayu.

“Kita panen kedelai dengan masa tanam sekitar 90 hari. Jika keseluruhan lahan yang ditanami kedelai ada 92 hektare. Terdiri dari 20 hektare untuk pembibitan unggul dan sisanya untuk konsumsi,” ucap Widodo.

Menurutnya, sebagai Ketua LMDH bersama seluruh anggota menanam kedelai ini karena sudah memiliki pangsa pasar jelas. Yaitu sebuah perusahaan dari Pati yang siap menyerap hasil panen. “Berdasarkan pengukuran secara ubinan, produksi kita per hektar rata-rata mencapai 1,56 ton. Kami berharap apa yang kita lakukan ini bisa mendapatkan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah,” tambah Widodo.

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa dibawah LMDH yang dia pimpin, masih ada lahan seluas sekitar 30 hektare. Dengan rencana akan ditanami tanaman buah-buahan. “Semoga ada bantuan bibit dari Pemerintah Daerah. Pengennya bibit alpukat, mangga atau pisang yang terbukti bisa tumbuh hingga berbuah. Kita ingin agar Desa Jetakwanger juga bisa menjadi pusat buah,” tambahnya.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati menyampaikan apresiasinya terhadap LMDH Wana Rahayu, Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen yang sudah berani membuat terobosan dengan mengembangkan tanaman kedelai. “Kami sangat salut dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para petani LMDH Wana Rahayu yang sudah mengembangkan kedelai. Tadi saat kita panen, walaupun mayoritas sudah kering tapi bulirnya padat dan keras. Ini bagus, kami minta agar dinas terkait bisa mendampingi,” ungkap wakil bupati.

Baca Juga :  Wabup Blora Ajak Perguruan Tinggi Bantu Entaskan Kemiskinan

Apalagi menurutnya, saat ini negara kita adalah penggila tempe yang berbahan dasar kacang kedelai. Sehingga sangat cocok untuk dikembangkan menjadi tanaman pangan selain padi dan jagung di Kabupaten Blora.

“Adapun tentang usulan bibit tanaman alpukat, mangga, dan pohon pisang. Saya jadi teringat belum lama ini ada pengusaha teman Pak Bupati yang datang ke Blora untuk mencari komoditas alpukat untuk pemenuhan kebutuhan produksi perusahaannya yang bergerak di bidang kuliner minuman,” terang Wabup Tri Yuli.

Sehingga, jika memang masyarakat Desa Jetakwanger berminat untuk mengembangkan alpukat, maka menurut Wabup ini merupakan kesempatan baik. “Pasarnya sudah ada dan jelas, sehingga kita akan dorong agar alpukat juga bisa dikembangkan di Kabupaten Blora. Daripada menanam waluh dan tering yang harganya tidak seberapa. SIlahkan dibuat kelompoknya dan bisa disusun permohonan bibitnya ke dinas,” sambung Wakil Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Gundala Wijasena menerangkan, memang bupati dan wakil bupati saat ini juga sedang memberikan perhatian pada pengembangan hortikultura, khususnya tanaman buah-buahan.

“Tahun ini sudah ada program bantuan bibit tanaman alpukat, hanya saja untuk Desa Jetakwanger belum ada pengajuan. Sehingga kami berharap dari kelompok tani atau LMDH bisa mengajukan permohonannya secara tertulis agar bisa kita usulkan. Tentunya dilakukan survey terlebih dahulu. Kita akan kembangkan alpukat varietas miki yang cenderung bulat besar,” ujarnya. (sub/war)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/